Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Maria


__ADS_3

" maria! "


"iren! "


"sedang apa kau disini? "


Kedua wanita itu berseru dengan begitu kompak, keheningan pun terjadi untuk sesaat, iren memperhatikan penampilan maria yang hanya terbalut handuk dangan rambut yang basah seperti habis mandi, kemudian beralih memperhatikan aditya yang bersembunyi di belakang punggungnya seperti anak kecil yang ketakutan.


" siapa dia sayang? " tanya aditya


" kurang ajar! Kau masih saja menatapku" seru maria saat melihat aditya mengintip dari balik punggung iren


" aditya tutup matamu" aditya langsung menutup mata setelah mendengar perintah dari sang istri.


" maria masuklah ke kamar, pakai bajumu, lalu kita bicara" maria mengangguk dan menuruti ucapan iren


" sayang, sepertinya aku mencium bau terbakar" ucap aditya seraya keluar dari persembunyianya,


perkataan itu membuat iren bergegas lari ke dapur, aditya pun mengikuti iren.


" aku jadi lupa mematikan kompor karna mendengar suara jeritan wanita" ucap iren, ia baru saja mematikan kompor, helaan nafasnya itu membuat aditya gusar.


" sayang! " aditya memeluk iren dari belakang


" kau tidak berpikir buruk tentangku kan! sungguh sayang, aku tidak tahu kalau ada wanita di sana, jika aku tahu aku tidak akan membuka bajuku" ucap Aditya penuh penyesalan.

__ADS_1


Iren melepaskan diri dari pelukan aditya seraya berkata " sudahlah aditya, aku tahu ini bukan salahmu, aku percaya kamu suamiku" lalu mencubit gemas hidung aditya yang mancung


" hei sayangku! Kenapa kau melepaskan diri? Apa kau begitu tidak suka aku peluk" ucap aditya, ia berusaha mencairkan suasana dengan mengajak iren bercanda


" aku suka dipeluk, apalagi kalau dari belakang seperti tadi, hanya saja di bawah sana menusukku" aditya melihat ke arah benda keramatnya, lalu menutupi benda yang terlihat menonjol itu dengan tangan, kedua insan itu pun kemudian terkekeh bersama.


" ini semua karna kamu sayangku! " ucapnya menggoda


" karna aku atau karna melihat wanita cantik habis mandi? " tanya iren, ia tidak serius dengan ucapanya, tapi aditya menanggapinya dengan serius sampai membuatnya jadi terdiam.


Iren yang memperhatikan suaminya itu mengerti, hati suaminya pasti tersentak karna ucapanya, bahkan ekspresi wajahnya bisa terbaca dengan mudah.


Iren membelai lembut pipi kanan aditya, kemudian mendaratkan kecupan di sisi lainya, lalu berkata " jikapun itu benar aku tidak akan marah adi, karna aku tahu itu sudah mendaji kodratmu sebagai pria, justru akan menyeramkan jika anumu berdiri karna melihat laki-laki tidak pakai baju, hihihi"


Iren menggeleng, aditya menarik pinggang iren lalu membawa sang istri dalam pelukanya, jantung keduanya semakin berpacu bersama dengan tatapan yang semakin dalam.


" kau harus menghiburku sayang, suasana hatiku sedang tidak baik" ucap aditya


" aku harus apa agar kau tidak lagi gusar sayang? " tanya iren seraya membelai rambut aditya


Aditya tersenyum kemudian berkata " cium aku"


" tadi kan udah" aditya menghela nafas kasar


Iren mengecup singkat bibir aditya, tapi ekpresi aditya tidak berubah, ia malah berkata " aku minta cium iren"

__ADS_1


" udah kan! "


" itu yang kau sebut ciuman? " iren mengangguk


" aku akan mengajarkanmu caranya mencium yang benar" ucap aditya, salah satu tanganya yang semula melingkar di pinggang berpindah memegang bagian belakang kepala iren, ia hendak mencium iren namun tidak jadi karna melihat iren menggeleng.


" kenapa? " tanya aditya bingung


" ada maria di sini, bagaimana jika nanti dia melihatnya" ucap iren cemas


" dia sedang pakai baju kan! Dia tidak akan cepat keluar karna aku tahu! Wanita itu dandanya lama" ucap aditya


Aditya kembali menekan kepala iren untuk mendekat, sampai sebuah suara terdengar berseru " iren! "


Iren menahan bibir aditya, bukanya saling berciuman keduanya justru mencium tangan iren yang menghalangi di tengah-tengah.


" singkirkan tanganmu iren! " ucap aditya tegas


" iren! kau dimana? " seruan itu kembali terdengar


Walau iren tidak menjawab pun aditya sudah tahu, iren tidak akan mau berciuman karna wanita yang bernama maria itu.


Aditya melepaskan pelukan, namun iren kembali mendaratkan ciuman singkat di bibir aditya, lalu berkata " cepat pakai bajumu"


" dasar curang" ucap aditya seraya mengusap kasar rambutnya yang lebat

__ADS_1


__ADS_2