Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Di dalam kamar resort


__ADS_3

Setelah lelah berkeliling dalam diam, aditya mengajak iren untuk istirahat.


“ Ren kamar yu!”


Iren hanya mengangguk, keduanya pun masuk ke dalam kamar yang sama.


Iren melempar tubuhnya di atas tempat tidur, sementara aditya memilih duduk di sofa, ia menghubungi roby untuk membicarakan perencanaan kedepannya.


Setelah sambungan telepon terhubung, aditya memberi tahu roby bahwa ia kembali lagi ke resort bersama iren.


Aditya juga berkata, setelah dia melihat resort yang kosong, ia merasa bahwa perusahaan harus siap mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk membuat perubahan, karna hanya itu jalan satu-satunya yang bisa ia pikirkan.


Iren yang mendengar pembicaraan aditya pun berseru, ia mengutarakan pendapatnya, bukan merubah seutuhnya seperti yang aditya pikirkan tapi hanya merenovasi beberapa bagian.


Roby yang berada di kantor pusat pun setuju dengan pemikiran iren, ia juga ikut menyumbangkan idenya, roby sampai tidak sadar, karna asik berdiskusi wanita yang berada di depannya pergi begitu saja.


“mengubah target pasar? Ku rasa boleh juga!”


Aditya mengakhiri diskusinya dengan roby, ia memanggil pelayan untuk meminta di bawakan buku, peta gambar besar, beserta alat tulisnya.


Ketika pelayan itu datang membawa apa yang aditya minta, tanpa sengaja mata iren menangkap sosok pria mencurigakan, pria itu memakai setelan jas dan juga kaca mata hitam, berdiri di belakang pohon seperti orang yang tengah mengintai melalui kaca jendela.

__ADS_1


Iren menghampiri aditya lalu berbisik “ ada yang mengintip ke dalam kamar”


Aditya yang terkejut mendengar hal itu sampai menjatuhkan semua barang yang dipegangnya, ia tidak tahu siapa orang itu dan apa tujuannya, tapi yang pasti! Aditya merasa, ia tidak akan bisa bekerja dengan tenang sebelum membereskan orang itu.


Aditya menyeringai setelah sebuah ide untuk mengelabui orang tersebut muncul di kepalanya, ia berjalan melewati iren kemudian berkata


“ Sesuai keinginanmu sayang” seraya membuka jas yang di kenakannya,


Aditya melempar jasnya keatas sofa lalu menutup gorden dengan penuh semangat.


Iren yang masih belum tahu apa yang aditya rencanakan hanya bisa harap-harap cemas, ia berharap aditya tidak sampai melakukan sesuatu yang berbahaya.


“ aww” pekik iren kesakitan


“ maaf! Apa aku terlalu kasar?”


Mata iren membulat sempurna mendengarkan pertanyaan itu, namun ia tidak berani bicara karna aditya memberi isyarat, memintanya untuk diam.


Aditya meminta ponsel iren. Iren hanya menurut dan memperhatikan saja, namun ketika aditya membuka salah satu situs porno, iren langsung merampas kembali ponselnya, lewat tatapan matanya yang begitu tajam iren mengancam aditya untuk tidak berbuat macam-macam.


Aditya memberi isyarat agar iren tenang dan percaya padanya, pria itu pun kembali merebut ponsel iren dan melanjutkan rencananya.

__ADS_1


Aditya memutar vidio porno yang memiliki durasi paling lama, lalu menaruh ponsel di dekat jendela agar orang yang berdiri di luar mendengarnya.


Dengan begitu tenang aditya meminta iren untuk membantu pekerjaannya, meski iren masih belum mengerti apa pentingnya hal itu tapi ia masih saja menurut.


Aditya membentangkan peta resort di atas meja lalu duduk di sofa, sementara iren duduk di lantai dan bersiap menulis semua yang akan aditya bisikan padanya.


Awalnya aditya masih bisa fokus pada pekerjaannya, namun sebagai pria yang normal ia mulai terganggu mendengar suara ******* itu.


Aditya yang merasa kepanasan awalnya hanya melonggarkan dasi, namun kemudian melepasnya, tanpa sadar perlahan pria itu juga melepas kancing kemejanya satu persatu.


Suara dari film porno itu juga mengganggu iren, sejak tadi iren berusaha untuk tidak memperlihatkannya, namun setelah melihat aditya melepas sabuk, di tambah dengan keringat yang bercucuran di tubuh pria itu, iren sudah tidak bisa berdiam diri, ia merasa harus berbuat sesuatu, iren harus bertindak, harus.


.


.


.


.


Apa yang akan iren lakukan?

__ADS_1


__ADS_2