
“ kenapa harus ada kata tapi di antara kita “
Aditya protes mendengar kata tapi yang keluar dari mulut iren, setelah sebelumnya iren mengucapkan kata-kata yang terdengar begitu manis.
“ bukankah tuan juga tadi begitu” sahut iren memberi pembelaan
“ kapan?“ tanya aditya
“ tuan bilang tapi setelah mengatakan akan mencintai iren dengan benar, iya kan roby? ” iren mencari pembelaan, robi tak menjawab tapi ia mengangguk membenarkan.
“ kau mendengar semuanya?” tanya aditya memastikan, iren mengangguk dengan cepat.
Aditya menghela nafas kasar, ia tidak bisa menyangkal karna apa yang iren katakan benar adanya.
“Katakan! Tapi apa? “ seru aditya, ia masih sedikit tak rela
“ tapi aku ingin kita memulainya dengan perlahan, kita lakukan pdkt dulu sebagai langkah awalnya“
Aditya mengernyit saat mendengar kata pdkt, pasalnya ia tidak mengerti arti dari istilah itu, ya! Jika kau bertanya perusahaan mana yang memiliki harga saham paling tinggi aditya pasti tahu, tapi untuk istilah dalam cinta pengetahuannya ada di tingkat paling dasar.
“ pdkt? Maksudnya apa itu?”
Iren melirik sang kasanova memintanya untuk menjawab pertanyaan itu, karna ia tahu roby bisa memberikan penjelasan dengan lebih baik.
“ pdkt adalah singkatan dari pendekatan tuan, pendekatan dilakukan untuk bisa lebih mengenal satu sama lain, dengan tujuan untuk menghindari kecanggungan yang mungkin dirasakan saat melakukan kontak fisik ” sahut roby
“ aku tidak mengerti soal begituan, tapi karna kau yang minta maka baiklah, kita lakukan sesuai keinginanmu” iren merasa senang mendengar persetujuan aditya
“ tidakkah kalian merasa sebaiknya kalian mengubah panggilan terlebih dulu” ucap roby memberi usul
Aditya dan iren saling melirik, iren menerima usulan itu dengan penuh semangat, ia bahkan mengeja panggilan mesra agar aditya bisa memilih mau dipanggil dengan sebutan apa?
__ADS_1
“ sayang” aditya menggeleng “ terlalu biasa” katanya
“ honay, sweety” aditya menggeleng “ suamimu itu tampan, kaulah yang manis” ucapnya
“atau suamiku” aditya menggeleng lalu berkata “ aku memang suamimu, tidak usah diingatkan pun ingat”
“ opa”
“ aku bukan lukas” sanggahnya cepat dengan nada tegas
“ baby” aditya kembali menggeleng “ aku bukan hewan” katanya
“ sejak kapan baby itu hewan?” tanya iren tak mengerti
“ sejak orang indonesia membaca dengan huruf ejaan yang benar, beby itu penulisannya b-a-b-y, kau panggil beby tapi tulisannya baby kan! Saat kau menulis pesan untukku, orang yang melihat akan mengira kau sedang chat-an dengan hewan piaraan” terang aditya
Roby tertawa kecil mendengar penjelasan itu, tapi iren benar-benar kesal, sangat kesal, sampai rasanya ia ingin menjambak rambut aditya.
Jangankan marah, iren bahkan tidak bisa lagi menahan senyumannya saat mendapat perlakuan yang begitu manis.
“ kau tahu aditya! “ ucap iren malu-malu, iren mengangkat tangan yang digenggam aditya lalu berkata “ konsekuensi menggenggam tanganku seperti ini adalah kau tidak diperbolehkan melepaskannya” Aditya mengangguk mengiyakan
Naya kembali masuk ke dalam ruangan, ia mengubah atmosfer manis menjadi horor karna tatapannya yang seolah menusuk, bukan pada iren melainkan pada roby, lirikan matanya itu membuat roby menyunggingkan senyum.
“ pak adit semua orang sudah menunggu di ruang rapat” ucapnya,
Naya bicara pada aditya, menyebut nama aditya tapi tatapannya tetap tertuju pada roby, ia bahkan tidak melihat aditya menggenggam tangan iren dengan begitu erat.
“ ayo! “ seru aditya seraya bangkit dari duduknya
“kemana?“ tanya iren
__ADS_1
“ ke ruang rapat sayang, semua orang sudah menunggu kan! “ ucap aditya
“ mereka itu menunggumu, lalu kenapa aku harus ikut juga? “ tanya iren tak mengerti
“ mereka memang menungguku, tapi aku tidak bisa pergi jika kau tidak ikut, bukankah aku harus menerima konsekuensi karna sudah menggenggam tangan ini, tidak boleh aku lepaskan bukan! “ terangnya
‘ dasar bodoh! Bagaimana kau bisa lupa iren, pria satu ini tidak mengerti istilah dalam percintaan'
Iren mengutuk dirinya di dalam hati, menyesali ucapannya, tidak ada waktu untuk menjelaskan, iren tak ingin membuat orang lain menunggu lebih lama, sekarang mau tidak mau ia harus ikut masuk ke ruang rapat, karna yang aditya tahu tidak melepaskan tangan berati tidak melepasnya, tidak ada makna lain, hanya sesimpel itu.
.
.
.
.
Aku sudah bilang sebelumnya, pengetahuan aditya tentang istilah dalam cinta itu ada di level paling dasar, ia tidak mengerti arti dari perkataan "jangan melepaskan genggaman tanganmu" itu merupakan sebuah tuntutan kesetiaan, seperti tangan yang hanya bisa menggenggam satu tangan, seperti itulah aditya harus mencintai iren, hanya mencintai iren dan tidak boleh berpaling.
Sekarang aditya pasti tidak akan melepaskan tangan iren, tapi apa itu artinya aditya juga tidak akan melepaskan tangan iren jika iren ingin pergi ke kamar kecil?
Nantikan terus ceritanya ya!
Dengan ini berarti aku udah up 4 bab ya!
Seperti yang sudah-sudah, setiap minggu up 4 bab untuk berterimakasih pada reader yang ga cuma baca, jangan lupa kasih like terus dan ❤ kalau kalian suka ceritanya.
see you next time....👋
Salam dari author 💞
__ADS_1