Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Aku paling suka kau


__ADS_3

Iren mendekati pintu ruang ganti karna mendengar suara dari dalam sana, ia membuka sedikit pintu itu dengan perlahan dan mengintip ke dalam, aditya tengah berdiri di depan cermin seraya mengencangkan dasinya.


Suasana di dalam ruang ganti itu berubah menjadi serius saat aditya menatap diam pada cermin.


“ roby! Aku sudah mengambil keputusan” ucap aditya seraya memasukkan kedua tangannya ke saku celana, ia juga memperhatikan sikap roby melalui pantulan cermin.


Roby mengerti betul betapa seriusnya apa yang hendak aditya sampaikan, karna itu ia mengambil sikap dengan tubuh tegak dan posisi istirahat di tempat seperti dalam upacara, keduanya terlihat kaku di mata iren.


“ aku memutuskan untuk mencintai iren dengan benar”


Senyum iren mengembang mendengar aditya mengatakan hal itu, sementara roby hanya tersenyum kecil, ia tahu apa pun yang aditya katakan, jika itu berhubungan dengan percintaan pasti akan ada kata “ tapi” -nya.


“ tapi!”


Kan! Benar apa yang roby pikirkan. Senyum iren hilang setelah mendengar satu kata itu


“ jujur saja rob, aku tidak tahu harus bagaimana untuk menghilangkan ketakutan ku”


Iren menantikan apa yang akan aditya katakan selanjutnya dengan serius, sementara roby hanya memegang pundak aditya sambil tersenyum, sebagai pertanda bahwa roby akan ada di sampingnya dalam setiap langkah yang ia ambil.


Aditya mengambil tangan roby dari pundaknya, berbalik menatap roby secara langsung, sambil menggenggam tangan sahabatnya itu ia kembali bersua.

__ADS_1


“ aku butuh bantuan mu rob, aku tidak bisa menghilangkan darah pengkhianat yang mengalir dalam tubuhku, jadi tolong awasi aku, jaga aku agar tidak berkhianat pada cintaku sama seperti apa yang dia lakukan, kau bisa memotong tangan dan kakiku jika aku sampai melakukan itu”


Air mata iren jatuh karna terharu mendengar penuturan aditya, hal itu membuatnya semakin yakin untuk melangkah maju, ia seolah mendapat keberaniannya kembali.


“ memotong tangan dan kakimu? Itu tidak akan pernah aku lakukan adi, karna aku akan pastikan, aku akan melenyapkan semua lalat yang berusaha mendekati dirimu” ucap roby dengan yakin


“ kau tidak akan membunuh orang kan!” tanya aditya dengan tatapan menyelidik


“ melenyapkan bukan berarti membunuh adi” jawab roby serius


“ baguslah, akan merepotkan jika aku harus mengeluarkan mu dari penjara” ucap aditya sambil tersenyum


Naya yang masuk ke ruangan aditya jadi ikut mengintip ke dalam ruang ganti karna melihat iren, ia penasaran dengan apa yang tengah iren lihat di dalam sana.


Aditya memeluk roby dengan erat kemudian berkata “ jangan pernah tinggalkan aku roby, kumohon“ tanpa melepas pelukannya


Roby membalas pelukan itu sama eratnya, lalu berkata “ apa pun yang terjadi aku akan berada di sisimu terus adi, aku hanya akan meninggalkanmu jika aku mati”


Iren memutar bola matanya saat melihat naya tengah ikut-ikutan mengintip, ia beranjak dari sana dan memilih duduk di sofa.


Sementara naya, matanya membulat sempurna melihat kejadian itu, ia jadi berpikir sebenarnya saingan cintanya itu iren atau roby. Satu hal yang pasti, naya masih setia mengintip ke dalam sana.

__ADS_1


Aditya melepas pelukannya, ia menangkup pipi roby layaknya kekasih, lalu berkata ”kau tahu roby, di dunia ini aku paling suka kau”


Muach..


Aditya mengecup kening roby sampai suaranya terdengar nyaring di telinga.


Roby juga balas menangkup pipi aditya, sama seperti yang aditya lakukan padanya, lalu berkata “ aku tahu adi, karna bagiku kau pun sama, sayangku”


Muach...


Roby juga membalas kecupan kening aditya, suaranya juga tak kalah nyaring, sampai naya terjatuh ke lantai, ia tak kuasa melihat kemesraan itu.


Aditya dan roby menoleh bersamaan, melihat naya yang tengah menatapnya membuat keduanya mengambil sikap tegap dan sedikit menjauh.


“ apa aku sudah tampan rob?” tanya aditya seraya menarik bagian bawah jasnya


Pertanyaan itu hanya di balas anggukan oleh roby, keduanya membuang muka, bersedekap dengan satu tangan menutup muka seraya tersenyum, mereka tak kuasa menahan malu yang teramat sangat.


Di mata naya, keduanya sudah seperti abg yang malu setelah tertangkap basah pacaran diam-diam.


Jangan lupakan iren yang tengah duduk manis di sofa, setelah sempat bergidik mendengar suara kecupan yang begitu nyaring, ia menahan tawa karna mengerti dengan apa yang mungkin naya pikirkan.

__ADS_1


__ADS_2