
Semua orang berkumpul di hadapan maya sambil menundukkan wajah karna merasa malu, wanita tua itu menatap para pekerja di rumahnya dengan tatapan kecewa.
“ apa aku pernah mengeluh saat kalian terus melakukan kesalahan? Apa aku tidak pernah membantu saat kalian dalam masalah? ” tanya maya sendu
“ aku keluar hanya untuk menyerahkan kunci butik, tapi kalian membiarkan iren yang sedang sakit keluar dari rumah begitu saja”
“ maaf nyonya saya tidak melihat nyonya iren keluar, jika saya melihat pasti akan saya cegah” seru seorang pelayan yang memberanikan diri untuk membuka suara
“ saya juga nyonya” seruan itu terdengar di ucapkan secara bergantian
“ ada begitu banyak pelayan dan satu pun di antara kalian tidak ada yang melihat iren keluar dari kamar” ucap maya kecewa, tentu saja ia jadi tidak mempercayai mereka.
“ lapor nyonya, nyonya muda membawa mobil milik nona dea, selain kunci mobilnya, saya sudah mengamankan semua kunci mobil yang lain” ucap kepala pelayan rumah
“ kau tidak mengambil kunci mobil dea? Kenapa? Aku tahu alasannya, karna dea adalah tamu di sini, tapi apa kau tidak memberi tahu dea untuk tidak menggantung kunci di sana? “ tanya maya
__ADS_1
“ sudah nyonya tapi...” pak eka menjeda ucapanya kemudian menatap dea yang duduk di samping maya
“ Maafkan saya tante, saya yang salah, tadi ada montir yang datang untuk memeriksa mobil, saya memintanya untuk menggantung kunci mobil itu di sana setelah dia menyelesaikan pekerjaannya” ucap dea, wanita itu lalu mulai menangis seraya menutupi wajahnya, suara isaknya bisa terdengar, tapi tidak dengan senyuman liciknya, hanya tuhan yang bisa melihat hal itu.
Maya menggeram kesal karena tidak tahu harus menyalahkan siapa atas kejadian ini, sama seperti kepala keamanan yang takut untuk menghubungi aditya dan menceritakan hal ini padanya, wanita tua itu juga tidak tahu bagaimana untuk memberikan kabar ini pada putranya.
Maya menghubungi madam liz dan memberitahukan hal ini, madam liz sengaja tidak memberitahukan kabar ini pada aditya, agar ia bisa menyelesaikan setidaknya pekerjaan penting yang tertunda, walau merasa tidak enak hati, ia hanya bisa mengirim roby.
Roby melajukan mobilnya sambil bertukar kabar dengan petugas keamanan mansion, ia sangat kesal saat mendengar kabar mereka kehilangan jejak karna iren menerobos lampu merah.
Roby bergegas turun dari mobilnya, ia berlari menyeberangi lapangan, melewati lorong yang sepi, hingga tiba di sebuah ruangan kelas.
Wanita yang berprofesi sebagai guru itu mengabaikan roby, kemudian berseru pada murid-muridnya “ kerjakan soal di halaman 35 dengan menggunakan rumus yang ibu jelaskan, jangan membuat kegaduhan, ibu akan segera kembali”
Ibu guru pun keluar dari ruangan, raut wajahnya sangat tidak bersahabat “ ada apa? Aku harap kau menerobos masuk kelas karna masalahnya benar-benar penting “ cara bertanyanya pun ketus
__ADS_1
“ begini ibu guru, jika di izinkan saya ingin membawa arsena pulang, ibunya arsena sedang sakit dan sekarang...
“ dia meninggal” ucap ibu guru menyela
“ jangan sembarangan bicara begitu ibu guru”
“ maaf tuan roby, saya tahu anda orang terhormat di negara ini, saya juga tahu jika arsena adalah murid yang cerdas yang sebenarnya tidak memerlukan pendidikan dini...
Ibu guru menjelaskan bahwa iren pernah memintanya untuk memperlakukan arsena seperti murid lain, karna iren menginginkan arsena hidup dan belajar layaknya anak kecil pada pada umumnya.
Ibu guru juga mengingatkan bahwa sebelumnya ibu guru sudah berbaik hati dengan mengizinkan arsena ikut pulang dengan roby, bahkan sampai membuat arsena tidak masuk selama 10 hari kemarin.
Ibu guru mengatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak bisa lagi membiarkan arsena pulang dan meninggalkan kelas jika itu tidak benar-benar penting,
“perlu anda ketahui! Saya sudah banyak mentoleransi, tapi sekarang tidak bisa lagi, karena jika saya melakukannya lagi, itu artinya saya tidak menjalankan amanah dari ibu iren dengan baik” suara ibu guru melembut saat mengatakan itu.
__ADS_1
Ibu guru mengambil langkah untuk pergi, namun sebelum masuk ke dalam kelas ia berkata “Saya tidak tahu masalah apa yang membuat anda memerlukan arsena, tapi bukankah masalah orang dewasa harus diselesaikan oleh orang dewasa, sebagai orang yang pintar anda seharusnya mengerti tentang hal ini, arsena memang pintar, tapi tidak baik terus mengandalkan anak kecil untuk mengurusi masalah orang dewasa, silakan pergi dari sekolah dan selesaikan masalah anda sendiri, karena saya tidak akan membiarkan arsena keluar sebelum pelajaran hari ini selesai” kali ini ucapannya kembali terdengar tegas.
"Ibu guru oh... Ibu guru, kenapa kau harus begitu tegas pada murid mu, mencari iren tanpa bantuan arsena itu melelahkan" keluh roby yang terpaksa melenggang meninggalkan sekolah