Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Ada yang terusik.


__ADS_3

Masih di dalam perpustakaan, aditya dan iren awalnya ingin kembali ke kamar masing masing, namun karna pintunya terkunci, mau tidak mau mereka harus berdiam disana, keduanya melanjutkan diskusi mereka dengan lebih santai, namun kini mereka duduk berjauhan.


" Sepertinya kau senang dengan pernikahan kita" ucap aditya, ia menyandarkan kepalanya pada rak buku.


" tidak seperti itu tuan, aku hanya tidak memikirkannya dengan serius, sebenarnya, aku merasa pernikahan kita lumayan juga" ucap iren.


" lumayan bagaimana maksudmu?" aditya mengubah posisi, ia duduk bersila seraya menatap iren.


" sejak malam itu, entah karna trauma atau tertular penyakit tuan, saya merasa kesulitan untuk dekat dengan pria"


" apa kau juga alergi pada pria? " tanya aditya


" tidak sampai seperti itu, saya hanya merasa tidak nyaman jika berdekatan dengan pria"


Obrolan mereka tidak berhenti sampai di sana saja, aditya meminta iren menceritakan tentang arsena, dan bagaimana sulitnya mengurus arsena sendiri, iren hanya menurut saja.


Setelah terkurung semalaman aditya jadi mengetahui banyak hal, ia merasa bersalah pada iren tapi ia juga tidak punya cukup keberanian untuk meminta maaf, aditya memutuskan untuk menerima keadaan itu, seperti kata iren, ia juga bisa memanfaatkan pernikahan mereka untuk menolak gadis-gadis yang mendekatinya.

__ADS_1


Kabar pernikahan aditya sudah menyebar di hotel dan butik ibunya, kabar itu bahkan sudah sampai di telinga dea dan naya, kedua wanita yang sudah berusaha mendekati aditya sejak 7 tahun lalu, tentu saja keduanya merasa tidak senang mendengar kabar itu.


Baik dea maupun naya, keduanya sudah merasa dekat dengan aditya, tapi kenapa status aditya yang lajang bisa berubah begitu saja, kabar bahwa pernikahannya sudah berusia 6thn juga membuat keduanya tidak bisa menerima kenyataan ini begitu saja.


Mereka yang tidak saling kenal itu merencanakan sesuatu di saat yang sama, dengar rencana yang berbeda.


" selamat pagi pak" sapa naya saat aditya datang


" masuk keruangan nay" sahut aditya


Naya tersenyum licik, ia sudah berhasil masuk ke dalam hidup aditya sejak 4tahun lalu, tepatnya saat ia di terima sebagai sekretaris aditya, sejak naya masuk sampai sekarang aditya tidak pernah mengeluh, bahkan para pegawai lain salut pada naya karna ia mampu bertahan, padahal aditya terkenal suka berganti-ganti sekertaris seperti berganti pakayan.


Naya membacakan jadwal aditya dari pagi sampai malam, naya dengan sengaja memperbanyak kegiatan aditya agar bisa berduaan lebih lama dengan pria idamannya itu, roby sampai menaruh curiga pada naya namun karna aditya tidak protes ia pun tidak bisa berbuat apa-apa.


Di tempat lain, iren yang baru tiba di butik di sambut dengan ceria oleh lukas, keduanya masuk bersamaan dan menjadi pusat perhatian para pegawai di sana.


" siapa dia? " tanya dea pada pegawai lain

__ADS_1


Dea bekerja sebagai desainer di butik itu sejak 3 tahun lalu, di lingkungan apartemen ia berteman dengan aditya, dan di butik ia selalu berusaha mengambil hati maya, berharap agar madam maya -nya itu menjodohkan putranya dengan dirinya, itulah mimpi seorang desainer bernama dea.


" itu miss iren, putrinya madam, katanya dia akan menggantikan madam" sahut si b


" aku dengar miss iren selama ini pindah ke indonesia dan menikah di sana" sahut si c


" yang aku tahu madam memaksanya kembali karna ingin pensiun" sahut si b


Obrolan itu sampai terdengar oleh lukas, ia ingin menegur tapi di cegah oleh iren, keduanya masuk kedalam ruangan yang sama, tempat dimana iren dan lukas akan bekerja sama.


" kenapa kau mencegahku iren" ucap lukas seraya menatap para pegawai yang masih bergosip ria itu dari dinding kaca ruangannya.


" sudahlah opa, toh mereka tidak sedang membicarakan hal buruk tentangku" ucap iren santai


Lukas adalah keponakan jauh maya, maya sengaja mendirikan butik untuk membantu lukas yang kabur dari rumahnya, tapi karna lukas hanya ingin membuat disain maya jadi harus mengurus segalanya, klien, pembukuan, dan pekerjaan lainnya, dulu maya sering meminta bantuan iren untuk mengurus pembukuan, karna itu para pegawai lama mengenal iren, dan untuk mempermudah pekerjaan iren maya memperkenalkan iren sebagai putrinya, di butik itu hanya lukas yang tahu segalanya.


" adik ipar, aku ingatkan padamu ya! jangan menerima job besar, aku tidak mau direpotkan" ucap lukas setengah berbisik dengan nada bicara yang tegas.

__ADS_1


" siap opa! " sahut iren sambil tersenyum


Meski sudah di bantu oleh beberapa desainer, lukas masih saja enggan mengembangkan butik itu, ia tidak ingin butik itu semakin besar, karna yang terpenting baginya adalah kestabilan, dan itulah yang sangat sulit sampai membuat iren menghela nafas kasar sebelum memulai pekerjaannya.


__ADS_2