
Seiring dengan bergulirnya waktu para tamu mulai berdatangan, para karyawan dari hotel cabang, para kolega bisnis, serta orang-orang penting lainya mulai memenuhi ballroom, anggota keluarga besar pun turut serta hadir di sana untuk memeriahkan acara, termasuk nenek aditya yang bernama laksmi.
" apa kabar ibu?" sapa maya pada laksmi yang sudah duduk di tempatnya
" Aku baik" jawab laksmi seraya menatap maya sambil tersenyum, pandanganya beralih kepada anak kecil yang tengah maya gandeng
" dia kah cicit ku? " tanya laksmi seraya membelai pipi arsena
"iya bu! Dia arsena aditya lake, cicit ibu, sena salim pada nenek buyut sayang" ucap maya memperkenalkan keduanya
" hello nenek buyut" sapa arsena yang disambut senyum bahagia laksmi
" Maaf karna kita harus berkenalan seperti ini ya nak" ucap laksmi lembut
" iya! bagaimana keadaan nenek buyut, apa lutut nenek buyut masih sakit? " tanya arsena,
Laksmi terharu atas sikap penuh perhatian arsena, ia bahkan sampai menitihkan air mata, arsena menyeka air mata laksmi dengan tangan mungilnya sebelum jatuh ke lantai.
" nenek buyut sudah semakin tua sayang, kondisi ku tidak akan sebaik hari ini" ucap laksmi sendu,
Laksmi kemudian teringat sesuatu hal yang harus ia bicarakan dengan maya, ia memberi kode dan maya mengerti
" sena! para tamu sudah hadir, bisa tolong nenek panggilkan papi dan mami mu? Acaranya akan segera dimulai " ucap maya yang disambut dengan senyum manis arsena
__ADS_1
Arsena pun pergi, ia hendak memanggil aditya dan iren yang belum juga terlihat di tempat acara, karna terlalu senang memikirkan rencananya, arsena sampai setengah berlari lalu menabrak dua wanita cantik karna tidak terlalu memperhatikan jalan.
Naya dan dea yang kala itu hendak memasuki ballroom terkejut melihat sosok anak kecil yang begitu mirip dengan pujaan hati mereka.
" maaf" ucap arsena dengan tulus
Naya dan dea tertegun, mata mereka membulat sempurna, nafas mereka seolah memburu, bahkan mulut mereka pun terkunci untuk sekedar menyahuti permintaan maaf dari anak yang telah menabrak mereka.
Arsena kembali berlari, berlalu diantara naya dan juga dea yang memisahkan diri, pandangan mata keduanya terus tertuju pada arsena yang kemudian menghilang di balik pintu lift.
" Anak itu siapa? " tanya dea
" Aku juga tidak tahu, aku baru melihatnya hari ini, mungkinkah dia putra aditya" ucap naya menduga-duga
" tapi menurut gosip yang beredar di hotel, aditya sudah menikah dan bahkan punya anak yang sangat mirip dengannya" ucap naya dengan tak yakin, karna ia sendiri tidak mempercayai gosip itu
" owhh... Aku tahu sekarang, kau sengaja mengatakan itu agar aku berhenti mendekati aditya kan! Jangan harap" ucap dea kesal,
Dea berlalu meninggalkan naya yang masih berdiri terpaku, bagaimana tidak! Hati naya begitu gundah setelah melihat anak kecil itu, ia takut bahwa gosip yang beredar selama ini adalah sebuah kebenaran, tapi di sisi lain, logikanya tetap menolak untuk percaya, terlebih ia hampir setiap hari berada di dekat aditya, dan ia pun mengetahui selama ini aditya hanya tinggal sendirian.
Aditya dan iren datang bersamaan atas perintah maya, keduanya duduk di kursi yang sudah dipersiapkan untuk mereka, namun si kecil arsena justru malah menghilang dari pandangan.
"mulai acaranya" Titah sang nyonya besar Laksmi
__ADS_1
Pembawa acara pun mulai bersua, ia membuka acara dengan ucapan selamat malam dan berterima kasih kepada para hadirin yang telah menyempatkan diri untuk hadir.
Para tamu bersorak menyambut kegembiraan ulang tahun candra hotel yang kini berusia 60 tahun.
" Mari kita sambut tuan muda kita untuk memberikan sepatah dua patah kata" di penghujung ucapannya pembawa acara meminta tuan muda untuk memberi sambutan.
.
.
.
Dan ceritapun berakhir...
Canda je lah...😁
Di bab selanjutnya, aditya hendak berdiri untuk memberi sambutan, namun ia harus kembali duduk setelah melihat ada yang naik ke atas panggung,
Siapa yang naik ke atas panggung?
Penasaran?
Nantikan terus kelanjutan ceritanya... see you next time
__ADS_1
Salam dari author... 🧕