
Aditya menemui nenek laksmi dan keluarga candra lainnya di ruang tamu, begitu aditya mendudukkan diri, mereka langsung mengeluarkan berkas-berkas yang mereka bawa.
“ apa ini? “ tanya aditya
“ surat pengalihan nama saham milik nenek yang memang sudah dipersiapkan sebagai hak mu” ucap nenek laksmi saat aditya mengangkat map berwarna merah
“ Surat kuasa dari saham bibi” ucap sonya menjelaskan saat aditya mengangkat map berwarna hijau
“ surat kuasa atas pengelolaan perusahaan farmasi industri” ucap dawin menjelaskan saat aditya mengangkat map berwarna kuning
“ yang itu surat kuasa pengelolaan rumah sakit” ucap steven menjelaskan, padahal aditya sama sekali tidak mengangkat map berwarna biru yang steven berikan.
“ lalu apa maksudnya semua ini? Aku hanya menyatakan diri untuk masuk ke keluarga candra, tapi bukan berarti aku akan jadi pewaris dari keluarga candra“ ucap aditya
“ sekarang atau nanti kan sama saja kak ” ucap steven
“ ini berlebihan nek, lagi pula cucu nenek kan bukan hanya adi, steven juga cucu nenek” ucap aditya
“ Aku sudah cukup puas nek, jangan khawatirkan aku” ucap steven ketika nenek laksmi menatapnya.
“ sudah lah nak, terima saja semua tanggung jawab itu, lagi pula sena sangat senang karna akan menjadi putra konglomerat” seru dawin
“ iya adi, pamanmu benar” sonya mendukung suaminya
“ tapi kalau semuanya di berikan padaku, lalu kalian mau apa? “ tanya aditya seraya melempar tatapan menyelidik
“ ya tentu saja pensiun! “ seru nenek laksmi, dawin, dan sonya kompak
“Apa kalau juga mau pensiun dini? “ tanya aditya pada steven yang tidak ikut berseru
“ tentu saja tidak kak! Aku akan menjadi dokter” ucap stevan
“ bukankah kau memang sudah jadi dokter hah? “ tanya aditya heran
“ iya kakak benar, tapi bukan seperti yang aku mau” jawan steven
“ lalu maumu bagaimana? “ tanya aditya
__ADS_1
“Aku mau mengobati pasien seperti dokter pada umumnya lah” jawab steven
“ memang selama ini di rumah sakit kau tidak mengobati pasien? “ tanya aditya
Steven menggeleng seraya berkata “ tidak! Selama ini namaku saja yang Drs. Stevan candra Sp. Bs. Tapi aku hanya membantu operasi besar saja, selebihnya sibuk mengurus tumpukan dokumen rumah sakit”
“ Jadi? “
“ Jadi aku ingin bertanggung jawab mengurus pasien juga lah kak, tujuanku menjadi dokter kan memang untuk itu, sia-sia aku kuliah kedokteran selama 9 tahun, kalau pada akhirnya aku hanya mengurus tumpukan dokumen” tutur stevan
Aditya kalah, ia tidak bisa lagi membantah ucapan stevan, wajah adik sepupunya yang memelas itu membuat aditya menghela nafas kasar, tak ada sedikit pun celah untuknya menghindar dari posisi pewaris keluarga candra, dan itu sungguh membuatnya frustrasi.
Aditya sudah bisa membayangkan kesibukannya nanti, sampai satu nama terbesit dalam benaknya, seolah membangkitkan semangatnya yang menyusut sebelum perang.
“ mam, aku ingin mengganti madam liz dengan roby” ucap aditya, ia akan merasa sedikit lega jika bisa mengganti madam liz.
“ tidak bisa adi” seru roby yang kemudian ikut duduk diantara mereka
“ harus bisa roby, jika kau tidak mau, kau bisa membuat surat pengunduran diri” ucap aditya mengancam
Roby mengingat percakapannya dengan madam liz, saat itu madam liz mengatakan pada roby bahwa ia diceraikan karna pekerjaannya, dan tidak bisa menikah lagi pun karna pekerjaannya itu, ia tidak mau apa yang di alami madam liz terjadi pada pernikahannya juga, membayangkannya saja membuat tubuh anak mafia itu bergetar hebat.
Karna alasan itu roby menolak dengan keras jabatan itu, terlebih aditya yang menjadi big boss-nya, saat menjadi asisten aditya yang menjabat sebagai ceo saja membuatnya kesulitan untuk pacaran, apa lagi nanti, membayangkannya saja roby enggan.
Yang dibicarakan tiba-tiba muncul, madam liz terlihat berjalan memasuki rumah.
“ iren sayang.... Sena anak papi yang ganteng, kalian di mana? “ teriak aditya seraya bangkit dari duduknya, pria itu setengah berlari menaiki anak tangga, meninggalkan sekumpulan orang yang masih duduk manis di sana.
.
.
.
.
Nah loh... Aditya kenapa tuh?
__ADS_1
Jangan-jangan aditya takut sama madam liz, tapi kenapa?
Nantikan terus ceritanya....
Jangan lupa like biar author tetap semangat kasih up 4 bab di hari minggu, dan tekan ❤ kalau kalian suka ceritanya, kritik dan saran boleh utarakan melalui komentar, ga akan ada yang larang.
Makasih untuk vote dan hadiahnya juga reader....
See you next time... 👋
Salam dari author...
⠀ 。゚゚・。・゚゚。
゚。 。゚
゚・。・゚
︵ ︵
( ╲ / /
╲ ╲/ /
╲ ╲ /
╭ ͡ ╲ ╲
╭ ͡ ╲ ╲ ノ
╭ ͡ ╲ ╲ ╱
╲ ╲ ╱
╲ ╱
︶
__ADS_1