Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Menuntaskan semua rasa rindu


__ADS_3

Aditya pulang dalam keadaan lemas, namun senyumnya mengembang tatkala ia melihat seluruh keluarganya tengah duduk bersama di ruang tamu, menanti kedatangan dirinya.


Iren bangkit dari duduknya kemudian berlari ke dalam pelukan suaminya, aditya menyebut baik pelukan itu, ia bahkan memeluk iren jauh lebih erat, seolah tengah mengisi daya dalam tubuhnya, menumpahkan semua rasa lelah setelah sibuk seharian.


Derap langkah kaki seseorang terdengar bersama seberkas bayangan yang mulai terlihat di beningnya lantai, dea berjalan mendekati, iren melepaskan pelukannya saat dea sudah berdiri di ambang pintu.


“ kenapa kamu bawa dea pulang? “ tanya iren


Aditya menyejajarkan posisi tubuhnya seraya merangkul tubuh iren, ia menatap dea tanpa seutas senyum, melalui kode, aditya meminta dea untuk membuka suara, sementara iren terus melihat raut wajah suaminya itu.


“aku minta maaf atas semua kemalangan yang telah menimpamu, jika saja aku tidak mengenakan david, maka semuanya tidak akan pernah terjadi” tutur dea seraya menundukkan kepala, suaranya begitu sendu mengguratkan sebuah penyesalan


“ Semua sudah terjadi kan! Lagi pula kau hanya mengenalkanku padanya” ucap iren seraya tersenyum


Iren berbalik seraya menggandeng tangan aditya kemudian berseru“ ayo sayang! “


Iren hendak mengajak aditya untuk meninggalkan dea di sana, namun ditya tidak beranjak dari tempatnya, dan hal itu membuat langkah irene terhenti.

__ADS_1


“Ada apa? “ tanya iren


Aditya kembali melirik dea, dan wanita itu pun kembali bicara “ iren! tolong izinkan aku untuk menebus dosaku, biarkan aku membantumu, merawatmu sampai kau sembuh”


“aku tidak sakit! “ seru iren dengan suara yang tegas


“Biarkan saja amih” ucap arsena seraya berjala mendekat,


Arsena menggenggam tangan dea kemudian membawanya masuk, anak itu membawa dea, menuntunnya ke kamar tamu.


Aditya memeluk sang mama seraya berbisik “ apa iren sudah pulih total ma? “


Aditya melepaskan pelukannya bersama dengan helaan nafas lega, ia berbalik menatap roby, lalu menepuk bahu sahabatnya itu seraya bertanya “ kenapa kau masih di sini? “


“ kau mengusir ku? “ roby balik bertanya dengan nada tak senang


“ bukan begitu, hanya saja istrimu terluka, maria dilarikan ke rumah sakit”

__ADS_1


Mendengar itu roby pun bergegas pergi dengan terburu-buru, namun saat ia hendak naik ke dalam mobilnya, roby baru ingat bahwa ia belum bertanya istrinya ada di rumah sakit yang mana.


Roby berbalik dan kembali masuk, ia hendak bertanya namun aditya telah lebih dulu mengirim serlok pada roby.


Roby melihat pesan yang masuk ke ponselnya, ia tersenyum setelah membuka pesan aditya yang berisi lokasi rumah sakit tempat maria di rawat, roby pun tersenyum pada sahabatnya, memeluknya sesaat seraya mengucapkan terima kasih, lalu kembali pergi.


“ Roby ternyata bisa ceroboh juga ya!” ucap maya


“istirahatlah nak! “ ucap maya lagi seraya menepuk bahu sang putra, kemudian berlalu menuju kamarnya.


Kini tinggal aditya dan iren yang masih ada di sana, aditya mendekati iren sampai berdiri di hadapannya, ia menyibakkan rabut iren yang menjuntai menutupi bagian depan tubuh istrinya, lalu menyelipkan poni iren di balik daun telinganya.


“ I love you and I miss you” aditya membisikan kata cinta dan juga rindu pada sang istri.


“ but i want you “ bisik iren lembut


Iren menarik dasi yang aditya kenakan, ia menyeret suaminya ke dalam kamar seperti hewan peliharaan, namun aditya malah tersenyum bahagia.

__ADS_1


Begitu pintu kamar di tutup dengan rapat, aditya langsung menarik sang istri ke dalam pelukannya, ia menatap sang istri dengan lekat, kemudian menautkan bibir mereka dengan lembut.


Ciuman itu semakin lama semakin menggelora, tangan aditya pun tak lagi bisa diam, kedua insan yang sudah lama tidak memadu kasih itu pun menumpahkan semua rasa cinta, menuntaskan semua rasa rindu, hingga terlelap tanpa seutas baju.


__ADS_2