
Apa ini?
Apa yang sudah aditya katakan?
Apa pria yang berkata kasar pada ibunya itu benar sahabatku, aditya?
Semua pertanyaan itu bertumpuk dalam benak roby setelah ia menyaksikan apa yang terjadi, ia tidak percaya sahabatnya bisa begitu peduli pada orang lain melebihi kepeduliannya pada ibunya sendiri, terlebih itu pada seorang wanita yang bernama iren.
Kala itu, roby, arsena dan nenek laksmi tengah menyaksikan apa yang terjadi di dalam rumah lewat monitor cctv yang arsena pasang, ya! Arsena tidak hilang, ia ada di paviliun bersama roby dan nenek laksmi.
Roby bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar dari paviliun, ia hendak mengejar aditya, sayangnya, aditya sudah masuk ke dalam mobil sebelum roby bisa menghampirinya, roby hendak memanggil aditya namun mobil itu terlanjur pergi jauh.
“ lihat kan! Sekarang kau percaya pada tante kan! Sudah tante bilang, aditya itu mencintai iren, alerginya pada wanita lah yang membuatnya menampik semua hal yang berkaitan dengan cinta dan hubungan ” ucap maya yang keluar dari rumah
“ kau juga tahu anak itu begitu pandai menekan perasaannya, jadi untuk membuatnya mengerti itu tidaklah mudah, bagimu mungkin rencana kami terlihat jahat, tapi jika kami tidak bertindak, apa aditya dan iren akan bisa bersama? ” ucap nenek laksmi menambahi, ia juga ikut keluar dari paviliun seraya menuntun tangan arsena
“ sebagai sahabat papi, sangat mempercayainya itu hal yang baik paman roby, tapi jika hubungan itu dibiarkan, hubungan papi dan amih akan selalu seperti atasan dan bawahan, karna itu aku tidak bisa tinggal diam” ucap arsena ikut memberi dukungan
“ tanpa kuberi tahu pun kau pasti juga tahu roby, iren juga sedikit trauma dengan cinta, iren kehilangan kepercayaannya tentang cinta sejak tahu apa yang dialami oleh orang tuanya” ucap maya seraya memegang pundak robi.
__ADS_1
Nenek laksmi, ibu maya, dan juga arsena, membuat drama untuk meyakinkan robi, mereka mengharapkan roby untuk ikut membantu membenahi hubungan aditya dan iren yang tidak wajar.
Roby yang masih tak mengerti dengan apa yang terjadi hanya bisa diam, dan diamnya itu benar-benar membuat cemas.
‘Jika paman tidak bisa dibujuk maka aku terpaksa menggunakan cara itu' batin arsena.
Arsena mulai mengungkit kejadian saat david hendak mencuri data-data penting candra hotel, ia mengakui bahwa dialah yang sudah melindungi data itu, arsena juga bilang bahwa anak buah david ada dalam kendalinya, tak lupa arsena juga memberi tahu bagaimana mereka menghormati arsena sampai memanggilnya guru.
“ coba paman pikir! Jika aku melepas perlindunganku, siapa yang akan hancur, keluarga paman atau kami? “ ucap arsena mengancam,
Arsena tahu betul bahwa mengancam orang yang lebih tua adalah tindakan yang tidak baik, tapi nenek laksmi sudah memberi ijin untuk melakukan itu jika roby tidak memberi respon positif.
Arsena juga pernah memergoki roby mengganghu rencananya, pernah ada cerita, saat arsena mengirim iren untuk lebih dekat dengan aditya dengan dalih membantu pekerjaan, roby tidak membiarkan iren dan aditya berduaan, ia malam menjadi orang ketiga diantara mereka.
Roby juga tahu, semua yang arsena katakan benar. David! Karna pria itu untuk pertama kalinya roby merasa tak percaya diri menghadapi musuhnya, pasalnha organisasi yang david miliki bukanlah sembarang organisasi, salah-salah ia bisa dianggap sebagai pemberontak negara karna bersinggungan dengan agen CBI.
Roby sama sekali tidak menyangka, bahwa arsena adalah si kancil, orang yang sudah berhasil menghalau serangan dari david.
Roby menyadari tanggung jawabnya bukan hanya pada hotel semata, tapi juga melindungi organisasi dunia gelap sang ayah, jika candra hotel runtuh maka ayahnya juga akan ikut jatuh, namun yang akan jatuh miskin hanya keluarga roby, karna roby tahu, arsena memili kekuatan yang cukup untuk membangun kembali candra hotel.
__ADS_1
Roby merasa, kali ini ia harus menyerah di depan arsena, selain tidak merugikan, hal ini juga baik untuk sahabatnya, ia juga akan ikut senang jika aditya bisa membina rumah tangga dalam arti yang sebenarnya.
“ baiklah aku menyerah, aku akan membantu kalian tapi dengan satu syarat, pertama bantu aku atasi dea, wanita itu lebih merepotkan dari pada naya” arsena menyetujui hal itu
“ yang kedua, lepaskan iren dari tanggung jawab butik” dengan sangat terpaksa maya menyetujui hal itu
“ yang ketiga, bukan nenek laksmi tapi aku yang akan memegang kendali dari semua rencana” dengan berat hati nenek laksmi pun menyetujui syarat itu
“ini pasti akan menyenangkan” ucap roby dengan seringai liciknya...
.
.
.
.
Berasa dapet mainan baru ya rob!
__ADS_1