
Setelah tiba di lokasi penjemputan, iren melihat sakay berdiri di pinggir jalan dalam keadaan baik-baik saja, selain bajunya yang kotor tidak terlihat ada luka.
“ Apa kau baik-baik saja? “ tanya iren memastikan
“ aku baik-baik saja” jawabnya sambil tersenyum, ia kemudian melompat naik ke mobil jeep.
Mobil itu kembali melaju ke sebuah gedung di tengah hutan, saat turun iren terkejut melihat mobil yang tadi ia kendarai di derek masuk ke sana juga.
“ mobil itu masih utuh?” tanya iren heran, karna selain baret dan penyok karna ulahnya, kondisi mobil itu masih terbilang utuh.
“ iya! Kami membutuhkan mobil ini dalam keadaan utuh untuk penyelidikan” ucap lion
“ tapi bagaimana bisa? “ gumam iren pelan
Lion membawa iren ke sebuah ruangan, sakay dan denis mengikuti dari belakang, keduanya langsung mendudukkan diri di belakang meja yang terdapat komputer di atasnya.
__ADS_1
Lion menuntun iren untuk duduk di sofa, dengan sebuah sentikan jari lampu di ruangan itu meredup, bersamaan dengan itu cahaya dari proyektor menyinari dinding kosong di hadapan iren.
Lion melakukan presentasi untuk mengenalkan sosok seorang irenia lake, semua informasi beserta foto ditunjukkan pada iren, iren jadi merasa seperti melihat film dokumenter tentang dirinya sendiri.
Iren mempercayai semua yang lion jelaskan dari awal sampai yang terjadi baru-baru ini, ia meminta di tinggalkan seorang diri untuk merenungi segalanya, karna meski sudah tahu siapa dirinya dan apa yang terjadi, dia masih tidak bisa mengingat segalanya.
Iren membuka pintu ruangan itu dengan helaan nafas berat, setelah sakay, lion dan denis masuk iren menutup rapat pintu itu.
“ jika aku meminta bantuan dari kalian, apa kalian bersedia?” tanya iren, mereka langsung mengangguk dan berseru mengiyakannya.
Mereka langsung membubarkan diri setelah mendengar hal itu, helaan nafas kasar mereka bahkan terdengar kompak.
“ ehh... Kalian mau ke mana? Aku belum selesai” tanya iren
“ lupakan saja amih, kami tidak bisa melakukan itu...
__ADS_1
“ Aku belum selesai bicara lion” iren memotong ucapan lion
Iren berdiri seraya merentangkan tangan di depan pintu, menghalangi mereka yang hendak keluar dari ruangan itu.
“ aku ingin melakukan sebuah drama, dan drama itu di mulai dengan kematianku” ucap iren menjelaskan
Lion, sakay dan denis saling melempar pandang sesaat lalu kembali duduk untuk mendengarkan rencana iren, dan setelah iren selesai menjelaskan rencananya, kediga pria itu langsung berhambur keluar dari ruangan, mereka mempersiapkan segalanya.
Keadaan markas jadi ramai, orang-orang sibuk melakukan tugas baru yang diberkian lion, setelah memeriksa mobil yang iren kendarai, mereka membawanya ke suatu tempat, jalanan pinggir laut menjadi latar belakang yang hendak mereka gunangan.
Mereka menseting lokasi itu menjadi tempat kecelakaan setelah mengetahui seberapa dalam laut di bawah jalan itu, skenario cerita tentang bagaimana iren bisa sampai ke sana pun dibuat dengan sempurna oleh denis.
Ketiga pria itu menghela nafas berat bersamaan, untuk pertama kalinya mereka membuat rencana tanpa melapor pasa arsena, perasaan bersalah itu terasa seperti menikam, tapi setelah memikirkan kebaikan dari drama itu, mereka kembali menguatkan diri.
Iren juga membicarakan rencana ini pada pak eka, sang kepala pelayan itu awalnya ragu untuk membantu, tapi setelah di bujuk, pria itu pun akhirnya setuju untuk membantu iren melakukan drama itu.
__ADS_1
Bersama dengan matahari yang tenggelam iren berseru di hadapan cermin " showtime!" sambil tersenyum dengan begitu manis.