
Seorang wanita duduk bersandar di atas tempat tidurnya, ia merasa lelah entah karna apa? Ada rasa yang begitu menyesakkan yang membuatnya ingin menitikkan air mata, ia menatap asing seisi ruangan itu.
“ aku ada di mana? “ tanyanya yang kemudian bangkit dari tempat tidur
Wanita itu berjalan mendekati dinding yang berhiaskan beberapa foto, ia menatap dalam beberapa foto wanita yang tengah menggendong anak kecil, di foto itu keduanya terlihat bahagia sampai sudut bibirnya tertarik mengulum sebuah senyuman.
Wanita itu beralih pada foto lain, ia juga tersenyum melihat foto pria tampan yang ada di sana, tangannya bahkan refleks menyentuh lembut foto itu.
Suara pintu yang di buka terdengar bersama sebuah seruan, tapi ia enggan berpaling dari deretan foto itu, ia merasa tidak asing dengan apa yang dilihatnya, tapi di sisi lain ia juga tidak mengingat orang-orang yang terlukis dalam foto, hanya saja! Senyuman di foto itu membuat hatinya merasa tenang.
Seseorang memaksanya berbalik dengan kasar seraya berseru “ iren! Aku memanggilmu dari tadi” kesal, nada bicara dan wajahnya terlihat kesal.
“ iren? Siapa iren? “ tanya wanita itu,
Wanita itu mengabaikan segalanya saat tatapannya beralih pada cermin di meja rias, ia menatap asing dirinya dari cermin, tangannya terulur seolah inggin menggapai pantulan cermin itu.
“ wanita di foto itu aku? It's me? “ wanita itu mencoba mengingat siapa dirinya.
Kepalanya berdenyut dengan dengan begitu hebat, ia sampai memegangi kepala yang terasa ingin pecah itu dengan kedua tangannya, mencengkeramnya dengan kuat, namun rasa sakitnya tidak juga berkurang.
__ADS_1
“ ahhh...” ia mengaduh sampai meneteskan air mata
Dia menjatuhkan dirinya sampai terduduk di kursi rias, mencoba untuk menenangkan rasa frustrasi karna tak bisa mengingat tentang dirinya sendiri.
Perlahan rasa sakit itu berkurang, ia bangkit dari duduknya, kemudian membuka satu persatu lemari dan laci yang ada di ruangan itu untuk mencari sesuatu.
Wanita itu tersenyum saat menemukan sebuah tas, ia mengeluarkan dompet dari dalam tas itu, senang rasanya bisa menemukan apa yang dia cari.
“ irenia lake, aku irenia lake, namaku irenia lake” ia membaca kartu identitasnya sendiri dengan riang, lalu mengecup kartu itu, kemudian tertawa sambil meneteskan air mata.
“ Iren! “ seru seorang wanita yang sejak tadi diam memperhatikan
“ kau siapa? “ tanya iren, wajah wanita itu sangat cantik, tapi entah kenapa ia membenci wanita itu, apalagi senyumannya yang seperti memiliki niat jahat.
“ kenapa kau bersikap seperti ini iren? “ tanya dea dengan air mata yang mulai jatuh membasahi pipi
“Dea? Jadi namamu dea, dan kau bilang apa tadi? Sahabat? Aku bahkan tidak suka melihatmu, air matamu itu bahkan terlihat palsu di mataku” ucap iren, nada suaranya menggambarkan ke tidak sukaannya.
“ Terserah kau mau bilang apa tentang aku iren, tapi sekarang kau harus pergi, putramu dalam bahaya” ucap dea, nada suaranya terdengar panik
__ADS_1
“ putraku? “ tanya iren,
Iren mencoba menggali ingatannya, melihat fotonya bersama anak kecil itu sudah membuatnya yakin bahwa dia memanglah seorang ibu, tapi iren tidak ingat siapa nama putranya itu.
“ iya iren, putramu arsena, dia sedang di incar oleh aditya, ini lihat fotonya aditya, cepat kejar dia, dia membawa putramu pergi iren”
Dea menyebutkan nama aditya tapi menunjukkan foto david, melihat wajah itu membuat rasa takut di dalam dirinya meluap, tubuhnya bahkan sampai gemetaran.
“ tidak! Arsena putraku” gumam iren pelan, hati ibu itu menjadi gusar, ia kemudian berlari ke luar kamar, karna terburu-buru ia bahkan sampai menabrak seorang pelayan.
“ iren.... Tunggu... Kau mau ke mana? “ ucap dea dengan malas, ia mengikuti iren tanpa niat, namun berubah menjadi semangat saat keluar dari kamar dan melihat pelayan yang jatuh terduduk di lantai.
Iren meraih kunci mobil di depan pintu rumah yang terhubung ke arah garasi, namun ia menatap kunci mobil di tangannya dengan sebuah tanya “ Aku bisa menyetir tidak ya? “
Setelah berpikir ia berkata “ Masa bodo, aku harus cepat mengejar aditya, dia tidak boleh memisahkanku dari putraku”
Iren bergegas masuk ke dalam mobil, namun setelah menyalakan mobil, iren tidak bisa mengendalikan mobil itu, beberapa kali ia menabrak sesuatu di depannya.
“ hentikan mobil itu? “ seru seseorang dari lantai dua pos keamanan
__ADS_1
Beberapa pengawal serentak menghampiri, mereka berseru untuk meminta si pengemudi untuk menghentikan mobilnya, namun iren yang tidak bisa membawa mobil manual itu malah hampir menabrak beberapa pengawal.
Mereka mendengus kesal bersama karna ingin menghentikan mobil itu, tapi tidak punya pilihan lain selain membiarkannya pergi karna masih ingin hidup.