Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Pesan terakhir


__ADS_3

...Aku ingat hari itu, bahkan menuliskan tanggal saat pertama kali kita bertemu, saat aku mulai menyadari perasaanku, dan saat kita di tetapkan sebagai sepasang suami-istri, aku menyayangkan kita yang tidak akan pernah merayakan hari apapun bersama....


...Namamu ada dalam kepalaku di setiap saat, bayangmu selalu ada di pelupuk mata, dan itu membuatku gila iren, tapi kau tidak akan melihatku hancur....


...Di saat aku sudah mulai terbiasa dengan cinta kita, aku lengah dan kemudian kau tiba-tiba meninggalkanku, kau tidak lagi di sini untuk menemaniku, tapi aku tahu cara sempurna untul melepaskanmu....


...Aku akan mengirimmu kembali ke kampung halamanmu seperti apa yang kau mau, agar kau bisa beristirahat dengan damai, dan kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan membiarkan rumput ilalang di sekitar pusaran makam mu tumbuh sampai menjulang tinggi, seperti apa yang pernah kau katakan. ...


Aditya berdiri di hadapan nisan sang istri, mengucapkan salam terakhir sebelum ia membongkar makam itu, ia mengabaikan protes dari sang mama, dan tentangan dari sang putra.


" kau bisa membongkar makamnya sekarang roby" ucap aditya memberi perintah.


Aditya mengambil langkah mundur untuk membiarkan orang-orang bekerja, ia hanya melihat dari jarak yang tidak bisa di bilang dekat ataupun di bilang jauh.


" kau sudah menyiapkan liang lahat di indonesia kan! " tanya aditya memastikan.

__ADS_1


" sudah adi, aku juga sudah meminta orang kita bersiap di sana, agar saat kita tiba nanti jenazah iren bisa langsung di kubur" ucap roby


" terimakasih sobat"


" aku rasa masih terlalu dini untuk mengucapkan terimakasih adi"


Seorang pekerja berlari menghampiri roby dan aditya yang tengah berdiri di bawah pohon, berteduh dari teriknya matahari siang itu.


" tuan ada masalah" ucapnya


" jenazahnya tidak ada di sana" ucapnya lagi


" kau baru menggali beberapa menit, dan kau sudah bilang jenazahnya tidak ada, gali lebih dalam, itu kuburan manusia bukan kuburan hewan" ucap roby sedikit emosi


" tanahnya tidak terlalu padat, jadi kami bisa menggali dengan cepat, jika tuan tidak percaya, tuan bisa melihatnya" ucap pekerja itu

__ADS_1


Aditya pun mendekati liang lahat itu, dan memang tidak ada mayat di sana, ia bertanya kemungkinan apa yang bisa terjadi kepada para pekerja.


" kuburan ini seperti baru semalam di timbun, saya rasa kita sudah kecolongan tuan" ucap salah satu pekerja


" maksudmu ada seseorang yang menggali kuburan ini dan mengambil jasad iren begitu? " ucap roby memastikan, para pekerja kompak membenarkan dugaan itu.


Aditya dan roby kemudian menghampiri satu persatu penjaga dan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti


Siapa yang berjaga semalam?


Apa ada hal yang mencurigakan?


Dan pertanyaan lainnya yang bisa memberikan petunjuk, namun tidak ada satupun dari mereka ada yang melihat orang masuk atau keluar dari komplek kuburan itu.


Aditya dan roby juga mencari tahu rekaman cctv kondisi jalan di sekitar tadi malam, dan benar saja, rekaman cctv di salah satu jalan memperlihatkan ada tiga orang pria yang diam-diam memanjat dinding pembatas, mereka bahkan terlihat membawa kantung pelastik besar saat keluar dengan cara yang sama.

__ADS_1


Aditya menggeram kesal, roby langsung meminta anak buahnya untuk menyelidiki hal itu, dan orang pertama yang aditya curigai ada di balik kasus itu adalah dea, aditya mengunjungi penjara tempat dea di tahan bersama dengan roby.


__ADS_2