
***
Sebelum masuk ke cerita, author mau kasih tahu dulu nich!
Di episode kali ini ada adegan kekerasannya, mohon kebijaksanaan para pembaca dalam menanggapinya ya! Author tahu readers semua orang yang pintar jadi tidak akan meniru prilaku tokoh yang tidak baik, karna itu author memberanikan diri untuk bikin adegan kekerasan.
Satu hal lagi, author baru ini menceritakan sebuah kekerasan jadi belum punya pengalaman, dan mungkin bikin pembaca malah jadi bingung, kalian bisa kasih saran di kolom komentar, mau protes juga boleh...
***
👇👇👇
Lion memarkirkan mobil di persimpangan jalan dekat mansion aditya, sesuai dengan permintaan david, matanya menatap ke arah gerbang rumah yang berada tepat di jalan.
" tunggu di sini" ucap david memberi perintah.
David turun dari mobil, ia pergi menuju rumah kosong dan terlihat menyusup masuk ke dalam sana, meski lion belum tahu apa yang di rencanakan david, ia terus memperhatikan gerak gerik david untuk ia laporkan pada arsena.
Lion
Tuan dev masuk ke rumah kosong di samping rumah guru
^^^Guru
^^^
^^^Biarkan
^^^
Sementara david memantau penjagaan di mansion aditya dari mension tetangga, arsena malah tengah anteng menonton televisi, ia masih bisa memakan camilannya dengan lahap, meski hatinya terus menghawatirkan amihnya, terlebih pergerakan david kali ini sulit ia baca.
David terlihat keluar dari rumah kosong itu, ia menghampiri dengan langkah gontai lalu kembali masuk ke dalam mobil dengan terburu-buru, david bahkan sampai membanting pintu, helaan nafasnya yang terdengar berat membuktikan bahwa pria itu tidak dalam keadaan baik.
“ sial! Aku tidak bisa mengembalikan iren secara diam-diam karna penjagaan nya begitu ketat” umpat david kesal
‘ Astaga.... Kalou tau amih mau di balikin tadi aku minta guru untuk memberinya jalan' gerutu lion dalam hati, ia berusaha untuk tetap terlihat tenang
" jalan"
David meminta lion untuk kembali membawa mobilnya pergi dari sana, kali ini tujuannya adalah rumah sakit kota, lion jadi makin kesulitan untuk membaca rencana dalam kepala david.
Begitu tiba di sana lion langsung mengabari arsena, dan saat lion menoleh ia melihat david melepaskan perban di kepala iren, lalu mengangkat wanita itu keluar dari mobilnya.
Hal di luar dugaan terjadi dengan begitu cepat di hadapan mata lion, david melemparkan tubuh iren ke tanah sambil tersenyum lebar.
Lion hampir saja berteriak saat melihat david melakukan kegilaannya, namun ia tak sampai melakukan itu, karna ia sudah diwanti-wanti oleh arsena untuk tidak boleh sampai dicurigai david.
__ADS_1
David menghampiri tubuh iren dan memastikan kepala wanita itu berdarah, ia bahkan tidak segan untuk menarik benang monofilamen di kepala iren, sehingga membuat luka bekas ditabrak sebulan lalu kembali menganga, padahal luka itu sudah hampir mengering.
Lion sampai tak habis pikir pada tuan dev yang dulu selalu ia agungkan, pria itu ternyata sangat kejam, dia bahkan terlihat bisa saja saat melukai orang yang tidak berdosa, seperti telah terbiasa dengan hal itu.
Lion kemudian menyadari sesuatu, tidak adanya pergerakan dari iren membuat pria itu mencurigai sesuatu, lion bergegas meraih ponsel di sakunya untuk mengirim pesan pada seseorang.
Lion
Apa nyonya maria masih di sana
^^^Sakay
^^^
^^^Iya! Suaminya memaksa untuk menggeledah markas karna tidak percaya pada kami.
^^^
^^^Denis
^^^
^^^Roby
^^^
^^^
Lion
Bersabarlah denis
Minta nyonya maria untuk menggeledah kamar rawat amih iren
Dan minta dia untuk memeriksa obat dan jarum bekas suntikan, serta makanan yang ada di sana
^^^Sakay
^^^
^^^Ada masalah apa?
^^^
^^^Denis
^^^
__ADS_1
^^^Apa telah terjadi sesuatu?
^^^
^^^Jangan bilang kita sudah kecolongan dalam menjaga amih iren
^^^
Lion tersentak saat sebuah seragam polisi menghantam tubuhnya, sadar sudah ketahuan david, lion buru-buru memasukkan kembali ponselnya ke saku celana.
“ kau sedang chatan dengan siapa sampai tidak mengindahkan panggilanku? “ tanya david, tatapan david yang begitu mengintimidasi membuat lion sedikit panik.
“ saya sedang berkirim kabar dengan sakay dan denis tuan” jawab lion
“ Kenapa kau terlihat ketakutan? Memangnya mereka bilang apa? “ tanya david curiga.
“ mereka bilang....
Lion kesulitan mencari alasan yang tepat, sampai david menyahut “ wanita itu agen cbi”
“ bagaimana tuan bisa tahu” ucap lion dengan wajah terkejut, ia mendapat ide cemerlang berkat tuan dev nya itu, ia pun berpura-pura tidak tahu fakta tentang maria.
“ apa karna itu juga kita membawa wanita itu pergi dari markas tuan? ” tanya lion
“ idemu untuk mengepung musuh di markas memang cemerlang, tapi dia memiliki derajat yang sama seperti diriku, dia juga bukan orang yang bisa kita hadapi sembarangan” tutur david menjelaskan, lion hanya mengangguk pura-pura mengerti.
“ lalu sekarang kita harus bagaimana tuan? “ tanya lion dengan wajah polos, padahal ia tengah mengulik rencana dalam kepala david
“ kau pakai baju seragam polisi itu, lalu gendong iren ke dalam” titah david.
Lion menuruti perintah itu, setelah memakai seragam polisinya, ia mengangkat tubuh iren menuju ke dalam rumah sakit, dengan di ikuti david tentunya.
“ anggota cbi” ucap david seraya memperlihatkan tanda pengenal pada petugas rumah sakit
Mereka langsung menangani iren yang terluka dengan cekatan, di tengah prosesnya david menyerobot masuk ke dalam ruangan pengobatan, ia bahkan menarik dokter yang tengah bertugas mengobati iren saat itu.
“ dengar dokter! Aku masih harus mengurus kasus, kau tangani wanita itu dengan baik, dan hubungi keluarganya” ucap david seraya memberikan secerca kertas bertuliskan sebuah nama beserta dengan nomor teleponnya.
.
.
.
.
Agen CBI mah bebas, ke rumah sakit aja tinggal memperlihatkan kartu pengenal, coba kalau orang biasa, entah harus membayar DP dulu atau membuat laporan ke polisi dulu, baru pasiennya di tangani.
__ADS_1
Untung itu cuma terjadi di novel, kalau rumah sakit di dunia nyata mah tahu deh gitu juga atau engga...