
"Lagi-lagi dia melihatku dalam keadaan seperti ini" ucap aditya seraya masih memegang handuk,
Aditya menyesali apa yang sudah ia lakukan, kenapa handuk yang seharusnya Ia lingkarkan di pinggang justu ia gunakan untuk mengeringkan rambut, andai waktu bisa ia ulang, atau andai aditya bisa tahu iren akan masuk, mustahil ia akan membiarkan hal memalukan ini terulang untuk yang ke dua kalinya.
Aditya masuk ke dalam wardrobe, ia sedikit terkejut melihat pakai wanita berjajar rapih bersama pakayanya, yang membuat aditya bingung adalah, jika pakayan itu milik iren kenapa hanya ada dress dan lingering, jelas iren bukan tipe wanita yang mengenakan tipe pakayan itu, jika bukan milik iren lalu milik siapa? Nyonya maya? Itu lebih tidak mungkin karna style pakaiannya lebih kepada anak muda.
Aditya tak mau ambil pusing dengan hal itu karna ia tahu siapa yang melakukannya, ia mengenakan pakayan tidurnya seraya terus melirik lingerie yang tergantung di sana, ia merasa terganggu dengan yang satu itu.
Aditya lalu mengecek ke luar kamar, kalau-kalau iren masih menunggunya di sana, dan ternyata benar, irene masih berdiri dengan mengenakan kimono handuk sambil bersandar di dekat pintu,
" Ada apa kau mendatangi kamarku?" tanya aditya seraya mempersilahkan iren masuk
" Pak eka bilang pakaianku ada di dalam almari mu, makanya aku datang untuk mengambil baju tidurku" ucap iren menjelaskan
"Nenek akan menginap selama beberapa hari, jadi sepertinya kita harus tidur satu kemar, jadi kau tidur saja di sini" ucap aditya memberi tahu
" bagaimana tuan bisa tahu hal itu? " tanya iren
" aku tidak sengaja mendengar percakapan ibu dan nenek" jawab aditya
Aditya hendak duduk namun teringat dengan lingerie, ia bergegas menghentikan iren yang hendak masuk ke dalam ruang ganti.
" Ada apa? " tanya iren bingung
__ADS_1
"ehemmm.... iren itu,,, karna kau akan tidur di kamarku, aku yang akan memilihkan baju tidur untukmu" ucap aditya beralasan,
" Kenapa begitu? "
" kenapa begitu? Ya... karna aku tidak mau kau memakai pakayan seksi" ucap aditya, ia melarikan diri masuk ke dalam ruang ganti setelah mengatakan itu,
" ya ampun! Sebenarnya apa yang tuan pikirkan?" tanya iren pada angin
Di dalam ruang ganti, aditya pun tengah bicara sendiri " jangan sampai iren melihat ini, atau dia akan mengatai ku mesum, walau tidak yakin iren akan memakai ini" tanganya bergerak mengumpulkan lingerie dalam box.
" tuan, apa masih lama? "
Mendengar iren sudah berteriak dari luar aditya pun bergegas mencari baju tidur, ia ingat pernah membeli baju tidur panjang, ia sampai membuka satu persatu box yang ada di bawah rak baju, tempat dimana ia meletakan baju-baju lamanya.
Aditya keluar dari kamar agar iren bisa leluasa mamakai pakayannya, ia menggunakan waktu itu untuk menghubungi roby sang sahabat sekaligus asisten terbaiknya.
Aditya: hallo rob, bawakan baju tidur untuk iren
Roby: Baiklah, berapa pis?
Aditya: satu kodi
Roby: asiapppp.... Apa ada yang lainnya?
__ADS_1
Aditya: ah ya! bawakan juga stocking legging hitam, bahanya harus aga tebal dan tidak transparan
Roby: maaf tuan, tapi setahu saya stocking legging itu tidak ada yang tebal dan tidak transparan
Aditya: ada, coba kau cari dulu
Roby: baiklah...
Roby memutuskan sambungan telepon lebih dulu, ia menatap beberapa gadis cantik yang tengah duduk bersamanya kemudian menghela nafas kasar, lalu berkata " sory ladys, kaisar memberi perintah dan sang ajudan pun terpaksa harus pergi"
" jika aku tidak salah dengar tadi kau menyebut stocking legging tebal dan tidak transparan " roby mengangguk mengiakan
" aku akan membantumu untuk mendapatkanya, tapi puaskan aku malam ini"
" oke deal" Seru roby dengan penuh semangat serta seringai liciknya.
.
.
.
.
__ADS_1
Ohooo... Apa roby seorang kasanova?