Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
The End


__ADS_3

Mama maya bergegas menghampiri iren saat melihatnya menuruni anak tangga, namun iren mengabaikannya dan terus berjalan ke arah pintu utama, tatapannya terlihat kosong karena pikirannya sibuk berkelana.


Apa yang harus aku lakukan sekarang?


Apa aku bisa merelakan aditya dengan wanita lain?


Apa kesalahanku sebenarnya?


Kenapa aditya bisa berpaling begitu mudah?


Apa ada bagian dari diriku yang tidak bisa membuatnya puas?


Iren terus berjalan dengan pikiran yang terus mencari jawaban dari setiap pertanyaan itu, saat iren tersadar, ia sudah berada di depan pintu gerbang utama.


Kakinya mendadak terasa berat untuk melangkah pergi, ia mencengkram kuat hendle pintu gerbang besi di hadapanya, ia dorong dengan sekuat tenaga yang tersisa sampai pintu gerbang itu terbuka.


Tangan aditya menangkap tubuh iren dari bbelakan, menghentikan langkah kaki iren uang berniat pergi, bibir halus pria itu pun tersasa mengecup lembut leher iren.


beberapa saat yang lalu, mama maya pergi ke kamar aditya setelah iren mengabaikanya , ia ingin tahu apa yang sudah putranya itu katakan sampai iren berniat pergi dari rumah.


" adi! Buka pintunya" teriak maya berulang kali seraya menggedor pintu.


Aditya yang ada di dalam langsung menoleh ke arah pintu, ia tersenyum seraya berjalan mendekat, kemudian berseru " pintunya terkunci ma"


" dasar anak bodoh, tanpa kau beri tahu pun mama sudah tahu, karna itu cepat buka" sahut maya dengan nada kesal


" bagaimana caranya ma? Kuncinya ada di kolong tempat tidur dan adi kesulitan menggapainya" ucap aditya dengan suara yang lemas


" dasar anak bodoh, cepat ambil kuncinya atau kau akan kehilangan iren untuk selamanaya"


Aditya mengabaikan kunci kamar setelah mendengar kecaman itu, ia melompat dari balkon dan bergegas mengejak iren yang berniat pergi.


Setelah iren berada dalam pelukanya, aditya tidak bisa menahan diri untuk mencium iren, awalnya adirya hanya mengecup lembut lehernya, namun karna gemas memikirkan kesalah fahaman sang istri, ia pun menggigit leher itu.


" iren! Bagaimana ini? Kau masih hidup sementara aku malah jatuh hati pada nia, setiap melihatnya aku seperti melihat dirimu, karna itu aku jadi tertarik dan terus memperhatikannya" bisik aditya


" jadi wanita yang kau cintai itu nia? " tanya iren dengan wajah merah menahan malu dan amarah.


" hemmm... Jadi jangan pergi, kumohon... " lirih aditya


" tapi adi... ahh... adi...


Iren menghentikan ucapanya dan malah mendesah saat aditya menjilat daun telinganya, bagian itu adalah salah satu bagian tubuh sensitif wanita yang bisa membangkitkan gairah dalam diri.

__ADS_1


" adi apa yang kau lakukan? " tanya iren kesal,


" aku tidak suka mendengar kata tapi iren, jika kau masih berpikir untuk pergi juga maka aku akan menuntaskan rinduku disini" jawab aditya sambil menatap wajah iren, senyum liciknya itu bisa terbaca dengan jelas oleh sang istri


" Aku tidak akan pergi adi" ucap iren dengan yakin


Aditya tersenyum senang mendengar hal itu, ia memutar tubuh sang istri, lalu mengecup bibir iren, berawal dari sekedar kecupan lembut sampai perlahan semakin menuntut.


Keduanya begitu menikmati ciuman yang semakin panas itu, keduanya seolah berusaha menuntaskan rasa rindu yang menggebu dalam hati.


Mama maya dan arsena menghampiri, sambil menutup mata arsena, mama maya menikmati tontonan yang penuh kemesraan itu, ia terus tersenyum menyaksikan aksi dua insan yang melepas rindu sampai lupa tempat itu.


Suara gaduh terdengar dari jalanan, tepat di depan kediaman mewah itu telah terjadi tabrakan beruntun.


Sebuah sandal kayu terbang dan mendarat di kepala aditya, memaksa pria itu melepaskan tautan bibirnya, aditya mengaduh kesakitan lalu melihat benda yang baru saja menghantam kepalanya, aditya pun tahu itu ulah siapa.


" ya ampun! Apa-apaan si ma?" protes aditya seraya menyembunyikan wajah iren dalam dekapannya, ia tahu istrinya itu pasti tengah merasa malu setengah mati.


" Siapa yang kau panggil mama hah! Aku tidak kenal denganmu" ucap mama maya dengan ketus


" ayo masuk ke dalam sena! " ajak maya kemudian, ia melepas satu sandal yang masih ia kenakan, lalu menuntun arsena masuk.


" hei pak! Kau harus tanggung jawab" suara seruan seorang pria terdengar dari belakang, membuat aditya menoleh.


" gara-gara melihat kau berciuman sampai hendak menyibak rok wanita mu, aku jadi ngerem mendadak, dan mobilku jadi di tabrak dari belakang" seru seorang pria berbaju biru


" kenapa kau malah menyalahkannya, jelas-jelas ini semua salahmu yang mata keranjang" seru seorang wanita berbaju abu


" betul-betul, makanya kalau lagi nyetir itu matanya fokus ke depan, jangan jelalatan" seru orang-orang yang lain.


Aditya pun mengabaikan perdebatan di depan matanya, ia mengangkat tubuh sang istri, memanggulnya seperti beras dan membawanya masuk ke dalam rumah, sampai menjatuhkan iren di atas tempat tidur.


" kenapa kau membawaku ke kamar tamu adi? "


" tentu saja untuk melanjutkan kemesraan kita sayang"


" tapi ini kan kamar yang pernah di tempati naya dan dea"


" Justru karna itu aku membawa mu ke kamar ini, agar kita bisa menghapus kenangan lalu yang buruk, dan menggantinya dengan kenangan yang indah"


Bersama dengan perbincangan yang usai, aditya pun telah selesai menanggalkan seluruh pakaiannya, ia kembali mencium iren, kali ini tanganya tidak tinggal diam, tapi terus bergerak aktif melucuti pakaian istrinya.


.

__ADS_1


.


.


.


Bersama dengan hilangnya seluruh pelakor dan di mulainya hubungan rumah rangga yang harmonis, kisah ini pun berakhir.


the end.


Thank you to all readers who have followed from beginning to end.


Thank to like


Thank to vote


Thank to gift


and see yo later... 👋❦


⠀ 。゚゚・。・゚゚。


゚。 。゚


゚・。・゚


︵ ︵


( ╲ / /


╲ ╲/ /


╲ ╲ /


╭ ͡ ╲ ╲


╭ ͡ ╲ ╲ ノ


╭ ͡ ╲ ╲ ╱


╲ ╲ ╱


╲ ╱

__ADS_1



__ADS_2