Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Pura-pura takut


__ADS_3

Setelah memeriksa kondisi kesehatan sang bibi, di sinilah kini dokter stevan berada, kamar tamu yang naya tempati selama tinggal di rumah besar, dokter muda itu kini tengah memeriksa naya, wanita itu ditemukan pingsan di taman belakang tidak jauh dari danau buatan.


“ wanita ini tidak apa-apa, dia pingsan hanya karna syok” ucap dokter stevan setelah selesai melakukan pemeriksaan


Dokter muda itu mencipratkan air untuk membuat naya sadar, sebenarnya ia tidak pernah melakukan hal ini pada pasiennya, tapi entah kenapa ia sangat tidak suka melihat naya.


Di mata seorang dokter stevan, semua keburukan dari niat jahat terlihat pada air muka naya, di dalam hatinya dokter muda itu pun mempertanyakan perasaannya yang merasa benci tanpa mengetahui sebabnya pada naya yang baru ia temui kala itu.


Naya yang mulai sadar terlihat mengerjapkan mata, wanita itu bergegas bangkit dari pembaringannya, berlari dan langsung memeluk aditya.


Aditya yang terkejut itu hanya bisa merentangkan tangan, wajahnya mulai memerah menahan perut yang mulai bergejolak.


“ adi aku sangat takut” ucap naya


Aditya sama sekali tidak mengindahkan rasa takut wanita itu, ia mendorong tubuh naya lalu memuntahkan cairan bening dan gumpalan putih di depan wanita itu.


“ ehh... Kumat kan! Baru di peluk wanita aja udah gumoh, kebiasaan si kakak mah” ucap dokter stevan dengan nada meledek

__ADS_1


“ memang cuma pelukan aku saja yang gak bikin kamu gumoh, iya kan sayang!” ucap roby yang kemudian mengelus pipi aditya


Aditya yang jadi merinding mendengar ucapan sahabatnya itu kemudian pergi melarikan diri, ia setengah berlari bahkan saat menaiki anak tangga, tujuannya adalah kamar, aditya merasa jijik pada tubuhnya, ia ingin mandi, berendam dalam waktu yang lama agar tubuhnya benar-benar bersih.


“ ada apa dengan adit? Apa dia sakit? “ tanya naya pada dua pria yang masih ada di dalam kamarnya itu


“ sebagai wanita yang mencintai aditya, kau harusnya tahu semua tentangnya naya” jawab roby


“ apa kau tahu naya! Aditya alergi pada wanita yang tidak punya harga diri sedikit pun, dia akan gumoh kalau di peluk, dia akan muntah kalau di cium, dan seluruh tubuhnya akan memerah lalu pingsan jika berhubungan badan dengan wanita seperti itu” timpal dokter stevan,


Dokter muda itu menyampaikan fakta yang ada dengan niat untuk menyindir wanita di depanya, tapi sayang, yang disindir sama sekali tidak tersindir, wajah naya masih tampak biasa saja.


“Irene itu seorang penyihir” jawab dokter stevan, ia berbohong karna kesal sindirannya tidak mempan sama sekali.


“ dia terus memantrai aditya selama lima tahun, sampai akhirnya tubuh aditya bergerak sendiri dan bisa memperkosa iren”


Gantian roby yang menimpali, nada bicaranya dibuat sedramatis mungkin, dengan mata yang ia picingkan, sahabat dari aditya itu jadi terlihat seperti tengah menceritakan hal yang menyeramkan.

__ADS_1


“ iren memang sudah tiada naya, tapi apa kau tahu? Arwahnya masih bergentayangan di rumah ini, bahkan aditya yang sempat di mantrai sampai bisa merasakan keberadaan iren di dekatnya” tambah dokter stevan, ia juga jadi ikut-ikutan mendramatisir cara bicaranya agar terdengar meyakinkan.


“ bohong! Kalian mau membodohiku ya! “ ucap naya,


Ucapan naya memang benar, roby dan dokter stevan memang hanya membual, keduanha saling melempar kode untuk mempermainkan wanita itu, dan hanya kedua pria itu yang bisa saling melihat senyum tipis diwajah mereka, sampai hal diluar dugaan yang terjadi pun seolah mendukung bualan keduanya.


Suara benda jatuh yang terdengar setelah naya mengatakan itu membuat ketiga orang itu tersentak kaget secara bersamaan, dokter stevan berlari ke luar dengan langkah cepat, ia melihat punggung seorang pelayan yang berlari menjauh, dokter muda itu pun mengetahui bahwa ada seseorang yang telah menguping pembicaraan mereka, namun ia memilih memanfaatkan kondisi itu untuk semakin menakut-nakuti naya.


“ ini semua gara-gara kau roby, aditya sudah bilang jangan menyebut nama iren tiga kali atau ruhnya akan datang, lihat keluar sekarang, ada vas yang jatuh tapi tidak ada siapa pun di sana, sepertinya ruhnya iren marah karna kita membicarakannya” ucap dokter stevan, pria itu pura-pura gemetar ketakutan di depan naya, tapi matanya mengirim kode pada roby seolah tengah meminta dukungan.


“ tidak ada hantu di dunia ini, kau itu seorang dokter, bisa-bisanya kau percaya pada hal konyol seperti itu” geram naya


“kau boleh memilih untuk tak percaya naya, tapi kenyataan tidak akan bisa berubah, ayo pergi dari sini stevan, bulu kudukku merinding” ucap roby, pria itu juga ikut pura-pura gemetar ketakutan, ia bahkan menarik tangan dokter stevan dengan kasar.


Kedua pria itu kemudian berjalan sambil pura-pura memperhatikan sekitar karna takut pada ruh iren, sambil terus berkata “ maafkan kami iren, tolong jangan ganggu kami” dengan kencang agar naya bisa mendengarnya.


Naya menutup pintu kamarnya dengan kasar, ia mengusap leher bagian belakangnya saat merasakan hawa dingin menyentuh kulitnya, ia ingin menepis semua hal yang ia dengar dari roby dan dokter stevan, tapi ia tidak bisa menghindar dari rasa takutnya sendiri.

__ADS_1


Akibatnya, naya jadi parno sendiri, wanita itu bahkan terkejut saat angin kencang menerpa gorden dan membuat jendela tertutup dan terbuka dengan suara hantaman yang kencang.


" oh ayolah naya, apa yang kau takutkan? Ini kan masih siang" itulah yang naya ucapkan pada dirinya sendiri, tapi walau begitu, naya tetap saja bersembunyi di bawah selimutnya.


__ADS_2