Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
David siapa amih?


__ADS_3

^^^ini nomorku^^^


^^^jangan lupa di save^^^


^^^tertanda dari david^^^


Begitulah isi pesan yang david kirim, iren hanya membalasnya dengan singkat, hanya kata ok dan sebuah emoticon senyum.


" David siapa amih? " tanya arsena yang mengintip ponsel iren


" hanya teman" jawab iren singkat, ia meletakan ponsel di atas nakas, lalu mengajak sang putra untuk tidur.


Meski arsena sudah berbaring, anak itu tak kunjung menutup kedua matanya. Iren menghela nafas melihat sang putra menatap langit-langit dengan tatapan kosong, ini selalu terjadi saat arsena melakukan kesalahan atau ketakutan akan sesuatu hal.


" sena, apa yang terjadi sayang?" tanya iren seraya membelai lembut pucuk kepala putranya itu.


" amih! Apa sena akan disuruh berhenti sekolah lagi? " tanya arsena seraya beralih menatap iren


" Apa gurumu mengeluhkan mu nak? " tanya iren yang dibalas anggukan kepala

__ADS_1


" amih! aku juga ingin hidup dengan normal seperti anak-anak lain, apa salah jika aku bisa menjawab semua pertanyaan yang guruku ajukan" ucap arsena sendu


" Jangan khawatir sayang, amih akan tangani itu, sekarang kau tidur, ini sudah larut" ucap iren lembut,


Ini bukan pertama kalinya terjadi, tapi biasanya arsena akan diluluskan setelah dua sampai tiga bulan, atau paling cepat satu bulan, tapi ini baru satu hari, kenapa kecerdasan sang putra selalu saja membebani guru yang mengajarinya, memikirkan semua hal itu membuat iren tidak bisa tidur.


Setelah melihat arsena terlelap, iren beranjak dari tempat tidur, ia keluar dari kamar, karna sudah larut beberapa lampu ruangan sudah dimatikan, iren duduk di ruang tengah yang gelap, sambil memikirkan jalan keluar untuk masalah putranya.


Di sisi lain, aditya yang baru pulang melihat bayangan seseorang, karna penasaran ia pun mendekati bayangan itu, ia melihat sesosok wanita berambut panjang yang duduk membelakanginya, aditya tengah menatapnya dengan serius mencoba mengenali wanita itu, seketika wanita itu menoleh, membuat aditya terkejut sampai tersungkur kebelakang hingga terduduk dilantai.


" ich... iren.... " geram aditya kesal


" jangan tanya, aku mendadak banyak pekerjaan di hotel" keluh aditya seraya melemparkan tubuhnya ke atas safa.


" kau sendiri kenapa belum tidur?" tanya aditya


" banyak pikiran?" jawab iren singkat


" mikirin butik?" tanya aditya, iren menggeleng

__ADS_1


" mikirin aku?" tanya aditya lagi yang dibalas tatapan tajam


" bercanda ren!" jelas aditya ia bangkit dari duduknya dan meninggalkan iren sendiri.


Pagi menyapa.


Maya melihat iren tertidur pulas di sofa, ia duduk di sisi kosong seraya membangunkan iren.


" kenapa kau tidur di sofa? " tanya maya ketika iren sudah membuka matanya


" tidak sengaja bu" sahut iren seraya mengikat rambutnya


" ren! jangan cemaskan soal sena, kepala sekolah mengijinkannya untuk tetap belajar di sana " ucap maya


" sungguh bu? " tanya iren tak percaya


Maya mengangguk pelan seraya tersenyum, iren senang bukan main, ia berlari ke kamar untuk membantu putranya bersiap.


walau tidak ada cinta di antara aditya dan iren, keluarga itu terlihat harmonis saat sarapan, iren dan aditya merasa cukup dengan apa yang mereka miliki saat ini, karna yang terpenting bagi keduanya adalah, mereka sama-sama menyayangi arsena, dan selalu berdamai pada keadaan.

__ADS_1


Tapi hal itu tidaklah cukup bagi sebagian orang, cinta itu diperlukan dalam keharmonisan, karenanya mengatur siasat sudahlah menjadi kewajiban bagi mereka yang mendambakan cinta.


__ADS_2