Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Baik sekali mereka


__ADS_3

" pak adit! "


Suara seruan dari beberapa orang menghentikan langkah aditya yang hendak masuk ke ruangannya, aditya mengerikan dahinya saat melihat tidak hanya ada beberapa orang melainkan 2 divisi yang menghadap padanya.


" bicara di dalam" ucap aditya


Aditya masuk lebih dulu dan mereka mengikuti dari belakang, sang bos duduk di tempatnya sementara yang lain berdiri di hadapannya dengan kepala yang menunduk.


" ada masalah apa? " tanya aditya, ia melayangkan tatapan tajam pada semuanya dengan pikiran telah terjadi masalah yang sangat besar di kantor itu.


" Maafkan kami pak" ucap mereka serentak sambil membungkuk,


Mereka semua berbondong-bondong keluar dari ruangan itu sampai membuat aditya bengong.


" hah...! Udah.... Gitu aja? Mereka datang hanya untuk minta maaf, tapi maaf untuk apa? " ucap aditya setelah ruangannya kembali kosong.


Aditya tidak bisa konsentrasi karna memikirkan hal itu, tapi mau dipikirkan bagaimana pun, jawabannya tidak bisa ia dapatkan, karna sibuk melamun, pria itu tidak menyadari iren memasuki ruangannya, dan bahkan sudah berdiri di hadapannya.


" adi ini...


Iren menghentikan ucapannya saat melihat suaminya asik melamun, ia menghela nafas berat saat merasa harus membuyarkan lamunan suaminya itu.


Iren mendekati suaminya dan duduk di atas pangkuan aditya, pria itu nampak terkejut, namun kemudian tersenyum seraya melingkarkan tangan memeluk pinggang sang istri.


" kau datang sayangku!"


" Apa yang kau lamun kan?" tanya iren seraya membenahi tatanan rambut aditya yang sedikit berantakan.

__ADS_1


" kau tahu sayang! tadi para karyawan dari 2 divisi datang menghadap, tapi mereka langung pergi setelah meminta maaf"


" apa salahnya dengan hal itu? "


" Masalahnya, aku tidak tahu mereka minta maaf untuk apa? Aku juga jadi tidak tahu harus bagaimana menanggapinya? Aku sudah memikirkan alasan mereka tapi...


" tapi kau tetap tidak tahu jawabannya, benar! " iren meneruskan ucapan aditya dan memastikanya


Iren menghela nafas lega karna masalah yang dipikirkan suaminya ternyata bukan sesuatu yang sulit untuk ia pecahkan, wanita itu mengulum senyum, lalu mendekatkan wajahnya untuk berbisik di telinga aditya.


" mereka minta maaf karna sudah berpikir kau melakukan kekerasan dan juga pelecehan ke padaku" bisik nya


" sungguh!" aditya menjauhkan telinganya untuk menatap istrinya


" hanya itu saja! Mereka minta maaf karna tidak enak hati sudah berpikir buruk tentang diriku, apa mereka itu benar karyawan ku? Baik sekali mereka" lanjutnya


" iya sayang! Ngomong-ngomong, bawel itu nular ya! Setahuku kau bukan tipe oreng yang suka banyak bicara" ucap aditya


" memangnya siapa yang bawel? " tanya iren, matanya menatap dengan penuh selidik


" Roby lah, siapa lagi memangnya"


Di tempat nan jauh di sana, roby tengah mengumpat karna telinganya mendadak panas.


Iren bergegas bangkit saat menyadari tatapan suaminya mulai berubah, ia juga merasakan pergerakan ular kobra yang bangun dari tidurnya, karna sesungguhnya iren sudah mengerti maksud aditya memberinya minuman berenergi, menyiapkan rok dan bukan celana, serta arti dari surat yang lebih terkesan seperti ancaman, yang pasti ia tidak ingin di serang lagi.


" kenapa kau menjauh dariku? " tanya aditya, ia binggung melihat iren bangun dan bergegas menjauhinya

__ADS_1


" sesuatu di bawah sana menusuk" ucap iren


" hahaha... kau ini ada-ada saja! Ular itu bukankah kau yang membangunkanya, ingat alasanku membuatmu memakai rok, agar kau tinggal duduk di pangkuanku dan aku tinggal membuka resleting celana lalu menusuk dirimu sampai kau terkapar nikmat"


" adi....! " keluh iren manja, ia merasa malu mendengar penuturan suaminya, padahal ia sudah mendengar hal itu saat makan siang di kamar tadi.


Hahaha....


Aditya tertawa dengan begitu lepas, tawanya sampai menggema di ruangan itu.


" kemari mendekat padaku iren" ucap aditya setelah puas tertawa, iren menggelengkan kepala untuk menolak perintah suaminya itu.


" Aku tidak akan menyerangmu" pria itu mencoba meyakinkan iren, namun iren tidak mau percaya, karna itu ia hanya maju beberapa langkah dan membiarkan meja kerja aditya menjadi penghalang jarak diantara keduanya.


" kau datang keruanganku karna rindu atau ada masalah lain? " tanya aditya, tatapanya itu seperti tak habis pikir bahwa istrinya sampai ketakutan akan disenangkan lagi.


" saya datang untuk melapor bos, saya mendapat laporan bahwa ada buaya di danau belakang resort yang tengah di renovasi, dan ada pekerja yang menjadi korban, saya butuh tanda tangan untuk mengurus hal itu" ucap iren menjelaskan, ia tengah berperan sebagai asisten ceo yang profesional.


Aditya membaca dokumen itu lalu menandatanganinya, ia memberikan dokumen itu lalu berkata " aku akan menemanimu"


" itu tidak perlu bos, sebentar lagi ada rapat" ucap iren


" ah... benar! Tapi rapat bisa di tunda kan! "


" Adi... Biarkan aku bekerja ok! Aku akan kembali sebelum malam, aku janji" ucap iren


Iren sepeeti paham betul isi pikiran aditya, pekerjaan di sana tidak akan cepat selesai jika aditya ikut, sebagai gantinya, iren mencium aditya sebelum meninggalkan ruangan.

__ADS_1


__ADS_2