
Maria sudah duduk bersama iren dan aditya di ruang tamu, iren bahkan membuatkan teh untuk mereka nikmati agar bisa bicara dengan lebih santai.
" jadi! Bagaimana ceritanya sampai kau bisa ada di sini? " tanya iren
" Ayah mertuaku memintaku untuk menikah lagi ren? " ucap maria, ia tersenyum dibalik cadarnya.
" gimana?" tanya iren tak mengerti
Maria pun menceritakan kisahnya setelah terpisah dengan iren karna harus kembali ke yaman, tentang dia yang menikah dengan pria sekarat hanya untuk memenuhi keinginan terakhirnya, tentang dia yang kemudian ditinggal mati dan menjadi janda muda.
Tentang kehidupan maria yang mendapatkan orang tua baru berkat mendiang suaminya, dan tentang ia yang hendak dijodohkan dengan teman ayah mertua, yang sudah ia anggap sebagai ayahnya sendiri itu.
" dan kau mau dijodohkan denganya? " tanya iren
" aku bahkan sangat bahagia ketika mengetahui siapa pria itu" ucap maria dengan penuh semangat
" aku heran padamu, kau baru saja ditinggal mati suamimu, tapi malah bahagia dijodohkan" ucap aditya
"karna hal itu lah aku merasa berdosa pada mendiang suamiku" jawabnya sendu
Suasana diantara mereka jadi tidak enak, maria nampak sedih, dan aditya masih saja tidak bisa bersikap ramah pada maria, sadar hanya iren yang bisa memperbaiki keadaan disana, iren pun kembali ke topik semula.
__ADS_1
" siapa pria itu? " tanya iren penasaran
" dia pria yang membeli keperawananku ren" jawabnya cepat
" wah... aku tidak menyangka, seorang wanita bercadar sepertimu ternyata menjual diri juga" ucap aditya
Maria melayangkan tatapan tajam pada aditya, sementara iren menekan lengan aditya lalu berbisik " adi jika kau tidak bisa bersikap ramah jangan menyakiti hatinya dengan ucapan kasar " dengan lembut
" aku memang menjual diriku, itu adalah aib terbesarku, aku berdosa karna tidak menyesali itu, tapi kau juga tidak punya hak untuk menghakimiku" ucap maria kesal,
" sudah jangan bertengkar, tolong maafkan dia maria" ucap iren menengahi
" kenapa kau malah minta maaf padanya untuk aku, memangnya yang kukatakan salah? " protes aditya
" jangan sembarangan bicara ya! dasar wanita murahan" aditya jadi kesal
" siapa yang kau bilang murahan itu hah? Kau itu tidak tahu apa-apa tentang hidupku, jadi kau tidak berhak menghekimiku, dasar menyebalkan! " ucap maria yang kemudian melempar bantal sofa ke arah aditya karna sangat kesal, namun aditya malah tersenyum mengejek saat ia bisa menangkap bantal itu.
" sudah cukup! hentikan ok! " seru iren menengahi
" Sebenarnya siapa pria itu ren? Dan kenapa dia ada di sini? " tanya maria dengan nada kesal
__ADS_1
" Aku suaminya iren" seru aditya dengan bangga,
" harusnya aku yang bertanya, siapa kau sampai bisa mengusirku dari apartemen ku sendiri? " ucap aditya lagi, nada suaranya juga terdengar kesal
" ren! Dia papahnya arsen? "
" iya aku papahnya sena! Memangnya matamu buta? Tidak lihat aku dan putraku sangat mirip hah! "
"Kenapa kau menikah dengan pria seperti itu ren? Memangnya di dunia ini tidak ada pria lain? " ucap maria seraya menunjuk wajah aditya
" jangan bicara sembarangan ya! Aku sampai kau menikah dengan seorang casanova, biar kau tahu rasa" kini gantian aditya yang melempar bantal sofa pada maria, maria tidak sempat menghindar sehingga bantal itu mengenai kepalanya.
Maria hendak melempar bantal itu kembali, namun ia urungkan karna melihat iren hanya diam seraya melipat tangan di dada, maria meletakan bantal itu dibelakang tubuhnya, ia mengabil nafas panjang untuk menenangkan amarah dalam dirinya.
" kenapa berhenti? " tanya iren dengan wajah datar yang sulit diartikan
" maaf ren! " hanya kata itu yang keluar dari mulut maria,
" maria! Aku tahu kau kesal pada aditya karna kejadian dikamar, karna itu kau emosi saat mendengar ucapan kasarnya, padahal kau adalah pribadi yang tidak pernah bergeming saat mendengar banyak hinaan dari siapapun, tapi maria! Kejadian tadi itu hanya sebuah kecelakaan, dan lagi! Dia adalah suamiku, aku mencintainya, jadi tolong hormati dia walau hanya sedikit" tutur iren dengan tenang
Maria mengangguk mengerti. Sementata aditya, amarahnya hilang bagai asap begitu mendengar kata cinta dari sang istri, hatinya berbunga-bunga, jantungnya berdebar lebih kencang, aditya mendaratkan kecupan singkat di pipi iren, jika saja ia tidak melihat ada maria disana, bukan sebuah kecupan singkat melainkan ciuman yang penuh gairah yang akan iren terima.
__ADS_1
Iren merasa malu saat maria menatapnya dengan intens, namun ia mencoba kembali ke topik semula dan bertanya " Siapa namanya? "
"Roby agazi"