Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Beri pujian pada roby


__ADS_3

Setelah sadar dirinya ketahuan mengintip, naya bergegas bangkit lalu pergi meninggalkan ruangan, gelak tawa pun pecah bersamaan dengan terdengarnya suara pintu yang ditutup.


Aditya dan roby berhenti tertawa saat menyadari ada suara tawa lain di antara mereka, keduanya keluar dari ruang ganti dan melihat iren yang tengah duduk sambil tertawa memegangi perutnya.


Iren menutup mulutnya saat merasakan tatapan tajam yang mengarah padanya, ia menoleh lalu tersenyum pada dua pria yang berjalan mendekati dirinya.


“Hehehe” roby menirukan gaya tertawa dengan mengejek, kemudian bertanya “ apa itu lucu bagimu?” lalu duduk di hadapan iren, sementara aditya duduk di samping iren.


“ tidak lucu, tapi menggelikan” Jawab iren dengan wajah datar


“ Yang lebih menggelikannya lagi, aku tahu apa yang akan naya pikirkan setelah melihat semua ini, oh ya! Aku tidak tahu jika kalian masih melakukan....


“ sudah cukup iren! Ada hal yang lebih penting yang harus kita bahas” ucap aditya seraya menatap iren


“ aku juga ingin menyampaikan sesuatu” suara iren terdengar semakin pelan saat aditya membereskan sehelai rambut iren yang terlepas dari jepitannya.


Ehemmm....


Roby berdehem seraya memalingkan wajah menatap ke sembarang arah, lalu bertanya apakah ia harus keluar dari sana atau tidak, ia sepertinya senang menggoda pasangan yang sama-sama tidak bisa menerima perasaan mereka sendiri itu.


“ aku tidak keberatan jika kau mau tetap disini” sahut aditya

__ADS_1


“ aku juga tidak masala, kau kan bukan oreng lain roby” ucap iren


“ baiklah, tapi ngomong-ngomong apa aku boleh tahu berkas apa yang kau bawa itu?” tanya roby penasaran, ia sebenarnya ingin bertanya sejak tadi, namun ia segan karna belum memastikan bahwa kehadirannya tidak mengganggu mereka.


“ oh ini! Berkas perceraian” ucap iren yang membuat aditya terkejut


“ iren! “ seru aditya sendu


“ iya tuan! Aku kan tidak bisa terus bersama suami yang selingkuh dengan laki-laki” jawab iren dengan wajah serius


Roby menahan tawa karna menyadari iren tengah mengejek persahabatan mereka, sementara aditya menatap iren lekat.


“ iren! Kau tahu kan itu tidak benar, kami...


Iren menganggukkan kepala sambil tersenyum, membenarkan ucapa roby, tapi itu tidak lantas membuat aditya bernafas lega.


“ tapi kau tidak berniat benar-benar mengajaku bercerai kan! “ ucap aditya memastikan,


Setelah mendengar itu, roby menatap iren dengan serius, ia juga jadi ikut khawatir. Iren melihat ke arah aditya dan roby secara bergantian lau berkata “ sudah jangan pada tegang begitu, tadi ibu menemui ku dan memberikan berkas ini, aku datang untuk... eh...


Iren belum selesai bicara aditya sudah mengambil tindakan, iren sampai menggelengkan kepala melihat ekspresi wajah aditya saat merebut paksa berkas dari tangannya, tapi kemudian ia tersenyum saat melihat aditya merobek berkas itu menjadi beberapa bagian.

__ADS_1


Aditya meletakan sobekan kertas itu dengan kasar sampai menimbulkan suara gebrakan, lalu berkata “ tidak akan pernah ada perceraian di antara kita iren” dengan tegas dan tatapan penuh keseriusan.


“ aku juga berpikiran sama denganmu tuan aditya” ucap iren tak kalah serius


“ lalu kenapa kau membawa surat itu? “ tanya roby penasaran


“ benar! Jika bukan untuk memintaku menandatanganinya, kenapa kau membawanya kemari?” aditya mendukung, ia juga penasaran tentang hal itu.


“ siapa yang tadi memotong ucapan ku? Aku kan belum selesai bicara, sudahlah... Aku membawanya untuk meminta pendapatmu, apakah perceraian memang harus dilakukan atau tidak? Dan apa aku harus menyimpan berkas itu atau tidak? Tapi sekarang semua itu sudah tidak penting lagi, aku sudah mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan ku, dan berkas itu juga sudah kau robek kan! “ tutur iren


“ kenapa kau terlihat menyayangkan hal itu iren, apa kau tidak suka?” tanya aditya


“ tidak! Sebenarnya bukan tidak suka, hanya saja ada tanda tangan putraku yang berharga di sana tuan, lagi pula mendapatkan tanda tangan persetujuan anak dalam surat perceraian kan sangat sulit” ucap iren


“ tidak sulit karna kita tidak akan melakukan hal itu, jangan bahas perceraian lagi karna aku ingin kita....


' hidup layaknya suami istri pada umumnya' hanya batin aditya yang berucap, lidahnya jadi sulit berucap saat ingin menyatakan hal yang paling penting, jantung aditya pun berdebar dengan kencang.


Iren menghela nafas kasar, ia menantikan ajakan aditya, namun ia sadar sepertinya dia yang harus bicara duluan.


“ ayo kita jalani hubungan ini dengan benar tuan” ucap iren seraya menggenggam tangan aditya. Dan aditya pun mengangguk menyatakan persetujuannya.

__ADS_1


Roby yang sudah membaca situasinya akan jadi seperti ini pun diam-diam merekam kejadian yang menurutnya konyol dan mengharukan itu, ia membagi videonya pada yang lain dengan caption “ beri pujian pada roby yang sudah mewujudkan mimpi semua orang, jangan lupa untuk siapkan hati dan jantung kalian untuk menghadapi dua insan yang sebentar lagi akan menyandang status sebagai budak cinta”


__ADS_2