Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Pesta vol.2


__ADS_3

Aditya hendak berdiri untuk memberi sambutan, namun ia kembali duduk setelah melihat arsena menapaki anak tangga menuju panggung, ia tersenyum melihat putranya berdiri di hadapan banyak orang tanpa rasa takut.


" Berhenti menatapku paman" pinta arsena pada pembawa acara


" Maaf nak, tapi kau? " tanya pembawa acara


Arsena diam tak menjawab, namun ia menadahkan tangan, meminta pembawa acara memberikan mik padanya.


Pembawa acara itu jadi bingung, ia menoleh menatap aditya seolah bertanya apa yang harus ia lakukan.


Aditya menganggukkan kepala, memberi isyarat agar pembawa acara menuruti keinginan arsena.


Pembawa acara itu memberikan mik pada arsena setelah melihat kode dari aditya, ia tersenyum seraya memberi semangat pada arsena yang terlihat menarik nafas panjang.


ehemmm...


Arsena berdehem untuk menetralisir kegugupannya, ia kemudian melambaikan tangan seraya menyapa " Hi"


Para tamu tersenyum melihat tingkah lucunya, mereka menanti apa yang hendak anak kecil itu katakan.


Di antara para tamu yang hadir, ada pula yang tengah duduk dengan tegang, siapa lagi jika bukan dea dan naya, kedua wanita itu masih penasaran tentang sosok kecil yang berdiri disana.

__ADS_1


" Maaf papi posisimu sebagai tuan muda keluarga candra kini sudah tidak berlaku, karna sekarang posisi itu adalah milikku" Aditya mengangguk seraya tersenyum mendengar penuturan putranya itu.


Sontak saja hal itu membuat semua perhatian tertuju pada keduanya, terlebih tindakan aditya yang terlihat seolah membenarkan ucapan arsena, ada yang berbahagia dengan hal itu, namun ada pula yang terluka dan menjadi gusar.


" Sejujurnya aku tidak tahu harus berkata apa, tapi satu hal yang pasti, semua kesuksesan yang telah dicapai sampai kini, tidak lepas dari kontribusi kalian, entah itu dalam bentuk modal maupun kerja keras para pegawai, untuk itu aku ucapkan selamat ulang tahun pada candra grup, selamat menikmati pestanya"


Arsena mengambil gelas yang diantarkan oleh aditya, ia mengangkat gelas itu ke udara kemudian berkata " bersulang untuk kesuksesan candra grup di masa mendatang" lalu meneguk jus itu sedikit.


Arsena juga bersulang dengan papinya yang kala itu masih berdiri di bawah panggung, tepat di hadapannya.


Beberapa kolega bisnis pun beranjak dari duduknya, mereka mendekati aditya untuk bersulang bersamanya dan sedikit berbincang-bincang, aditya tidak ragu untuk mengenalkan putranya pada semua.


" hai, kenapa kau hanya diam, pergi dan berbaur lah bersama suami dan putramu sana" ucap laksmi dengan suara khasnya, lantang dan tegas.


" tidak nek" tolak iren seraya menggelengkan kepala


" kenapa? Apa lutut mu juga sakit sama sepertiku? Kau itu sudah menikah dengan cucuku, sudah punya anak pula, jadi belajarlah untuk terbiasa dengan pesta semacam ini, kedepannya kau harus menemani aditya untuk menghadiri pesta"


Iren mengangguk patuh, ia tahu betul sifat nenek mertuanya itu, jika laksmi sudah meminta sesuatu, ia tidak akan berhenti bicara sebelum keinginannya terpenuhi.


"Anak itu masih belum mencintai aditya kan? " tanya laksmi setelah iren pergi

__ADS_1


" aditya juga sama saja bu!" sahut maya seraya menghela nafas kasar


" itulah sebabnya aku memintamu membatalkan rencana, bagaimana dengan sena? "


" sena juga ingin kedua irang tuanya bersatu"


" tentu saja, aku lihat sena anak yang pintar"


" dia juga cukup pengertian"


" yang penting dia tidak jahil seperti ayah mertua dan juga suamimu"


.


.


.


.


Mohon maaf nenek laksmi, berharap arsena tidak jahil itu aga....

__ADS_1


__ADS_2