
" kenapa kita tidak menggabungkan meja saja" ucap ike seraya melirik aditya
" Mas adi akan makan siang, dan kita akan membicarakan pekerjaan jadi sebaiknya kita tidak duduk bersama"
Aditya yang duduk membelakangi iren pun tersenyum mendengarkan panggilan barunya, ia ingin melihat wajah iren tapi bahkan dinding kaca dihadapanya pun hanya memantulkan wajah ike dan hal itu membuat aditya kesal.
" Baiklah nona iren, jadi bagaimana tawaranku untuk menjadikan butik mu sebagai sponsor, apakah kamu menyetujuinya? " tanya ike
" Aku ingin tahu apa yang akan kami dapatkan jika kami bekerjasama dengan anda? " tanya iren dengan serius
"menjadi sponsor kami itu berarti ike hanya akan mengenakan semua baju yang anda sediakan, di setiap acara dan iklan yang kami lakukan, hal itu bisa menjadi promosi berjalan bagi butik kalian" Asisten ike yang menjelaskan
" jika nona ike akan memakai pakayan produksi kami, apakah kalian juga akan menjamin setelah baju itu dikembalikan baju itu akan laku dipasaran?" tanya iren
Ike melirik asistennya, ini tidak pernah terjadi sebelumnya karna itu ike tidak pernah memikirkannya, ike beranjak melirik dea dengan penuh tanya, tapi dea hanya mengangkat bahu, ike jadi kesal, pasalnya dea lah yang pertama mendekatinya dan membujuknya agar mengajukan permintaan untuk jadi sponsor.
Melihat kliennya kesal dea pun mulai bicara " Pasti laku miss, nona ike adalah aktris yang cukup populer, penggemarnya juga banyak, selain itu beliau juga termasuk top model" Dea berpikir iren tidak cukup mengerti tentang hal seperti ini.
Ike tersenyum mendengar dea memujinya, dalam hati ia berharap aditya juga mendengar pujian itu, ia ingin membanggakan dirinya dihadapan aditya.
__ADS_1
" iya! top model, dalam negri saja" nada bicara iren terkesan mengejek
"dia akan memakai gaun butik kita tanpa membelinya, dan itu disebut sebagai promosi berjalan, aku tahu hal itu dea" lanjut iren
Irene melipat tangan di dada kemudian bertanya pada Ike " nona ike, jika saya memberikan anda pakaian bekas dipakai oleh artis lain, atau pakayan yang tidak laku terjual di butik, apakah anda akan menerimanya? "
"Tentu saja tidak! Kenapa aku harus memakai seperti itu" jawab ike cepat
" kalau begitu aku akan menolak tawaran untuk menjadi sponsor" ucap iren tegas.
"kenapa anda menolaknya miss? " tanya dea tak percaya, ike dan asistennya saling melirik dan menantikan jawaban iren
" omong kosong! Kau memang tidak berniat menjadi sponsor kami kan! Akui saja" ucap ike yang tersulut emosi, ia merasa ucapan iren itu tidak masuk akal
" kenapa kau marah? apa kau merasa tidak seterkenal itu untuk membantu kami mempromosikan baju yang tidak laku dijual" jawab iren, ia masih bicara dengan santai
" miss! maaf tapi ucapan anda itu keterlaluan" sahut dea
" dengar dea, menjadi orang yang terkenal tidak membuat mereka serta merta bisa melakukan segalanya, ketenaran itu seperti awan di langit, memang tinggi tapi tidak selalu ada, siapa yang akan menjamin ike akan tetap berdiri di atas awan, bukan tidak mungkin ia akan terdorong jatuh oleh orang yang lebih muda dan lebih baik, jika itu terjadi, jika itu terjadi dan pakayan yang dia pakai tidak bisa kita jual Itu adalah sebuah kerugian besar, siapa yang akan menanggung kerugian itu"
__ADS_1
Iren bicara panjang lebar tanpa mengerti dengan jelas apa yang sebenarnya ia ucapkan, tujuannya hanya satu, untuk menolak menjadi sponsor bagaimana pun caranya.
"tapi miss....
Iren mengangkat tangan meminta dea untuk tidak melanjutkan ucapannya, ike membuang muka, ia enggan menatap iren.
"aku akan menawarkan hal lain untukmu sebagai gantinya, kau bisa membeli gaun dari butik kami secara eksklusif, dan aku akan memberikan aksesnya, dengan begitu kau hanya tinggal menunjuk gaun yang kau inginkan, kami akan menjualnya padamu lebih dulu meskipun ada orang lain yang memungkinkan gaul itu, bagaimana? " iren mencoba untuk bernegosiasi
"Aku tidak mau, miss irenia lake, dengar! Kau itu benar-benar orang yang sombong, butik kalian tidak sebagus itu sampai aku ingin membeli baju secara ekslusif, aku tidak mengerti dari mana kau memiliki kesombongan itu, statusmu bahkan lebih rendah dariku" ucap ike dengan nada kesal
" benar! memangnya kau pikir kau siapa?" asisten ike ikut mempertanyakan iren
Aditya memukul meja karna kesal mendengar ocehan ike dan asistennya, ia berdiri kemudian menggeser kursi yang tadi ia duduki, aditya memegang pundak iren lalu berkata " dia adalah seorang nyonya muda dari keluargaku, iren memulai karirnya dari titik terendah, jika dia mau butik itu sudah akan menjadi gedung pencakar langit sejak 7 thn yang lalu, dia lebih layak untuk menjadi sombong jika dibandingkan dengan dirimu yang mengorbankan tubuh demi kesuksesan"
Ike menatap adirya dengan amarah yang membuncah, ia beranjak dari duduknya, lalu menarik asistennya untuk pergi dari sana.
Iren mendongak menatap aditya yang berdiri di belakangnya, ia tidak percaya aditya membela dirinya
Cieee... yang marahin mantan demi iren....
__ADS_1
owhh... sweet banget si....