
Iren bergegas pergi ke auditorium untuk menemui lady mira, ia di sambut dengan hangat oleh komikus muda itu.
" lady mira" panggil iren dengan nada ceria
"miss iren! kemari lah..." pinta lady mira
Iren pun menaiki panggung kecil, mendekati lady mira yang tengah sibuk dengan pekerjaannya, iren menyerahkan gaun itu, dan lady mira menerimanya dengan senang hati, senyumnya begitu lebar.
" terimakasih sudah bersedia jauh-jauh mengantarkan gaunku, kau pasti lelah setelah menempuh perjalanan selama empat jam" ucap lady mira dengan ramah
" Lelahku terbayarkan setelah melihat idolaku tersenyum" ucap iren sambil terus menyunggingkan senyum
" kau penggemarku? Astaga... " seru lady mira tak percaya
" ya! aku sangat menyukai komik buatanmu" ucap iren jujur
" baiklah miss iren, karna kau penggemarku, aku memintamu untuk turut serta dalam acara ini, dan ya! sebenarnya aku membutuhkan sedikit bantuan, apa bisa? " ucap lady mira
" sebuah kehormatan" jawab iren singkat, senyumnya masih belum menghilang dari wajahnya, tentu saja, saat kau bertemu dengan idolamu, senyummu tidak akan hilang meski gigimu sudah mengering.
__ADS_1
Lady mira meminta iren menunggu sejenak untuk berganti pakayan dan berias diri. Iren mengisi waktu luangnya dengan membaca brosur acara yang hendak diadakan malam itu.
" kau suka dengan inovasi yang ku ciptakan iren? " tanya lady mira seraya menghampiri iren, ia sudah selesai bersiap diri.
" ini menakjubkan " sahut iren,
Iren begitu excited dengan apa yang dilihatnya, tidak hanya karna inovasi terbaru yang canggih itu, tapi juga karna penampilan lady mira yang begitu mempesona, komikus muda itu memancarkan aura kecantikan yang alami, dibalut dengan gaun indah buatan lukas, sungguh kombinasi yang sempurna.
Sebelum acara dimulai, lady mira ingin menguji kembali alat barunya itu, ia menjelaskan pada iren bahwa kamera mini yang dipegangnya tidak menggunakan memori cart, dan tidak bisa merekam video, semua yang tersorot kamera akan langsung terlihat di layar monitor besar, dan langsung tercetak dalam bentuk gambar animasi.
Lady mira juga mmengataka bahwa printer yang berada di bawah monitor akan terus mencetak selama tombolnya tetap on, dan kertas di dalam nya belum habis, dan masalahnya adalah, sampai kemarin tombol on off di remote nya terkadang tidak bekerja dengan baik.
Iren pun mengangguk mengerti, ia bersiap di dekat printer, sementara lady mira masuk ke dalam sebuah box yang berbentuk seperti kamar pas di mall, yang berada tepat di balik tirai merah yang masih tertutup.
" Mohon bantuanya ya miss iren" seru asisten lady mira, ia duduk di bangku para tamu untuk memeriksa beberapa berkas.
Lady mira terlihat mulai bergaya ketika kamera mininya dinyalakan, iren begitu takjub melihat lembar demi lembar kertas keluar dari printer, hingga tiba-tiba sebuah adegan pembunuhan terlihat di layar, iren pun menjerit ketakutan.
Asisten lady mira yang turut berada di ruangan itu bahkan sampai berdiri karna syok melihat kejadian itu, semua berkas serta agenda yang tengah dipelajarinya lepas dari tangan, ia bahkan sampai jatuh pingsan.
__ADS_1
Para petugas serta wartawan yang tengah menunggu pun menerobos masuk setelah mendengar suara jeritan iren yang begitu kencang, mengakibatkan suara derap langkah menggema di udara, kertas-kertas berserakan tersapu oleh langkah kaki, flass foto pun mulai memenuhi ruangan saat wartawan berlomba mengambil gambar dari layar besar itu untuk dijadikan berita.
Kericuhan pun semakin parah ketika petugas yang mengurus acara itu membuka tirai merah dan membuka box tempat lady mira berada, lady mira terlihat terkapar tak berdaya, keberadaan iren sampai terkoyak saat para wartawan menerobos karna ingin memotret keadaan lady mira saat itu.
" apa yang sebenarnya terjadi?"
" Apa yang terjadi pada lady mira? "
"Kenapa dia tidak sadarkan diri? "
" Apa dia telah tiada?"
" ini pembunuhan atau kasus bunuh diri?"
" Kenapa ada begitu banyak darah yang mengalir? "
Dan masih banyak lagi pertanyaan dari para wartawan yang saling berebut untuk mendapatkan jawaban dari ketua pengurus acara.
Di tambah dengan kepanikan petugas keamanan setempat, ada yang berteriak " panggilkan ambulan" ada pula yang berteriak " hubungi polisi"
__ADS_1
Suara kericuhan itu begitu membekakan telinga, iren dan asisten lady mira tahu akan satu hal, lady mira tidak bisa diselamatkan, karna ia ditusuk tepat di bagian jantung dan kepalanya, tidak hanya sekali, tapi berkali-kali sampai menumpahkan lautan darah di atas panggung auditorium.