
" sialan..! " umpat arsena seraya bangkit dari duduknya
" Arsena...! " pekik aditya
"oops....🤠sorry papi" sahut arsena dengan wajah penuh penyesalan, arsena lupa kalau papinya itu sedang mengawasi dirinya.
" siapa yang sudah mengajarimu mengumpat hah! janan pernah melakukan itu lagi, kau mengerti" tegur aditya, arsena hanya mengangguk patuh.
" sebenarnya ada masalah apa? " tanya roby
" he... aku tidak bisa menghubungi istri paman, bisa kah paman telpon kakak bibi untukku" pinta arsena seraya menatap roby dengan tatapan memohon
Roby pun menelpon sang istri, hanya selang waktu 20 menit sampai maria tiba di mansion itu.
" maria! apa itu kau? " roby nampak terkejut melihat istrinya datang dengan menggunakan seragam agen CBI, maria hanya mengangguk, tapi roby yang tidak percaya membuka cadar istrinya untuk benar-benar memastikannya.
" kau agen CBI? " tanya roby tak percaya
" loh memangnya arsen ga bilang sama kamu yang? " tanya maria yang kemudian menatap arsena, roby menggeleng lalu ikut menatap arsena, anak itu hanya menunjukan deretan giginya yang mutih pada roby dan istrinya, dengan wajah polos tanpa dosa yang membuat orang lain tidak bisa memarahinya.
" ada masalah apa sena? " tanya maria seraya berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan arsena
" lion terus mengirim sinyal bahaya, dia juga mengirim pesan, katanya tuan david sudah mulai bergerak" bisik sena, maria hanya mengangguk mengerti.
__ADS_1
" kau tenang saja" ucap maria seraya memegang pundak arsena lalu berdiri, ia mengacak lembut rambut arsena kemudian berkata "amih mu akan baik-baik saja, jadi jaga dirimu baik-baik, ok tuan muda"
Arsena mengangguk patuh. Roby dan aditya menghalangi langkah maria, kedua pria itu ingin tahu apa yang arsena dan dirinya rahasiakan.
" tolong beri aku jalan tuan-tuan, aku harus pergi" ucap maria
" tidakah kau merasa harus menjelaskan sesuatu" ucap aditya
" beri tahu kami apa yang terjadi" timpal roby
Maria menghela nafas berat lalu melirik ke arah arsena, anak itu mengangguk lalu kembali duduk dengan anteng di sofanya.
" jadi begini, sebenarnya iren di culik oleh david, dia di tawan di markasnya, dan sekarang aku akan pergi ke sana" ucap maria dengan santainya
" tentu saja, araen kan sudah memberitahu aku" ucap maria dengan percaya diri
Aditya dan roby menghampiri arsena dan berdiri di hadapan anak itu, menatapnya dengan tatapan kesal, keduanya siap untuk memarahi anak genius yang terkadang terlalu baik itu.
[ingat ya moms! Jangan pernah bilang kalau anak itu nakal, karna setiap ucapan dari moms adalah do'a bagi anak itu sendiri]
" kau tahu kan selama ini papi cemas memcari amihmu, kenapa kau tidak memberitahu hal sepenting ini pada papi sena" tegur aditya
Arsena beranjak berdiri di atas sofa, lalu berkata " memangnya papi pernah bertanya padaku, aku sudah pernah hendak memberitahu pada kalian saat nenek bertanya, dan tadi juga aku mau memberitahu papi, tapi kalian para orang dewasa selalu saja meremehkan aku, hanya karna aku masih kecil" seraya berkacak pinggang
__ADS_1
" sena!
Arsena mengangkat tangan untuk menghentikan ucapan roby yang juga hendak protes, kemudian berkata " Rasanya aku juga sudah pernah bilang pada paman, bahwa anak buah roby menghormati aku dan memanggilku guru, jika paman percaya padaku sedikit saja, aku yakin paman sudah melaporkan itu pada papi" lalu kembli duduk, kini anak itu duduk dengan gaya bersila.
Aditya menatap roby yang tengah merasa malu karena ucapan arsena benar adanya, ia memegang bahu roby kemudian berkata " aku akan membuat perhitungan denganmu nanti, sekarang bantu aku untuk menyelamatkan istriku dulu"
Roby mengangguk, kedua pria dewasa itu pun hendak menyusul maria, namun langkah kaki keduanya terhenti di ambang pintu, itu pun karna arsena berseru " aku akan ditinggal sendirian nich! "
" Ada para pengawal yang akan menjagamu sena" ucap aditya seraya berbalik menatap putranya, yang lagi-lagi berdiri di atas sofa, kali ini sambil melipat tangan di dada
" yakin mereka akan mampu menghadapi david, dia itu seorang agen CBI yang berkuasa loh papi" ucap arsena lagi, anak itu memainkan kedua alisnya untuk membuat aditya goyah.
Aditya jadi bingung harus berbuat apa, menyelamatkan sang istri, atau menjaga putranya, untungnya roby bisa memahami kegalauan hati sahabatnya itu.
" Aku dan maria akan menyelamatkan iren, kau jaga saja putramu di sini" ucap roby seraya menepuk pundak aditya.
.
.
.
.
__ADS_1
Begitulah cerita bagaimana maria dan roby bisa sampai menyusup ke markas musuh.