
Aditya benar-benar membawa iren ke ruang rapat, hal itu mengejutkan semua orang yang sudah menunggunya, mereka saling melirik satu sama lain, saling bertanya, mana tahu di antara mereka ada yang bisa memberikan penjelasan tentang sosok wanita itu.
Aditya mengabaikan semua orang yang bertanya-tanya dalam setiap bisikan yang ia dengar, ia duduk di tempatnya tanpa beban, iren duduk di kursi yang roby tempatkan di sebelah aditya, roby berdiri di belakang aditya seperti biasanya, sementara naya dan yang lainya kembali duduk di tempat masing-masing setelah berdiri untuk memberi penghormatan pada aditya.
“ ayo kita mulai rapatnya” seru aditya dengan santainya, namun ruang rapat itu mendadak menjadi hening.
“ ada apa? Bukankah aku sudah bilang mulai rapatnya, kenapa kalian diam? Apa kalian sudah tuli” ucap aditya serius
“ maaf pak aditya, yang akan kita bahas dalam rapat ini merupakan masalah yang sensitif, kita tidak akan memulai rapatnya sampai orang yang tidak berkepentingan meninggalkan kursi” ujar seorang pegawai yang menjadi pembicara dari bagian keuangan, sebut saja si a
Iren tentu tahu betul siapa yang di maksud oleh si a, karna itu iren beranjak dari duduknya, ia berniat untuk pergi, namun langkahnya tertahan karna aditya masih menggenggam tangannya.
“ roby! “ seru aditya
“ kalian sudah pernah melihat nyonya iren bersama tuan sebelumnya di pesta ulang tahun hotel kita, aku akan memperkenalkan beliau secara resmi, nyonya iren adalah istri tuan aditya, ibu dari tuan muda arsena” ucap roby menjelaskan
__ADS_1
“ kau benar! iren tidak seharusnya duduk di situ” ucap aditya yang kemudian menendang kursi yang sempat iren duduki, kemarahan aditya membuat suasana menjadi mencekam bagi mereka.
Aditya menarik iren sampai jatuh terduduk di pangkuannya, lalu berkata “ di sinilah tempatmu yang sesungguhnya sayangku” seraya menatap iren dengan lembut, pipi iren merona dibuatnya.
“ aditya sebaiknya aku keluar saja ya!” bisik iren pelan, ia benar-benar merasa malu dan tidak enak hati pada yang lain, terlebih karna ia duduk di pangkuan aditya di hadapan mereka.
“tidak! Tetap diam seperti ini, jangan lupakan kalau kita ini lagi pdkt, jadi ga boleh jauh-jauh sayang” bisik aditya lembut
“ jadi! “ aditya melempar tatapan tajam pada semua orang, sambil menyandarkan diri di kursi ia berkata “ mau mulai rapatnya atau tidak? Jangan buang waktuku”
Aditya mengangkat tangan, meminta si a berhenti bicara saat mendengar ponsel iren berdering, aditya menatap iren dengan lekat lalu berkata “ maaf ya sayang, aku lupa memintamu mematikan ponsel, baca saja chat-nya, tapi silent dulu agar tidak mengganggu yang lain”
Semua orang yang hadir dalam rapat itu tampak terpaku setelah mendengar cara aditya bicara pada istrinya, bukan menegur tapi meminta maaf dengan lembut, mereka sampai bertanya dalam hati ‘ apa benar? Orang yang berada di hadapan mereka adalah tuan aditya yang kritis terhadap peraturan dan kebersihan‘
Sementara iren, tingkat rasa malunya bertambah, ia bahkan berharap bisa menghilang dari tempat itu seperti jin, ia mencoba untuk tetap terlihat tenang dan memperlihatkan senyumnya yang manis, tapi ada satu masalah lain, ia sedikit kesulitan saat mencoba mengambil ponsel yang berada di sakunya yang terhimpit.
__ADS_1
“ biar ku bantu sayang” bisik aditya,
Aditya memerintahkan si a untuk melanjutkan tugasnya, ia tetap fokus pada pembahasan dalam rapat walau tetangganya masuk ke dalam kantung dress yang iren kenakan, sampai ia tidak sengaja menyentuh pangkal paha iren saat memegang ponsel itu, aditya mengalihkan pandanganya.
Aditya menunjukkan senyumnya saat menatap iren seraya mengusap lembut paha istrinya itu, bukanya mengeluarkan ponsel dari saku, tangannya malah asik bermain-main di sana, ia bahkan meniup wajah iren dengan lembut.
Wajah iren semakin memerah, jantungnya berdetak semakin kencang, ada rasa geli saat aditya menyentuhnya, ada juga rasa panas yang seolah menjalar ke seluruh tubuh saat nafas aditya menerpa wajahnya, iren bahkan melupakan fakta bahwa ia tengah berada di ruang rapat, karna hanya menatap aditya seorang.
.
.
.
.
__ADS_1
Ada rasa panas yang seolah menjalar ke seluruh tubuh! Apa iren tiba-tiba terserang demam reader's?