Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Beby


__ADS_3

Aditya mengajak arsena pergi ke sebuah cafe yang seluruh bangunanya terdiri dari kayu, suasana cafe itu terkesan indah dengan dekorasi bunga-bunga dan lampu, yang saat malam suasananya akan menjadi romantis.


"hai aditya" seorang wanita cantik menyapa


" hai beby, sudah lama menunggu"


Arsena terkejut mendengar cara papinya membalas sapaan wanita itu, jujur saja hati anak itu merasa kesal terlebih saat papinya menebar senyum ramah pada wanita cantik itu.


" Terimakasih karna kau bersedia menerimaku beby"


" oh ayolah! Jangan bicara seperti itu, mari naik, kita perlu ruang yang lebih tertutup"


Arsena menghentakan kaki mendengar percakapan kedua orang dewasa itu, dalam hatinya arsena bertanya 'Papi memanggilnya dengan panggilan sayang, apakah wanita itu adalah calon ibu baru yang papi maksud? '


" Aku membawa putraku, aku harap dia tidak membuatmu merasa tidak nyaman" ucap aditya saat mereka sudah masuk ke sebuah ruangan tertutup


" aku suka anak kecil, apalagi yang tampan seperti tuan muda, " jawab wanita itu sambil tersenyum.


Wanita itu berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan arsena, lalu berkata " tapi tampaknya tuan muda yang tampan ini merasa tidak nyanan, papimu bilang kau bukan tipe anak yang pendiam, kenapa sayang?"


" Aku tidak suka! " ucap arsena seraya membuang muka


" Jangan seperti itu nak! Itu tidak sopan" tegur aditya


" tidak apa, dia masih kecil, jangan terlalu keras padanya"


" justru karna dia masih kecil jadi harus diajari dengan keras kan! Sebagai seorang dokter harusnya kau lebih tau tentang hal itu"


Arsena yang kesal menjauhi kedua orang dewasa yang tengah memperdebatkan sikapnya itu, ia mendudukan diri di sofa panjang tanpa meminta ijin dari pemilik ruangan itu.


Wanita yang dipanggil beby itu menggenggam tangan aditya, adita yang kaget hendak melepaskan diri, namun wanita itu berkata " tahan, tenang dan cobalah untuk rileks"


" tidakah ini terlalu tergesa-gesa beby" ucap aditya yang berjalan mundur saat wanita itu mendekatinya.


" Aku tidak suka membuang waktu" ucap wanita itu.


Wanita itu mendorong aditya untuk duduk di sofa singgle santai di sudut ruangan, dan berada cukup jauh dari tempat arsena duduk, ia menarik sandaran kaki kursi aditya agar peia itu bisa duduk dengan lebih santai, mengusap mata aditya agar matanya terpejam.


" Aditya candra, romansa itu indah, saat seorang wanita cantik berada di hadapanmu, kau hanya akan merasa gugup, saat beberapa bagian tubuhnya terbuka, senjatamu akan menegang karna hasrat, saat ia mulai menyentuhmu, gejolak hasrat itu aka meningkat" wanita itu berucap dengan suara yang lembut, ia mengatakan itu berulang-ulang kali, seolah tengah menanamkan ucapanya dalam pikiran aditya.


Setelah setengah jam berlalu, wanita itu meminta aditya untuk membuka matanya secara perlahan, lalu menanyakan perasaanya.


" bagaimana perasaanmu? "


" entahlah, aku merasa tidak ada yang berubah" jawab aditya seraya menurunkan kakinya.


Wanita itu menghela nafas kasar, ia mengambil sebuah papan kerani dari bawah meja yang ada di depan arsena, ia menulis sesuatu pada kertas yang terjepit pada papan itu.


" Berhentilah menatapku dengan kebencian seperti itu nak, aku ini kan tidak akan jadi ibu tirimu" ucap wanita setelah menyelesaikan tulisanya.


" jika anda bukan calon ibu tiri saya lalu kenapa papi memanggil anda dengan sebutan sayang? " tangya arsena.

__ADS_1


Wanita itu tertawa kecil, ia melihat aditya yang masih duduk di tempatnya seraya sibuk menatap layar ponselnya, wanita itu lalu berkata " aku ini hanya membantu papimu menghilangkan penyakit anehnya, setelah keluat dari sini, mendongaklah dan baca papan nama yang tertempel di dinding tepat di samping pintu"


" Sudah selesai kan beb! " seru aditya yang mulai beranjak dari duduknya


" iya sudah, pergilah " ucap wanita itu


" terimakasih atas waktumu, ayo arsena"


Aditya mengatakan itu dengan penuh ketulusan, tapi matanya tetap fokus pada ponsel dalam genggamannya, ia bahkan tidak melirik lagi pada wanita itu sampai membuatnya menghela nafas berat.


Arsena bangkit dari duduknya, ia masih menatap tidak suka pada wanita itu saat berjalan mendekati papinya, anak itu meraih tangan aditya.


" sampai jumpa lain waktu beb" ucap aditya sesaat sebelum melewati pintu.


Sesuai ucapan wanita itu, arsena mendongak melihat ke arah yang tadi wanita itu ucapkan, membaca papan nama yang tertempel di sana tanpa suara.


" M.Psi Beby tsabina "


" papi wanita tadi itu psikiater?" tanya arsena seraya menarik tangan aditya yang ia genggam untuk mendapatkan perhatian darinya


" bukan psikiater sena, tapi psikolog, tante beby itu master di bidang psikologi loh, hebat kan! " ucap aditya yang mengabaikan ponselnya demi menjawab tanya sang putra


" kenapa papi memanggilnya beby bukan dokter beby? " tanya arsena heran


" hai, kau tidak boleh memanggilnya dengan nama saja sena, itu tidak sopan"


" ia maaf! Tapi jawab pertanyaan sena papi"


.


.


.


.


Aditya memujinya tapi kemudian tertawa, Ada yang tahu ga kenapa?



Udah lama ga bersua setelah up 4 bab di hari minggu,,,, atau itu hanya perasaanku saja ya!


Pokonya aku usahain untuk terus up 4 bab di hari minggu hanya untuk menyenangkan kalian yang always kasih πŸ‘ jadi jangan lupa terus kasih πŸ‘nya ya!


❀ dan vote juga kalau kalian suka ceritanya


see you next time...


🧈(β€’_β€’)


) )z🎀

__ADS_1


/ _ Jin


🎡🎢🎡


🧈(β€’_β€’)


) )z🎀


/ _ Suga


🎢🎡🎢


🧈(β€’_β€’)


) )z🎀


/ _ J-hope


🎡🎢🎡


🧈(β€’_β€’)


) )z🎀


/ _ RM


🎡🎢🎡


🧈(β€’_β€’)


) )z🎀


/ _ Jimin


🎡🎢🎡🎢


🧈(β€’_β€’)


) )z🎀


/ _ V


🎡🎢🎡🎢


🧈(β€’_β€’)


) )z🎀


/ _ JungKook


🎡🎢🎡🎢

__ADS_1


__ADS_2