Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Kecewa karna kau tak seperti dia.


__ADS_3

David menghampiri aditya dengan penuh amarah, ia mencengkram kerah jas aditya seraya menanyakan keberadaan iren.


" Aditya dimana iren? " tanya david dengan wajah yang merah menahan amarah.


" bukannya iren bersamamu? " tanya aditya balik


" semalam iren pergi meninggalkan kamar, dan sampai sekarang dia belum kembali juga, aku sudah bilang padamu sebelumnya, iren berada dalam bahaya, karna itu biarkan aku yang akan menjaganya, kenapa kau tidak mendengarkan ku? " ucap david, ia menekankan suaranya untuk membuat aditya mengerti


Aditya yang mulai merasa tidak tahan kemudian melepaskan cengkraman tangan david dari bajunya, ia menadahkan tangan pada roby, roby dengan cepat mengeluarkan hand sanitizer dari saku bajunya, menyemprotkan nya di tangan aditya, roby juga membantu aditya untuk melepaskan jasnya.


Cih...


David berdecih melihat kelakuan CEO dan asisten itu, ia tidak habis pikir kenapa aditya masih bisa bersikap tenang.


" Aku mengerti segalanya tanpa harus kau mengulangi ucapan mu tuan david" ucap aditya, ia meraih ponsel di saku celananya, berniat untuk menghubungi iren.


" percuma! Tas, ponsel dan barang-barang iren ada di kamarnya" ucap david culas


Aditya menghela nafas kasar, saat ia hendak melangkah pergi untuk mencari iren, iren muncul dari pintu masuk resort, ia menatap aditya sambil tersenyum manis.

__ADS_1


David menghampiri iren dengan tergesa-gesa karna takut keduluan oleh aditya, ia menatap iren dengan tatapan tajam, sambil berkacak pinggang ia bertanya " dari mana saja kau? Kenapa kau pergi tanpa memberi tahu? Apa kau tidak bisa meminta izin dariku ddulu sebelum pergi "


Deg...


Iren terdiam mendengarkan pertanyaan david yang bertubi-tubi, ia menatap david dengan penuh kekecewaan.


" iren! Are you oke? " tanya aditya lembut


Hati iren menghangat mendengar pertanyaan aditya yang terdengar penuh perhatian, ia memalingkan wajah dari david lalu menatap aditya, hatinya bertanya " kenapa aku menyukai seorang monster yang bahkan tidak bisa peduli padaku seperti tuan muda aditya? "


David menarik lengan iren dengan kasar lalu berkata " kau tuli ya! aku bertanya, darimana kau semalaman menghilang?"


" Apa kau tidak bisa bersikap lebih baik? Apa ini yang kau sebut menjaga? " tegur aditya dengan nada tegas


" kau pergi menemui teman lama tanpa membawa apapun? " tanya david yang tak percaya


Aditya menundukan kepala saat menyadari david menekan iren yang tengah berbohong, ia melihat kaki iren yang bengkak, dan langsung mengambil tindakan.


Aditya menggendong iren, bukan seperti putri raja, melainkan seperti tengah memanggul sekarung beras, ia membawa iren pergi dari sana, untungnya roby sigap menahan david, jadi tidak ada yang mencegah aditya.

__ADS_1


Awalnya iren meronta meminta diturunkan, namun aditya berkata " diam! Aku tahu kau lelah dan kakimu juga terasa sakit, aku hanya ingin membantu"


Satu kalimat itu membuat iren terdiam, ia tidak mengatakan apapun bahkan setelah aditya mendudukkannya ditepi ranjang.


Aditya mengambil kotak p3k, lalu berlutut di hadapan iren. Iren menarik kakinya ketika aditya menyentuhnya.


" ulurkan kakimu, aku hanya ingin mengobatinya, tidak ada niat buruk sungguh! " ucap aditya


Aditya kembali meraih kaki iren, meletakkan kaki iren bertumpu di lututnya, perlahan aditya pun mengoleskan obat di bagian yang bengkak, walau iren sedikit meringis kesakitan saat diobati, namun kali ini tidak ada penolakan darinya.


.


.


.


.


Manisnya.....

__ADS_1


Disaat iren dan aditya tengah bermesraan, putra mereka justru tengah dihadang oleh beberapa orang berbadan besar, apakah ia tengah dalam masalah, nantikan terus kelanjutan ceritanya....


Salam sayang 💕 dari author...


__ADS_2