Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Wanita dari yaman


__ADS_3

" Adi tolong lepaskan tanganku" pinta iren setelah mereka kembali ke ruangan ceo


" kenapa? " tanya aditya tak mengerti


" Aku memintamu untuk tidak melepaskan tangan itu bukan berarti kau harus terus menggenggam tanganku seperti ini, roby.. bantu aku untuk menjelaskannya"


Roby menghela nafas kasar setelah mendengar iren merengek padanya, walau sedikit malas, ia pun menjelaskan arti dari ucapan iren yang sesungguhnya, termasuk tentang pdkt, aditya bisa cepat mengerti jika roby yang menjelaskannya.


Iren melepas genggaman tangan diantara mereka dengan perlahan, kini tidak ada lagi penolakan dari aditya, barulah setelah itu iren bisa bernafas lega.


" iren! lain kali jangan mengatakan sesuatu yang tidak bisa aditya mengerti, paham! " tegur roby dengan tegas


" takan lagi" ucap iren, ia kapok setelah apa yang terjadi.


Aditya beranjak meninggalkan sofa, lalu duduk di kursi kebesarannya, ia nampak berpikir dengan serius sebelum meminta roby untuk berdiri dihadapanya.


" rob, kau sebaiknya libur untuk empat hari ke depan, pekerjaanmu akan di handle oleh iren sementara" ucap aditya serius


" kau tidak berniat untuk menggantikan aku bukan? " tanya roby dengan tatapan menyelidik

__ADS_1


" itu tidak akan pernah terjadi roby, aku hanya berpikir untuk memberimu istirahat sejenak, dengan alasan itu pula, aku bisa melakukan pdkt dengan iren saat dia menggantikan dirimu" terangnya


Gantian roby yang berpikir dengan serius, bagaimanapun keadaan ini menguntungkan bagi dirinya, ia juga butuh waktu untuk memikirkan nasib dirinya, ia juga harus bertemu dengan wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya, dan arsena lah yang akan membawa wanita itu masuk dalam kehidupan roby.


Ya! Sebagai ucapan terimakasih karna sudah menyatukan aditya dan iren, arsena berjanji untuk mengenalkan seorang wanita baik seperti yang roby inginkan, ia jadi bersemangat saat memikirkan rencana pernikahannya sendiri, karna itu roby menyetujuinya dengan bahagia.


" apa yang kalian bicarakan dengan serius? " tanya iren penasaran, ia tidak bisa mendengar percakapan di antara mereka karna jarak yang cukup jauh.


Roby mendekati iren dan mengatakan bahwa ia butuh liburan, lalu meminta iren untuk menggantikan posisinya sebagai asisten ceo.


" tapi roby, aku tidak punya kemampuan di bidang perhotelan" ucap iren cemas


" tenang saja iren, aku ada bersamamu, kau juga masih bisa menelpon roby untuk bertanya padanya jika ada yang tidak kau mengerti" ucap aditya mencoba membujuk


Setelah mencapai kata sepakat, roby mengajak iren keluar dari ruangan aditya, ia menjelaskan pekerjaan yang harus iren lakukan seraya memperkenalkan iren ke pada para staf yang bekerja dan berhubungan langsung dengan aditya.


.


.

__ADS_1


.


Usai makan siang bertiga, aditya dan iren kembali ke kantor, sementara roby langsung meluncur ke sebuah kafe, ia sudah membuat janji dengan arsena.


Setibanya di sana, roby melihat arsena duduk bersama tiga orang dewasa, salah satu diantaranya tidak lain adalah ayah roby yang bernama tuan gustaf, satu orang pria yang sepertinya seumuran dengan ayahnya, serta seorang wanita bercadar, entah tua atau muda, roby tidak mengetahuinya.


Roby menyapa ayahnya dan juga arsena sebelum duduk bersama mereka, sedikit basa-basi menanyakan kabar, karna mereka tinggal terpisah dan sudah lama tidak bertemu.


" roby! Ini tuan mura teman sma ayah, mura dia putraku roby" Roby menjabat tangan tuan mura saat mereka diperkenalkan satu sama lain.


Arsena berdiri dari duduknya, lalu berkata " dan kakak cantik ini adalah janjiku pada paman" seraya memegang lengan wanita bercadar yang tengah duduk di sebelahnya.


Wanita bercadar itu meletakan tangan di dada, sedikit membungkuk memberi salam, roby tersenyum melihat cara wanita itu memberi salam padanya.


" kau muslim? " tanya roby spontan, yang hanya dijawab dengan anggukan


" kakak ini wanita dari yaman" ucap arsena sambil tersenyum


" yaman adalah salah satu negri yang sangat indah, siapa namanya sena? " ucap roby diiringi tanya

__ADS_1


" maria" bukan arsena yang menjawab, wanita itu memperkenalkan dirinya sendiri, suaranya terdengar begitu lembut di telinga.


Roby merasa tidak asing dengan suara dan nama itu, hatinya bertanya 'apakah dia wanita yang sama? Apakah dia maria yang pernah membuat tempat di hatiku dulu"


__ADS_2