Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Chapter Bonus


__ADS_3

Kehidupan yang damai menyertai hari-hari aditya, sudah dua minggu berlalu sejak keduanya kembali bersatu, dan kini keduanya tengah berada di sekolah arsena untuk acara pengambilan rapot.


" papi! amih! " seru arsena


Arsena keluar dari kelas dengan membawa buku lapor di tanganya, ia berlari ke dalam pelukan kedua orang tuanya.


" Sena... putra amih yang pintar, apa yang membuatmu terlihat begitu senang nak? " tanya iren seraya mengacak rambut arsena.


" Sena dapat angka merah di enam mata pelajaran" ujar arsena bangga


" oh ya!" Aditya tercengang begitupun dengan iren


Aditya mengangkat tubuh arsena dengan bangga lalu berkata " anak papi memang yang terbaik, muach....Muach....Muach..." menghujani arsena dengan kecupan.


"hahaha,,,, sudah papi geli" arsena tertawa dengan begitu riang dalam gendongan sang papi.


" sena putra amih yang tampan memang yang terbaik" ucap iren seraya mencubit manja pipi arsena yang semakin berisi.


Maya yang baru keluar dari ruang kepala sekolah pun menghampiri mereka, lalu bertanya " bagaimana lapornya? "


" Sena dapat angka merah di enam mata pelajaran" ujar arsena mengulangi ucapannya dengan bangga


" bagus sekali tampan" ujar maya ketika keduanya melakukan tos.


Hal itu sontak menjadi pusat perhatian, dari mulai guru, murid-murid, dan para orang tua menatap keluarga kecil candra dengan tatapan aneh.


Aditya, iren, arsena dan maya pun merayakan hasil rapot arsena, mereka pergi liburan ke bali dengan menggunakan helikopter pribadi, dan mereka tinggal di rumah yang pernah iren tinggali sebelumnya.

__ADS_1


Arsena mengajak neneknya berjemur di pantai kuta, keduanya berbaring di kursi santai di tengah keramaian, dengan kacamata yang bertengger manis, serta sedikit kudapan yang mengisi meja di antara keduanya.


" wah.... bali memang selalu indah, nenek sudah lama tidak datang ke sini"


" Nek! Kita sudah meninggalkan papi dan amih berdua di rumah, apa menurut nenek sena akan cepat dapat adik? " tanya arsena


" mari kita do'akan saja sena" sahut nenek maya,


" mmm" arsena pun mengangguk dengan penuh semangat.


Sementara itu, alih-alih bermesraan, iren justru terus menjauhi aditya, setiap kali aditya mendekat, iren selalu saja mengusirnya.


" menjauh dariku adi! Pekerjaanku jadi tidak selesai-selesai karenamu" pinta iren seraya melepaskan diri dari pelukan aditya.


Setelah di usir untuk kesekian kalinya, aditya memutuskan untuk keluar dari rumah, ia yang cinta pada kebersihan merasa heran melihat istrinya yang rajin sekali bersih-bersih.


" anda dari luar negri ya? " tanya wanita paruh baya, aditya pun mengangguk sambil tersenyum


" nama kamu siapa? " tanya mamah muda


" aditya"


" Nak aditya sudah punya istri atau belum?" Aditya hanya menjawab pertanyaan itu dengan senyum.


" Saya punya anak perempuan, cantik loh, pintar lagi, dia sudah sarjana dan tinggal di ibu kota, sekarang sedang di sini karna sedang musim libur, mau saya kenalkan tidak? " Aditya pun hanya menjawab pertanyaan itu dengan senyuman.


" hei tampan! Kenapa dari tadi di tanya cuma senyum-senyum aja! " aditya kembali tersenyum

__ADS_1


" Maaf ya ibu-ibu! dia tidak terlalu fasih bicara dalam bahasa indonesia, jadi masih sedikit canggung, takut salah bicara" seru iren menghampiri


" iren" seru kompak ibu-ibu dengan suara setengah berbisik


" dia kembali lagi ke sini?" tanya ibu-ibu pada satu sama lain


Mereka yang berkumpul itu adalah ibu-ibu yang dulu sering sekali menghina iren, mengecamnya sebagai wanita murahan, dan memberikan predikat wanita penggoda.


" sudah selesai beres-beresnya? " tanya aditya dengan menggunakan bahasa inggris, iren hanya mengangguk sambil tersenyum


" apa tempat tidurnya juga sudah bisa di pakai? " tanya aditya lagi dengan bahasa inggris, dan iren kembali mengangguk


" iren! dari tadi kamu cuma ngangguk terus di tanya sama si mister, bertahun-tahun kerja di luar negri memangnya kamu ga bisa bahasa inggris? " tanya mama muda, dia yang bisa berbahasa inggris tentu tahu apa yang aditya katakan, dan dialah yang paling nyinyir diantara semua ibu-ibu lain.


" ayo masuk ke dalam saja! " ucap aditya dengan menggunakan bahasa inggris seraya bangkit dari duduknya


" kok malah masuk! Memangnya ga mau jalan-jalan? " tanya iren dengan bahasa indonesia


" Jalan-jalan kan bisa nanti" ucap aditya seraya mengangkat tubuh iren, menggendongnya seperti putri raja.


" adi lepas! Gak enak di lihat orang" pinta iren dengan menggunakan bahasa inggris


" sayang! Arsena mau punya adik, lagi pula kita sudah delapan tahun menikah, sudah saatnya punya anak ke dua" ucap aditya dengan menggunakan bahasa indonesia yang fasih dan jelas.


Semua ibu-ibu itu pun merasa kaget mendengar hal itu, bukan karna aditya menggunakan bahasa indonesia yang fasih, melainkan karna apa yang ia ucapkan, mereka merasa malu sendiri setelah terus mengejek iren, kini sosok suami yang selalu mereka pertanyakan hadir di depan mata.


Aditya telah secara khusus mempelajari kalimat itu dari mama maya, sebelumnya ia sudah di beritahu bahwa iren selalu di ejek karna tinggal dan hidup tanpa suami, dan apa yang terjadi hari ini adalah pemberitahuan mutlak dari aditya.

__ADS_1


__ADS_2