Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Lamaran


__ADS_3

Sore hari saat semua orang sudah pulang bekerja, dan menikmati waktu santai mereka, aditya menyambangi kediaman keluarga naya, pria itu bertemu dengan orang tuan naya dengan ditemani oleh sahabatnya.


" Ada perlu apa nak adit datang menemui kami? "


Pertanyaan yang keluar dari mulut ayahnya naya sangat to the poin, dan aditya menyukai hal itu, ia juga malas untuk sekedar basa basi pada mereka.


" Kirim putri anda pulang ke kampung halamannya, dan eksklusi dia dari negara ini" ucap aditya, nada bicaranya begitu tegas dan angkuh seolah enggan untuk menerima penolakan.


Kedua orang tua naya tentu saja jadi bingung mendengar perkataan itu, mereka saling melirik dengan tatapan mata penuh tanya, karna sejauh yang mereka ketahui, naya tengah dekat dengan aditya saat ini.


" maaf tuan adit! Apakah putri kami melakukan kesalahan? " tanya ibunda dari naya, wanita itu sepertinya langsung sadar situasi sampai memanggil aditya dengan embel-embel tuan.


" kesalahannya hanya satu, yaitu mencintai aditya" sahut roby seraya memegang pundak aditya

__ADS_1


" Saya masih tidak mengerti tuan, apa yang salah dengan itu? " tanya ayah naya, keringat di dahinya mulai berwujud, pertanda bahwa pria itu mulai merasa terintimidasi.


" oh! Itu jelas salah karna aku tidak suka" jawab aditya cepat


" hanya karna anda tidak menyukai perasaan putri kami? " tanya ayah naya


" Jika begitu kenapa anda membawa putri kami tinggal bersama anda? " tanya ibunda naya


" Cobalah berpikir bijak, semua itu terserah kalian saja" timpal roby seraya meletakan beneraa lembar kertas


Ayah dan ibunda naya meraih kertas itu, keduanya terlihat terkejut saat membaca lembar demi lembar dokumen yang roby tunjukan, dokumen itu tidak hanya akan membuatnya kehilangan jabatan, tapi juga bisa membuat ketiganya membekam di penjara.


Dokumen yang roby serahkan adalah bukti kejahatan naya yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan pembunuhan, bukti bahwa ibunda naya memonopoli uang donasi yang dikelola oleh kalangan sosialita, jika dalam istilah perusahaan tindakannya disebut dengan korupsi, dan bukti bahwa ayah naya seringkali menyalah gunakan jabatan untuk menutupi kesalahan sang istri.

__ADS_1


" Urusanku sudah selesai, aku beri kau waktu dua hari, karna ini pasti keputusan sulit bagi kalian, ayo pergi roby" ucap aditya yang kemudian bangkit dari duduknya.


" Aku tahu kalian adalah orang-orang yang pintar dan juga orang tua yang bijak" ucap roby seraya ikut bangkit dari duduknya.


Aditya memperbaiki penampilannya agar terlihat keren saat di foto, ia sengaja memebrikan informasi dengan nama anonim pada wartawan bayaran untuk membuat berita kedatanganya tercetak di majalah dan koran.


Ada sekitar lima wartawan yang bersembunyi di sekitarnya, dan ada juga yang berlalu lalang hanya untuk menguping pembicaraan sang pewaris bersama dengan mantan asistennya.


" Bagaimana menurutmu roby? Apa mereka akan menolak permintaanku? " tanya aditya yang kini sudah berdiri di samping mobilnya.


" Anda sudah melakukan lamaran dengan cara yang keren tuan, jika melihat situasi, sepertinya mereka akan memberikan jawaban positif sebelum waktunya" ucap roby seraya membukakakn pintu mobil untuk aditya.


Obrolan singkat itu tercatat oleh salah satu wartawan yang pura-pura jadi pengemis di depan gedung itu, apakah aditya dan roby sengaja? Iya, mereka hendak membuat media gempar.

__ADS_1


__ADS_2