
Waktu pulang kerja menjadi saat yang dinantikan oleh aditya, tapi itu tadi! Setelah waktu itu tiba aditya justru menjadi kikuk dihadapan iren, ia mendadak jadi bisu, dan itu membuat iren merasa tidak nyaman.
Hanya ada keheningan di sepanjang perjalanan pulang keduanya, tidak ada yang memulai pembicaraan, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
" ko iren diem aja ya! Apa dia marah aku becandain? "
' aduh... kenapa jadi canggung gini sich! kenapa kau hanya diam aditya, apa aku bicara duluan aja kali ya! Tapi mau bicara apa ya?'
"Ngomong-ngomong apa yang harus aku lakukan setelah sampai rumah? Apa nanti aku boleh memintanya? "
'oh iya! Setelah sampe rumah kita mau ngapain ya! aku jadi kepikiran, apa aditya akan meminta hak-nya nanti? Tapi aku masih belum yakin, gimana kalau tubuhku tiba-tiba nolak dan dorong dia, aduh..... "
Isi pikiran keduanya sebenarnya tidak jauh beda, tapi yang pasti! Kata pdkt membuat aditya memikirkan perasaan iren dulu sebelum bertindak, baik si! Tapi rasanya justru jadi penghalang kebebasannya berekspresi.
__ADS_1
Rasa ragu dan tak percaya diri menyelimuti perasaan iren, ia sedikit menyesali ajakan pdkt itu, karna nyatanya tubuh, pikiran, dan hatinya tidak sejalan, entahlah... ia jadi kecewa karna tahu ga akan diapa-apain.
Sampai keduanya tiba di apartemen selain senyum belum ada kata yang keluar dari mulut mereka, keduanya melangkah secara bersamaan, ukuran pintu yang tidak terlalu besar membuat keduanya berhimpitan, acara saling memandang di ambang pintu pun terjadi, membuat suasana menjadi semakin canggung.
" aku akan menyiapkan makan malam" ucap iren seraya mengambil langkah ke arah kamar
" iren! " iren menghentikan langkahnya, jantungnya berdebar dengan sangat kencang, hatinya bergumam " apa dia mau minta begituan sekarang" namun yang keluar dari mulut iren hanyalah sebuah pertanyaan " kenapa? "
" dapurnya di sana" ucap aditya seraya menunjuk ke arah dapur.
" iren aku akan mandi" ucap aditya,
Iren mematung mendengar perkataan itu, ia berpikir ' itu pemberitahuan, atau sebuah ajakan? aku harus bilang apa' tapi mulutnya tidak menjawab.
__ADS_1
" ayo masuk kamar aditya, kenapa kau jadi seperti ini? Apa yang kau takutkan hah! Tidak ada hantu di sana" ucap aditya pada dirinya sendiri, ia berusaha menghilangkan keraguanya untuk melangkah menuju kamar.
Berbeda dengan aditya yang gelisah saat membuka satu persatu bajunya, iren menjadi lebih santai karna apa yang tengah ia lakukan, memasak makan malam telah mengalihkan pikiranya hingga ia mendengar suara jeritan....
" ahhh..... " seorang wanita yang baru keluar kamar mandi menjerit melihat aditya ada di kamar dan sudah bertelanjang dada.
Aditya yang terkejut pun berbalik dan melihat wanita itu, tatapanya menajam saat ia mencoba mengenali wanita itu.
" dasar mesum, pergi kau dari sini" teriaknya sambil merahih barang di dekatnya lalu melemparkannya ke arah aditya
" yang benar saja! Siapa kau sampai berani mengusirku" ucap aditya seraya menghindar
Bersamaan dengan lemparan benda-benda itu aditya berseru " sudah cukup! Hentikan! Barang yang kau lempar itu miliku" seraya berusaha untuk terus menghindar agar tidak terluka.
__ADS_1
Wanita itu berhenti melempar barang, tapi ia mengambil guling dari atas tempat tidur lalu memukuli aditya dengan bertubi-tubi.
Aditya meminta wanita itu berhenti tapi dia tidak mendengarkannya, sampai aditya keluar dari kamar dan iren berdiri di depanya, menjadi prisai bagi aditya, iren mencegah wanita itu untuk memukuli suami yang ia kasihi itu.