
Setelah iren meninggalkan tempat beberapa wanita menghampirinya, mengajaknya berkenalan kemudian berbincang, iren bahkan tidak sadar bisa berbaur dengan para tamu dengan mudah, entah itu karyawan atau istri dari kolega bisnis aditya, iren berbincang tanpa memandang status sosial mereka.
Iren melihat arsena menguap dari tempatnya, ia pamit untuk mendekati putranya, namun langkahnya harus terhenti karna dea dan naya berdiri dihadapanya, seperti memang sengaja menghadangnya.
" nona iren, siapa anda sebenarnya?" tanya dea seraya menatap dengan tatapan tajam.
" sejauh yang aku tahu kau itu hanya pelayan yang bekerja di rumah aditya kan! apa aku salah? " tanya naya, ia juga menatap dengan tatapan tak suka
"pelayan? Kata-kata mu itu terlalu...." sahut dea
Iren mengambil langkah ke kiri untuk menghindar dari mereka, namun naya dan dea malah mengikutinya juga.
" aku tidak berbohong dea, saat pertama kali kami bertemu, aku melihatnya memakai seragam pelayan yang seksi " ucap naya dengan ekspresi mencibir
Iren kemudian mengambil langkah ke kanan, namun kedua wanita itu masih enggan untuk melepaskannya.
__ADS_1
" Aku benar-benar tidak mengerti, kenapa kalian menghalangi jalanku?" tanya iren yang mulai kesal
" sungguh! Kau benar-benar tidak tahu?" naya malah balik bertanya
" iya! Aku tidak tahu? Tolong biarkan aku mau lewat, aku ingin menemui putraku" ucap iren dengan tegas seraya mengatupkan tangan, memohon agar diberikan jalan, atau setidaknya dibiarkan pergi
" Aku akan membiarkan kau lewat jika kau mau berjanji untuk membantuku dekat dengan aditya " ucap dea memberi penawaran
Iren mulai mengerti apa yang menjadi masalah bagi mereka, tapi iren enggan terlibat, karna itu ia berkata" jika kalian menyukainya bersaing saja berdua, aku tidak akan ikut-ikutan" seraya menatap aditya, naya dan dea bergantian.
" kau...
" iren, ini sudah larut, sebaiknya kita pulang duluan, tidak baik jika arsena berada di sini terlalu lama" ucap aditya
" memangnya tidak masalah?" tanya iren sedikit khawatir
__ADS_1
" ada ibu di sini, lagi pula kehadiranku sudah tidak dibutuhkan lagi, ayo! " aditya menarik tangan iren untuk mengikutinya.
Mereka pamit pada maya dan juga laksmi, kemudian kembali ke kediaman, bersama arsena yang terlelap dalam pelukan iren, tidak ada perbincangan yang terjadi, keduanya bahkan langsung masuk ke dalam kamar yang berbeda.
Iren meletakan arsena di atas tempat tidur, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, saat iren hendak mengenakan pakayan tidur, tidak ada satupun pakaian di dalam lemari.
Iren keluar dari kamar, ia tidak sengaja berpapasan dengan pak eka di koridor kamar, iren memanggilnya dan bertanya "apa bapak tau kenapa pakaianku tidak ada di dalam lemari? "
" pakaian nyonya di pindahkan ke kamar tuan aditya, nyonya besar akan menginap di sini, jadi nyonya maya memindahkan pakayan nyonya" jawab pak eka
" baiklah, terimakasih" ucap iren kemudian
Setelah mendapat informasi iren pun pergi ke kamar aditya, ia mengetuk pintu kamar namun tak ada jawaban dari dalam, karna itu iren menerobos masuk.
Aditya yang baru selesai mandi terkejut melihat irene berada di kamarnya, terlebih Irene hanya memakai kimono mandi.
__ADS_1
"sedang apa kau?" tanya aditya seraya mengeringkan rambut dengan handuk
Iren membekap mulut seraya langsung berlari keluar kamar saat melihat aditya, ia sangat terkejut melihat aditya keluar dari kamar mandi tanpa memakai handuk, ini sudah yang kedua kalinya iren melihat tubuh polos aditya yang baru selesai mandi.