Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Lingerie


__ADS_3

Setelah selesai mengenakan pakaian tidur iren membuka pintu kamar, iren pikir aditya menunggu di depan pintu sama sepertinya, tapi ternyata tidak, karna tidak melihat aditya ia memutuskan untuk tidur duluan dengan membiarkan pintu kamarnya tetap terbuka.


Kala itu aditya tengah menunggu roby seraya menonton televisi, aditya menonton sinetron indonesia sambil terus mengomentarinya.


“ kenapa wanita itu begitu bodoh, dia diam saja walau diperlakukan tidak adil begitu”


“ pria itu harusnya diberi hukunan”


“tidak masuk akal, masa hanya terjatuh dari sepedah saja bisa mati”


“ astaga? Sinetron macam apa ini? Memangnya ada orang yang mati begitu, setelah mencelakai banyak orang dia malah mati dengan cara yang aneh, gila”


Walau ia mencibir dan memaki, aditya tetap menonton sinetron itu sampai habis.


“ film apa yang sedang tuan tonton? “ tanya roby yang datang menghampiri


“ film indonesia, apa kau tahu roby?” aditya menarik roby untuk duduk di sampingnya


“ pria itu menyiksa istrinya dan juga mencelakai anaknya, tapi akhirnya dia mati, kau tahu bagaimana dia mati?” roby menggeleng


“ saat dia dikejar polisi, ada kucing yang tiba-tiba melompat dan mencakar wajahnya lalu pria itu pun jatuh tersungkur ke aspal yang masih basah kemudian mati terlindas tendem roller yang jalan sendiri”


“ oh... Astaga...tuan.... Ada begitu banyak film indonesia yang bagus, tapi kenapa tuan malah menonton film seperti itu? “


“ itu karna aku sangat menyukai adegan dimana penjahatnya mati dengan cara mengenaskan, lupakan soal film, apa kau membawa semua yang ku minta?” ucap aditya diiringi tanya


Roby menunjukan barang bawaannya lalu bertanya “ ini sudah semua, mau di letakan di mana? “


“Di lemari pakaianku, tapi tunggu, aku akan lihat apa iren sudah tidur atau belum” ucap aditya seraya bangkit dari duduknya


“oh... Jadi ceritanya nyonya iren jangan sampai tahu” gumam roby setelah ditinggal pergi

__ADS_1


Aditya masuk ke dalam kamar kemudian melihat iren sudah tertidur di sofa, ia pun menyelundupkan roby ke dalam kamar.


Entah kenapa suasananya menjadi tegang, roby terus memperhatikan iren khawatir dia akan terbangun, sementara aditya berusaha membuka pintu ruang ganti tanpa menimbulkan suara, tingkah keduanya sudah seperti orang yang hendak mencari.


“ Cepat masuk dan bereskan semua barang yang kau bawa, susun semua dengan rapi, bawa juga box itu keluar” ucap aditya memberi instruksi setelah pintu terbuka.


Roby masuk kedalam seorang diri, iya melakukan perintah aditya dengan baik, setelah ia selesai merapikan barang bawaannya, ia melihat ke arah box yang harus ia bawa keluar.


Roby melihat tumpukan baju dari bahan satin dan sutra di dalam box yang masih terbuka itu, karna penasaran, ia mengambil sehelai dan melebarkannya hingga model lingerie yang seksi terlihat sempurna.


Terkejut?


Sangat, roby bahkan sampai bersiul membayangkan seorang wanita cantik mengenakan lingerie sutra itu, namun ia bergegas menutup mulutnya sendiri setelah sadar dengan apa yang dilakukannya.


Aditya menghampiri roby dan merebut apa yang tengah dipegangnya, ia melemparkan lingerie sutra ke dalam box dengan kasar, kemudian berkata “ kenapa tidak teriak saja sekalian” suaranya pelan, namun nada bicaranya sangat tegas.


“ sorry, aku tidak sengaja” ucap roby dengan suara pelan


“ untungnya tidak, sepertinya ia sangat kelelahan, sudah sana cepat bawa box itu, dan pergi dari sini” jawab aditya diiringi perintah dengan suara pelan juga


Roby menghala nafas kasar kemudian mengangkat box itu, aditya menutupi box dengan rapat, lalu keduanya pun keluar dari sana.


“ keputusan yang tepat kau mengganti semua baju tidur itu tuan” ucap roby ketika keduanya sudah keluar dari kamar


“ tentu saja, iren bisa masuk angin jika dia tidur mengenakan pakaian seksi seperti itu” sahut aditya, keduanya tengah berjalan di koridor


“ bukan itu maksudku, aku yakin kau sebenarnya mengerti kan! 😉 my ujang miliku saja bisa sampai berdiri karna melihat pakaian ini, akui saja, kau juga begitu kan!” goda roby tanpa rasa takut


“ kau terlalu banyak bicara roby” ucap aditya, kini mereka sudah menapaki anak tangga


“Saya juga tidak suka terlalu banyak bicara tuan, tapi jika saya boleh memberi saran....

__ADS_1


“ tunggu! “ aditya menghentikan ucapan roby


“ jika kau ingin memberi saran sebagai sahabat jangan bicara dengan formal begitu“ lanjutnya


“ ya baiklah adi, aku hanya ingin mengingatkan agar kau menjaga sikapmu”


“memangnya aku kenapa?” tanya aditya tak mengerti


“ menurutku kau itu sudah terlalu baik kepada iren, tidak hanya itu, kekhawatiranmu juga sedikit berlebihan, aku tahu kau merasa bersalah tentang insiden itu, tapi adi, mungkin saja iren akan menyalah artikan sikapmu“


“ Lalu aku harus apa? “ tanya aditya, keduanya kini telah berada di lantai bawah,


“ kau harus mengerti batasan mu adi, jangan bermain api jika tidak ada cinta, mengerti sobat? “ keduanya kini tengah berjalan menuju pintu keluar


“ Aku mengerti maksudmu, aku akan mengingat itu, terima kasih atas nasihatmu kawan” ucap aditya menghentikan langkahnya, keduanya kini telah sampai di depan pintu.


“ Aku pergi dulu” ucap roby lalu melewati pintu


Roby berbalik dan menatap aditya yang masih berdiri di sana, lalu bertanya “ baju-baju ini harus aku bawa pergi ke mana?”


“ terserah, mau kau pakaikan pada wanitamu juga tidak masalah” sahut aditya seraya tersenyum


Roby memperlihatkan seringai liciknya sebelum memasuki mobil dan pergi meninggalkan kediaman itu.


.


.


.


.

__ADS_1


Ada yang tahu apa yang roby pikirkan?


__ADS_2