
Nenek laksmi 75 tahun, dawin 54 tahun, sonya 51 tahun dan stevan 28 tahun, mereka adalah anggota keluarga candra yang tersisa.
Mereka mendatangi kediaman aditya dengan semangat membara, nenek laksmi bahkan langsung memeluk maya yang menyambut kedatangannya pagi itu.
“ ada apa ibu? “ tanya maya seraya melepaskan pelukan
“ terima kasih, kau sudah mengizinkan aditya kembali menyandang nama candra di belakangnya” ucap nenek laksmi, ia sangat senang sampai menitikkan air mata.
“ mmm... Jadi aditya sudah mengatakanya” ucap maya
“ aditya candra mengirim pesan tengah malam, tapi aku baru membuka pesannya dini hari tadi, aku sangat senang saat membacanya kakak ipar, sungguh, terima kasih” ucap sonya yang kemudian memeluk maya
“ dengan begini putraku benar-benar bisa menggapai mimpinya untuk jadi dokter seutuhnya” ucap dawin senang
“ bibi, aku paling cinta dirimu” ucap stevan,
Sonya yang cemburu mencubit lengan putranya itu dengan gemas, sampai stevan meralat ucapannya “ bibi aku paling cinta kau setelah ibu, ayah, dan nenek, puas! ”
Arsena tengah menuruni tangga saat mereka tertawa bersama.
“ apa dia arsena? “ tanya dawin yang diangguki oleh maya
“ dia sangat mirip dengan aditya” seru sonya
__ADS_1
“ Ada apa ini? Kenapa keluarga candra berkumpul disini? “ tanya arsena seraya mendekat
“ hai kau ini! kenapa cara bicaramu seperti bukan bagian dari kami saja” protes nenek laksmi.
“ Memang bukan! Kecuali jika papi,,, tunggu...
Arsena menyadari sesuatu saat melihat senyum semua orang.
“ apa papi akan kembali memakai nama candra di belakang namanya? “ tanya arsena memastikan.
Semua orang mengangguk sambil tersenyum, membenarkan dugaan arsena, mata anak itu pun berbinar, ia melompat-lompat kegirangan sambil berseru “ yeyyy....! Aku jadi anak konglomerat “
Semua orang tertawa melihat tingkah lucunya, sampai dawin mengangkat arsena dalam gendongannya lalu bertanya “ ok! Anak konglomerat, di mana papimu sekarang? “
“ masih tidur di kamar” jawab arsena
“ iren pasti sudah membangunkannya, aku akan memintanya turun” ucap maya seraya berlalu.
“ Aditya! “
“ Adi.... Jangan terus bersemedi di dalam kamar, cepat keluar” teriak maya seraya menaiki anak tangga
“ Adi kau sedang apa? Cepat turun nak! “ ucap maya seraya mengetuk pintu.
__ADS_1
“ apa anak itu masih tidur” gumam maya pelan
“ Aku akan keluar sebentar lagi mama” seru aditya dari dalam kamarnya
“ kenapa suaranya terdengar kesal begitu, apa anak itu kesal karna aku membangunkannya? ” gumam maya lagi,
“ Bergegaslah, semua orang sudah menunggumu, oh ya! Apa iren di dalam? “ ucap maya kemudian
“ iya! Nanti kami akan turun bersama” ucap aditya seraya membuka pintu.
“ hei kau baru bangun? Apa iren tidak membangunkanmu? “ tanya maya ketika melihat penampilan putranya berantakan
“ iren sudah membangunkanku, tapi aku jadi kesulitan menidurkannya” jawab aditya pelan
“ kau bilang apa nak? “ tanya maya yang tidak mendengar ucapan aditya dengan jelas
“ tidak ada, memangnya aku bilang apa? “ elaknya seraya berlalu, pria itu hendak pergi ke kamar sebelah
“ hei adi! “ maya menghentikan aditya yang hendak masuk ke kamar lain
“ kau itu bukan arsena, tapi kenapa kau memakai bajumu dengan terbalik begitu? ”
Aditya tidak menjawab pertanyaan maya, pria itu malah bergegas masuk ke dalam kamar, jika dia adalah wanita, rona merah di pipinya pastilah lebih merah dari blush on.
__ADS_1
“ dasar! Kenapa kau pakai acara bangun lagi hah? “ keluh aditya pada senjatanya sendiri, padahal senjata itu kembali bangun karna ia mengingat kemesraannya bersama iren.
Sementara itu, maya menggelengkan kepala tak habis pikir dengan kelakuan putranya, ia juga mengeluh “ dasar anak itu! Padahal dia sudah jadi ayah, tapi pakai baju saja bisa sampai terbalik begitu, dia itu kan bukan lagi anak kecil” dengan helaan nafas berat.