Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Suami lagi romantis


__ADS_3

Sore hari saat waktu pulang kantor telah tiba, aditya malah menghilang tanpa pemberi tahuan, iren bertanya pada naya, tapi sekertaris cantik itu pun tidak tahu keberadaan bosnya, ia juga sampai bertanya pada resepsionis dan penjaga di lantai dasar, tapi mereka juga tidak melihat aditya meninggalkan hotel.


Jangan tanya sudah berapa kali iren menghubungi suaminya itu, berpuluh-puluh panggilan yang ia lakukan sama sekali tidak mendapat jawaban, dan pesan yang ia kirim tak ada satu pun yang berbalas, dan bahkan hingga kini masih belum di baca.


Sudah hampir satu jam berlalu sejak iren mencari keberadaan sang suami, di tengah ke putusasaannya, ia menerima sebuah pesan.


^^^...Aditya...^^^


^^^Pulalah ke apartemen jika pekerjaanmu sudah selesai^^^


Setelah membaca pesan itu, iren bergegas pulang ke apartemen dengan menggunakan taksi, sejak beberapa jam lalu entah kenapa hatinya terus gundah tak karuan, seperti sebuah firasat akan tertimpa hal buruk.


Setibanya di apartemen, iren disambut oleh kegelapan, seluruh ruangan di apartemen aditya gelap gulita, ia jadi serasa masuk ke rumah hantu, padahal lampu di unit lain dalam keadaan baik.


" adi! kau di rumah?" seru iren saat melepas sepatunya, namun ia tidak mendapat jawaban, rasa cemas di hatinya jadi bertambah karena hal itu.


Sesaat setelah iren melempar sepatu yang ia kenakan ke dalam rak, sebuah suara kencang terdengar bersama cahaya yang bersinar terang, cahaya itu bukan berasal dari lampu yang menancap di atap, melainkan berasal dari lampu tumblr yang merambat di sudut bawah lantai.


Awalnya hanya dua lampu yang menyala, satu dari sisi kanan dan satu dari sisi kiri, hingga perlahan cahaya lampu itu menyala dengan bertahap, iren berjalan mengikuti cahaya lampu yang merambat seolah menuntunnya untuk masuk, hingga ia menghentikan langkahnya di ruang tengah.


Sesosok pria yang mengenakan setelan jas hitam terlihat berdiri di ambang pintu balkon, dia menatap keluar, posisinya membelakangi iren yang berada di tengah ruangan.

__ADS_1


"Aditya" seru iren dengan ragu


Iren tidak yakin bahwa pria yang berdiri di depannya itu memanglah suaminya, namun ia menghela nafas lega saat pria itu berbalik dan menampakan wajahnya.


Aditya berbalik dengan memperlihatkan senyuman yang indah, dengan seikat buket mawar besar yang ia sodorkan kepada sang istri.


" Apa ini adi? " tanya iren


" 100 tangkai bunga mawar ini untukmu sayangku" ucap aditya


Iren menerima buket bunga itu sambil mengucapkan terimakasih, ia mencium wangi bunga yang nampak menyegarkan mata itu, lalu beralih menatap sang suami dengan penuh cinta.


" Adiii.... Apa aku boleh bertanya?" ucap iren seraya mengambil langkah mendekati suaminya, suaranya sedikit manja namun terdengar adanya keraguan di sana


" kenapa ada mawar kuning dan hitam dalam buket ini? " tanya iren dengan kerlingan mata yang menuntut,


Iren baru ini melihat 100 tangkai mawar pertanda cinta yang di selipi setangkai bunga mawar kuning di bagian tengah, serta di kelilingi mawar hitam di bagian pinggirnya.


" karena semua rasa di hatiku untukmu iren" ucap aditya seraya menggapai satu tangan iren yang menganggur untuk ia genggam


Aditya menatap iren dalam, lalu kembali bersua " aku ingin memberi tahu dirimu melalui buket bunga ini, bahwa aku tidak hanya mencintaimu, tapi juga membencimu, aku benci kau yang selalu tersenyum pada pria lain, mawar hitam itu adalah lambang kebencian ku padamu, dan untuk mawar kuning yang melambangkan perpisahan, begitu pula aku ingin berpisah denganmu, satu tangkai sebagai pertanda perpisahan kita bukan untuk selamanya, melainkan hanya sekedar untuk bisa merasakan yang namanya rindu"

__ADS_1


Iren merasa terharu sampai menitihkan air mata mendengar penuturan sang suami, yang semakin membuat hati iren tersentuh adalah saat aditya menadahkan tangannya, untuk menjaga agar air mata iren tidak menetes jatuh ke lantai, aditya juga mengusap jejak air mata di pipi istrinya yang basah.


"Lekas bersihkan diri dan bersiap, kita akan makan malam bersama" iren hanya mengangguk,


Iren beranjak pergi ke kamar dengan membawa buket bunga dalam pelukannya, ia senang bukan main, kegundahan di hatinya bahkan lenyap tak berbekas.


Ia yang tak kuasa menahan senyum atas sikap romantis suaminya itu, semakin melebarkan senyumannya takala melihat sebuah gaun yang indah tergeletak di atas ranjang, iren meletakan bunga di sisi gaun itu, lalu bergegas masuk ke kamar mandi.


Di dalam sana juga iren mendapat sebuah kejutan yang indah, aditya telah mengisi bathtub dengan air yang ditaburi kelopak bunga mawar merah, iren bisa merasakan hangatnya air itu saat memashkan tangannya ke sana.


" Aditya.... Semua rentetan surprise yang kau beri saat ini, membuatku semakin jatuh hati ke padamu" itulah yang iren katakan di dalam kamar mandi


Sementara itu, aditua melipat tangan didada, sambil menatap langit ia berkata " habis kau malam ini iren"


.


.


.


.

__ADS_1


Apa yang aditya katakan?


Apakah itu semacam ancaman, atau....


__ADS_2