
Terkadang saat dalam keadaan terdesak kita tiba-tiba bisa melakukan sesuatu yang sebelumnya kita pikir tidak bisa, itulah yang terjadi pada iren, ia bisa membawa mobilnya dengan lancar setelah berada di dalam keramaian jalanan ibu kota.
Saat lampu merah menyala, iren baru sadar bahwa pedal remnya rusak, ia pun jadi menerobos lampu merah dengan keadaan panik.
Beberapa mobil polisi mengejar mobil iren, dan itu membaut iren semakin panik hingga malah semakin mempercepat laju kendaraannya.
“ hentikan mobilnya” seru seorang polisi dari dalam mobilnya
Iren membuka kaca mobil lalu bertanya “ kau bilang apa? “
“ hentikan mobilnya nona” serunya lagi
“ sepertinya aku tidak bisa menyetir, kalau aku bisa menghentikan mobil ini, aku sudah berhenti sejak lampu merah tadi, beritahu aku bagaimana cara menghentikannya” teriak iren dari dalam mobilnya.
“ kalau tidak bisa menyetir tidak usah membawa mobil, menepilah dan injak pedal remnya nona”
“ kenapa kau terus memanggilku nona, aku ini sudah menikah dan punya anak, panggil aku nyonya, kau dengar itu! Dan ya! Pedal remnya rusak, aku sudah menginjaknya tapi mobil ini tidak mau berhenti” teriak iren
Tiba-tiba ada sebuah motor yang menghentikan mobil polisi itu, dan sebuah mobil jeep terbuka yang mengikuti mobil iren, ada tiga penumpang yang menaiki mobil jeep itu, dan semuanya adalah laki-laki.
“ Amih iren buka semua kaca jendelanya” seru salah seorang penumpang dari mobil jeep
Iren menuruti perintahnya begitu saja, tidak ada rasa curiga pada mereka yang tidak iren ingat namanya itu, atau pun takut melihat tubuh mereka yang besar dengan penampilan yang seperti preman.
Pria yang tadi berseru itu melompat ke atas atap mobil iren, dengan memeluk atap mobil ia berseru “ amih iren! Cobalah tenangkan dirimu, tarik nafas yang dalam dan kurangi kecepatan mobilnya”
“ ok iren tenang! Tidak apa-apa” ucap iren meyakinkan diri, ia menarik nafas panjang berkali-kali untuk mendapatkan ketenangan.
Setelah kecepatan mobil menurun, pria yang ada di atas atap mobil iren perlahan merangkak masuk ke dalam mobil melalui jendela, ia sampai menganga melihat aksi pria itu.
“ aku memang tampan amih” ucap pria itu dengan percaya diri setelah menyadari Iren berkali-kali melirik ke arahnya
__ADS_1
Iren memalingkan muka sambil tersenyum, lalu ia merasakan tangan kekar pria itu menahan punggungnya, pria itu menurunkan sandaran kursi jok iren.
“ apa yang mau kau lakukan?“ tanya iren penasaran
“ diam dan dengarkan aku saja” ucapnya lembut,
Walau tidak mengenal pria yang duduk di sampingnya, hatinya mempercayai pria itu, iren pun mengangguk pasrah.
Iren menuruti setiap ucapanya, ia pindah ke kursi belakang dan secara perlahan, membiarkan pria itu mengambil alih kemudiannya.
“ buka pintu mobilnya”
“ kenapa? “
“ aku memang sudah mengambil alih kemudi, tapi bukan berarti kau sudah aman, amih harus keluar dari mobil ini”
“keluar dari mobil ini? Bagaimana caranya?”
“ Apa kau sudah gila? Aku bisa saja terjatuh dan mati”
“ kalau jatuh mungkin, tapi kalau mati? Entahlah, kurasa paling parah amih hanya akan menderita patah tulang”
“ astaga... kau ini sebenarnya berniat menyelamatkan aku atau tidak? “
“ bagaimana dengan amih? Amih sendiri berniat menyelamatkan diri atau tidak”
“ tentu saja aku ingin selamat, memangnya ada orang yang ingin mati”
“ kalau begitu turuti aku, buka pintunya dan melompatlah ke mobil Jeep”
Iren menghela nafas kasar, ia memanjatkan doa seraya membuka mobilnya.
__ADS_1
“ pegang tanganku amih” seru seseorang dari mobil jeep itu.
Iren tidak harus benar-benar melompat ke mobil jeep, kedua pengemudi mobil itu cukup handal sampai bisa membuat mobil berjalan beriringan dengan kecepatan yang sama.
Iren memegang tangan pria di atas mobil jeep dan perlahan melangkah pindah ke mobil itu, wanita itu mengelus dada seraya menghela nafas lega setelah berhasil melakukannya.
“ apa amih baik-baik saja?” tanya pria yang memegang kemudi mobil jeep
“ jantungku masih berdebar dengan sangat kencang, tapi aku baik-baik saja”
“ jemput aku di jalan baru” seru seseorang yang membawa mobil iren,
Pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan mendahului mobil jeep
“ pria itu?” iren baru ingat bahwa pria yang menyelamatkannya kini tengah dalam bahaya
“ tenang amih iren, sakay akan baik-baik saja, dia adalah ahlinya di bidang ini, dia sudah sering mengambil alih ribuan ribu mobil yang remnya blong dari berbagai jenis” ucap seorang pria yang tengah mengemudi
“ oh jadi nama pria itu sakay” ucap iren
“ iya! Pria yang tadi mengambil alih mobil amih itu namanya sakay, aku denis dan yang sedang mengemudi ini namanya lion” ucap denis, ia memegang pundak lion saat tengah memperkenalkannya, iren tersenyum manis menanggapi perkenalan itu.
“cara dia melompat dan mengambil alih mobilku itu sangat menakjubkan, kalau di insonesia dia itu seperti bajing loncat” ucap iren wanita itu masih berdiri sambil berpegangan.
“ bajing loncat?” tanya denis, ia tidak mengerti istilah itu
“ Itu adalah pengendara motor yang suka naik ke dalam mobil orang untuk mencuri” kedua pria itu tertawa dengan begitu keras mendengar penjelasan iren
“ tentu saja sakay berbeda, dia melompat dan mengambil alih mobil itu untuk menyelamatkanku” ucap iren lagi,
“ baiklah amih, sekarang melangkahlah dan duduk di depan, pasang sabuk pengamannya”
__ADS_1
Iren mengikuti semua arahan lion, ia melangkah ke kursi depan, duduk dan memasang sabuk pengaman, lion mempercepat laju kendaraannya untuk menuju lokasi yang sakay sebutkan.