Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Roby salah faham


__ADS_3

Malam masih belum usai, setelah cerita yang panjang, kecanggungan kembali terjadi diantara keduanya.


" apa kau sudah mengantuk? " tanya aditya


" aku ingin istirahat" ucap iren seraya membaringkan diri di atas kasur, ia menarik selimut sampai menutupi dadanya, iren berpikir aditya bertanya seperti itu karena ingin meminta haknya.


Aditya ikut berbaring masuk ke dalam selimut yang sama, ia bergumam dalam hati " ada apa denganmu adi, kenapa kau tidak bisa mengendalikan pikiran kotor mu itu, hormatilah istri yang ingin menjalin hubungan dengan perlahan, pdkt dulu, bersabarlah sebentar, karena buah dari kesabaran itu sangatlah manis"


'ada apa denganmu jantung? Kenapa kau berpesta di sana? Aku kan jadi tidak bisa tidur' di dalam sana batin iren pun menjerit, ia ingin juga, tapi takut


" aditya! " panggil iren


" ada apa? " tanya aditya


" tidak jadi" ucap iren seraya membelakangi aditya, ia ingin membatalkan rencana pdkt tapi tidak percaya diri.


" iren! " gantian aditya yang memanggil


" ada apa? " gantian iren yang bertanya


" apa boleh tidur sambil pegangan tangan? " tanya aditya ragu, ia takut iren akan menolaknya.


Iren mengubah posisi jadi terlentang, ia memberikan tangannya untuk aditya genggam, aditya pun menggenggam tangan itu sambil tersenyum, ia berpikir untuk meminta hal lain dan mengatakan " ayo kita lakukan ciuman selamat malam" sambil mengubah posisi tubuhnya menyamping menghadap ke arah iren


Iren mengubah posisinya menghadap ke arah aditya, ia mengangguk dan langsung mendapat serangan dari aditya, mereka berciuman dengan penuh gairah, bahkan jantung aditya berdetak dengan kencang, benda di bawah sana tiba-tiba berdiri, saat ia sadar dirinya menginginkan lebih aditya melepaskan tautan bibir mereka.


Aditya memeluk iren dengan begitu erat, namun entah bagaimana matanya menjadi berat, dan keduanya pun terlelap dengan posisi saling memeluk.


Saat pagi menjelang, iren dan aditya bangun secara bersamaan, keduanya lantas terkejut melihat telapak tangan iren berada di atas pusaka aditya yang berdiri dengan gagahnya.


Iren bergegas menarik tangannya, ia memarahi tangannya dalam hati 'dasar tangan nakal, kenapa kau harus hinggap di sana?'


Sementara aditya hanya menatap dalam diam, ia masih belum bangun sepenuhnya, sampai iren membanting pintu kamar mandi dan membuat aditya terkejut.


Iren tidak tahu bahwa hanya dia yang merasa sangat malu karena kejadian itu, karena aditya sama sekali tidak sadar dengan apa yang terjadi, suaminya itu tetap santai, bahkan saat ini ia tengah bertukar pesan dengan roby, lebih tepatnya ia memaksa roby untuk melakukan sesuatu.


Selang beberapa waktu berlalu bunyi ketukan pintu terdengar menuntut, roby menerobos masuk begitu aditya membuka pintu kamarnya.


" ini yang kau minta sudah aku bawakan, sekarang katakan padaku bagaimana kau bisa tahu aku akan menikah? " tanya roby seraya memberikan goody bag yang ia bawa.


Aditya meraih goody bag itu, meletakkannya di atas meja lalu mengambil sebotol air dari sana, ia memberikan air itu pada roby seraya mengajaknya duduk bersama.

__ADS_1


" setelah denganmu dia denganku" ucap aditya ambigu


Roby terkejut mendengar hal itu sampai menyemburkan air yang hendak ia teguk, air itu mendarat di wajah aditya, aditya ingin marah tapi ia sadar mungkin ini karma karena semalam ia menyembur wajah maria.


" maaf adi! Aku tidak sengaja" ucap roby seraya menyerahkan tisu yang baru saja ia raih.


" kau bilang apa barusan? " tanya roby kemudian


" aku bersama maria semalam" ucap aditya seraya mengelap air di wajahnya


" apa maksudmu? "


Melihat roby emosi aditya jadi ingin menjahili sahabatnya itu.


" aku.... maria... man...di... ah tidak! .... lalu dia basah dan lalu...kami... lalu... makan malam" Aditya berakting seperti anak yang tengah ketakutan saat dipaksa mengakui kesalahan, berlaga gagap dan terus saja menjeda ucapan, ia sengaja membuat roby salah faham.


Roby yang tersulut emosi mencengkram kerah baju aditya lalu berkata " apa yang kau lakukan dengan maria semalam? Jawab aku dengan benar adi!" dengan penuh emosi


" itu...


Aditya menghentikan ucapannya saat ia melihat iren datang menghampiri hanya dengan memakai kimono mandi, ia menutup mata roby dan iren pun melontarkan sebuah pertanyaan " Apa yang sedang kalian lakukan? Dan kenapa kau menutup mata roby, adi?"


" roby bisa melihatmu sayang, aku tidak rela, cepat pakai bajumu, bajumu disitu" jawab aditya dengan lembut, ia menunjuk arah goody bag dengan matanya


" aditya......! " pekik roby kesal


.


.


.


.


Roby semakin salah faham karena ucapan iren reader, iren sengaja gak ya ngomong kaya gitu?


Nantikan terus ceritanya....


Jangan lupa like biar author tetap semangat kasih up 4 bab di hari minggu, dan tekan ❀ kalau kalian suka ceritanya, kritik dan saran boleh utarakan melalui komentar, ga akan ada yang larang.


Makasih untuk vote dan hadiahnya juga reader....

__ADS_1


See you next time... πŸ‘‹


Salam dari author...


β € q゚゚ο½₯qο½₯゚゚q


οΎŸγ€‚ q゚


゚ο½₯qο½₯゚


οΈ΅ οΈ΅


( β•² / /


β•² β•²/ /


β•² β•² /


β•­ Ν‘ β•² β•²


β•­ Ν‘ β•² β•² οΎ‰


β•­ Ν‘ β•² β•² β•±


β•² β•² β•±


β•² β•±


οΈΆ


The cat is sad coz it’s not getting likes


γ€€γ€€γ€€γ€€γ€€οΌοΌžγ€€γ€€γƒ•


γ€€γ€€γ€€γ€€γ€€| γ€€_γ€€ _ l


γ€€    /` γƒŸοΌΏxγƒŽ


γ€€γ€€ γ€€ /γ€€γ€€γ€€ γ€€ |


γ€€γ€€γ€€ /γ€€ ヽ   οΎ‰

__ADS_1


γ€€ γ€€ β”‚γ€€γ€€| | |


__ADS_2