Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Cerita tentang maria dan roby


__ADS_3

" Roby agazi"


Maria mengucapkan nama itu dengan suara yang lembut, matanya berbinar di penuhi dengan cinta yang tulus.


" Sepertinya nama itu tidak asing" ucap iren


" iya! seperti nama seorang casanova" ucap aditya seraya meraih gelas di atas meja


" Dia asisten ceo candra hotel"


Ucapan maria sontak membuat aditya menyemburkan teh yang baru saja masuk ke mulutnya, dan parahnya teh itu mendarat di wajah maria, untung saja dia menggunakan cadar yang menutupi wajahnya, jadi maria masih bisa menahan emosi.


" maaf maria" seru aditya seraya meletakan cangkir kembali ke tempatnya.


" aku bisa mengerti" sahut maria seraya mengusap cadar dengan tisu yang iren berikan


" tapi maria, roby itu seorang casanova" ucap aditya, iren tersenyum karena mengerti alasan aditya mengatakan itu.


" aku tahu tuan, dan aku tidak keberatan, lagi pula dia tidak seburuk itu" ucap maria dengan yakin


" aku dengar dia selalu pergi ke club setiap malam minggu, dia juga selalu berganti-ganti pasangan setiap minggu, habis di tiduri kalau ga suka ya ditinggal" ucap aditya


" itu hanya rumor, dia ke club untuk bertemu dengan wanita yang ingin pensiun dari dunia malam dan tidak tahu harus berbuat apa, roby hanya membantu mereka, memberikan tiket dan uang untuk memulai hidup baru" ucap maria menjelaskan

__ADS_1


" Apa roby yang mengatakannya? Dan kau percaya begitu saja" ucap aditya,


" aku tahu hal itu karena pernah mencari tahu tentang roby sebelumnya, dan aku juga salah satu wanita yang ia selamatkan, kau tidak akan tahu tuan, roby adalah orang yang baik yang tidak pernah mengatakan atau menjelaskan kebaikannya, dia seperti malaikat yang kebaikannya tidak terlihat" ucap maria, ia begitu bersemangat saat menceritakan tentang roby


" bukan malaikat, tapi teratai di atas lumpur, begitulah karakter roby agazi, terima kasih karena sudah mencintai sahabat baikku dengan tulus maria"


" hah? "


Kini gantian maria yang terkejut mendengar penuturan aditya, ia menatap iren dengan penuh tanya, iren membenarkan hal itu dengan menganggukkan kepalanya pelan.


" tunggu! Jika kau sahabat roby itu berarti kau tuan aditya? Saat kencan tadi sore, roby bilang dia hanya punya satu sahabat yaitu tuan aditya" ucap maria


"iya benar! aku aditya, oh ya maria, yang memberimu akses ke apartemen ku itu roby? " tanya aditya penasaran


Setelah berbincang mereka makan malam bersama, lalu aditya dan iren memutuskan untuk kembali ke hotel, ia membiarkan maria tinggal di apartemennya sementara.


Di hotel aditya meminta iren untuk menceritakan tentang maria dan juga alasan maria menjual diri pada roby, iren dengan senang hati menceritakan kisah itu.


Iren bercerita tentang pertemuan pertamanya dengan maria, ia yang tidak sengaja bertemu maria di halte, saat itu perut iren tiba-tiba sakit, dari sekian banyak orang yang ada ia mendapatkan pertolongan paling besar darinya, berkat maria iren sampai di rumah sakit dan bisa melahirkan arsena dengan selamat, sejak saat itu lah persahabatan mereka terjalin.


Dan untuk alasan maria menjual diri pada roby, iren mengatakan saat itu maria tengah berada dalam kondisi buruk, ibunya sakit keras dan harus di operasi.


Saat itu iren sudah membantu maria untuk membayar biaya perawatan ibunya, tapi untuk operasi? Iren juga tidak sanggup membantu, karena uang yang dibutuhkan sangat besar.

__ADS_1


Saat maria bertanya apa ada pekerjaan yang bisa langsung mendapat bayaran besar, iren memberi saran pada maria untuk menjadi model, dari dunia modeling lah maria mendapat info bahwa ada seorang casanova berhati malaikat yang tengah singgah di jakarta.


Sejauh yang iren tahu maria hanya coba-coba saat menghubungi pria itu, maria memintanya membayar biaya operasi, sebagai gantinya ia akan menyerahkan keperawanannya.


Iren membiarkannya dengan pikiran bahwa pria itu tidak akan membantu, menurutnya, tidak akan ada orang yang akan memberikan uang dalam jumlah besar hanya karena sebuah telpon yang tidak jelas asalnya, karena saat itu juga maria tidak mengatakan namanya.


Tapi tiba-tiba mereka mendapat telpon dari rumah sakit, mereka mengkonfirmasi jadwal operasi setelah menerima pembayaran, di malam operasi itu dilakukan, maria menepati janjinya walau sudah iren larang.


" sayangnya, ibu maria meninggal di saat kondisinya hampir pulih" ucap iren


" dimana ayah maria? " tanya aditya


" ayah maria meninggal saat maria masih dalam kandungan"


" jadi maria adalah wanita itu" kini gantian aditya yang bercerita


aditya mengatakan bahwa ia pernah pergi ke indonesia untuk meninjau pembangunan hotel di sana, dan saat di sana roby mengatakan bahwa ia mendapat telpon misterius yang memintanya untuk membayar tagihan rumah sakit, roby membayar tagihan itu tanpa ragu, niatnya hanya ingin membantu, dia juga tidak berpikir bahwa wanita itu benar-benar perawan


Dengan pikiran itu ia bersedia meniduri wanita itu, tapi dia malah menangis di pagi hari, dia bilang bahwa wanita itu jujur, dia menyesal karena sudah merenggut keperawanannya, roby berusaha untuk mencari wanita itu setelah semua pekerjaan selesai, tapi ia tidak bisa menemukanya di jakarta.


" padahal roby berniat menikahi wanita itu" tutur aditya


" kami langsung kembali ke bali setelah pemakaman selesai" ucap iren

__ADS_1


__ADS_2