Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Rok sebatas lutut


__ADS_3

Pagi hari saat iren terbangun dari tidurnya aditya sudah tidak ada di sana, hanya ada sebotol minuman berenergi serta secercah kertas di atas nakas yang bertuliskan.


...Selamat pagi sayangku...


...Saat kau membaca surat ini, aku sudah pergi bekerja, aku tidak membangunkan karena kau pasti sangat lelah,...


...Sayang! Aku ingin memberitahukan sesuatu yang sangat penting padamu...


...PDKT TELAH USAI...


...GAWANG TELAH BERHASIL AKU BOBOL...


...Minumlah energi drink yang aku siapkan, karna jika tidak HABISLAH RIWAYATMU....


" Apa maksudnya ini? " tanya iren pada dirinya sendiri,


Iren memilih untuk mengabaikan surat yang tidak jelas dari suaminya itu, ia bersiap diri untuk ke kantor, iren mengenakan pakayan yang sudah aditya siapkan untuknya, walau pun ia sedikit tidak nyama dengan pakayan itu, tapi ia tidak punya pilihan selain memakainya.

__ADS_1


Iren berangkat dengan sopir yang sudah aditya siapkan, setibanya di hotel, ia langsung menjadi sorotan karna menggunakan rok sebatas lutut, bahkan setelah naik ke lantai atas beberapa orang menghentikan langkahnya.


" hai iren! Apa-apaan bajumu itu, kau tahu tidak? Pak adit tidak suka jika ada pegawai wanita yang mengenakan rok diatas lutut" seru iwan, nada suaranya terdengar cemas, tapi pria itu sama sekali tidak melepaskan pandangan matanya dari iren, ia tengah terpesona akan kecantikan iren yang terpancar dari dalam dirinya.


" aku bisa menebak apa yang akan pak adit katakan" seru naya yang juga baru datang,


"dia pasti akan berkata" tatapan matanya saat bicara seolah membanggakan diri karna mengenal aditya dengan baik


" kau ke kantor untuk bekerja atau untuk menjajakan diri, jika kau masih ingin bekerja di sini gunakan baju yang sopan" ucap naya seraya menirukan gaya bicara aditya


" sepertinya kau sangat mengenal pak adit sampai bisa tahu apa yang akan dia katakan" seru iren pada naya


" benar kata iwan dan imas bu, sebaiknya ibu mengganti rok ibu sebelum pak adit lihat, karna kami tidak bisa membantu ibu jika sampai ibu dimarahi lagi" seru aam menimpali


" kalian ini cemas untuk hal yang tidak di perlukan, jangan pikirkan aku, sebaiknya kalian mulai bekerja" seru iren ia hendak melangkah pergi namun tanganya di cengkram oleh iwan


Suara deheman tiba-tiba terdengar hingga mengalihkan perhatian semua orang, aditya keluar dari ruangannya dan menatap dengan wajah kesal, tatapan matanya sudah seperti orang yang hendak melenyapkan lawan, begitu tajam sampai terasa menusuk.

__ADS_1


Mereka berpikir tatapan itu ditujukan pada iren yang memakai rok sebatas lutut, mereka tidak tahu bahwa tatapan aditya tertuju pada iwan, pria yang berani menghentikan langkah iren dengan memegang tangan istrinya itu.


Suara langkah kaki aditya yang berjalan mendekat terasa menggema memenuhi koridor ruangan, iren bergegas melepaskan tangan iwan, ia tak mau memberi alasan pada aditya untuk mengeluh.


Begitu aditya mendekat semua orang menjauh dari iren, mereka lebih memilih untuk merapat ke dinding karna takut kehilangan pekerjaan.


Aditya menunjukan senyum liciknya pada iren, lalu ia berputar mengelilingi iren sambil bersiul, aditya memukul pantat iren lalu berkata " mari masuk ke ruangan ku cantik" kemudian melingkarkan tangan di pinggang iren.


Aditya melirik iwan sesaat sebelum mengajak iren pergi dari sana, senyuman dan tatapan matanya seperti tengah memamerkan bahwa dirinya adalah pemilik dari wanita yang iwan taksir itu.


Sayangnya, iwan sama sekali tidak bisa mengerti apa yang hendak aditya sampaikan lewat tindakannya, pria itu justru berpikir aditya tengah bangga atas tindakanya yang dengan sengaja melecehkan iren, dan beberapa pegawai lain yang menyaksikan hal itu juga berpikiran sama.


.


.


.

__ADS_1


Aditya melecehkan iren? Yang benar saja....


__ADS_2