Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Arsena hilang


__ADS_3

Iren bangkit dan mengambil ponselnya yang terletak di bawah jendela, ia mematikan video itu lalu membuka gorden, iren menghela nafas lega karna pria itu sudah tidak ada di sana.


" apa pria itu sudah pergi? " iren hanya berdehem menjawab pertanyaan itu


" Sial... Lama-lama aku bisa gila jika terus begini" keluh aditya seraya melempar tubuhnya jatuh diatas sofa


" buka pintunya ren" ucap aditya ketika suara ketukan pintu terdengar nyaring,


Iren meletakan ponselnya diatas meja lalu berjalan menuju pintu, seorang pria dengan pakayan santai menerobos masuk setelah iren membuka pintu.


"kau sudah datang kris? " tanya aditya


" Aku datang karna kau yang panggil, dan biar ku beri tahu, aku tidak akan bekerja lebih dari 3 jam" ucap pria yang bernama kris


" iya, sesuai katamu tidak akan lebih dari 3jam, sebelumnya aku ingin minta maaf karna sudah memaksamu datang, mau bagaimana lagi, ide ku bisa hilang jika tidak langsung disampaikan" ucap aditya


Aditya terus sibuk membicarakan pekerjaan dengan kris, sementara iren hanya bermalas-malasan di atas tempat tidur, menonton sebuah drama dari ponsel sampai tertidur.


Aditya dan iren pulang saat hari sudah gelap, rumah nampak sepi saat keduanya tiba, padahal malam masih belum begitu larut.


" sena! amih pulang" seru iren seraya menaiki anak tangga, ia langsung berlari ke kamar putranya karna sudah merasa kangen.


" sena! kau dimana nak, amih sudah pulang ini!" seru iren lagi seraya keluar dari kamar putranya

__ADS_1


" sena! " Iren terus berteriak mencari putranya ke setiap sudut rumah


"sena! keluar nak, bercandanya jangan seperti ini dong nak, ini tidak lucu! " iren mulai menangis saat tak mendapati putranya di manapun.


Aditya bergegas keluar dari kamar mandi karna mendengar suara iren yang terus berteriak, biasanya aditya langsung mandi begitu pulang ke rumah, tapi kali ini, ia meninggalkan kebiasaanya karna mendengar suara teriakan iren yang terus memanggil nama putranya.


" ada apa? " tanya aditya sedikit berteriak pada iren yang berada di lantai bawah


" putraku menghilang tuan" ucap iren seraya mengusap air matanya yang jatuh membasahi pipi


" ibu dan nenek sepertinya tidak ada di rumah, mungkin mereka pergi bersama, coba kau hubungi mereka" ucap aditya mencoba menenangkan


Iren pun mencoba menghubungi ibu maya, teleponnya terhubung tapi tidak diangkat, namun ia tak menyerah, iren mencoba lagi dan lagi.


" mau kemana kalian?" tanya maya yang muncul di ambang pintu, wajahnya terlihat sangat marah


" ibu dimana sena?" tanya iren cemas


" dimana sena? " tanya aditya di waktu yang sama.


" Sena sudah pergi" ucap maya kesal


" apa maksud ibu? " tanya iren tak mengerti

__ADS_1


" sena pergi ke mana mah? dan kenapa baju-bajunya di bawa semua? " tanya aditya setelahnya


Iren menatap aditya karna ia tidak tahu tentang hal itu, namun sesaat kemudian ia menarik lengan maya seraya menangis " ibu! bukankah ibu sudah janji, ibu tidak akan memisahkan sena dariku jika aku menerima pernikahan ini? "


" aku memang membuat janji seperti itu padamu iren, tapi apa kau pernah berpikir, menerima itu bukan sekedar bersedia tinggal serumah" ucap maya,


"dimana arsena bu? " tanya aditya, ia mulai tersulut emosi melihat dan mendengar tangis iren yang mulai sesegukan


" untuk apa kau pura-pura peduli adi?" tanya maya dengan nada kesal


" Sudah cukup, hentikan drama ini bu, apa lagi yang ibu rencanakan kali ini? Aku diam saat ibu berusaha mendekatkan aku dan iren, aku diam saat ibu membuat putramu ini menghancurkan hidup iren, aku juga diam saat ibu diam-diam menikahkan ku dengan iren, aku menerima pernikahan ini demi untuk menebus dosa ibu pada iren, sudah cukup! Kali ini aku tidak akan diam lagi, aku tidak akan membiarkan ibu menyakiti iren lagi demi aku" ucap aditya, ia kemudian menarik iren pergi keluar dari rumah


Aditya yang tidak pernah bicara kasar sekalipun, seorang putra yang tidak pernah berani melawan ibunya, kini melakukan semua itu, perasaan maya sangat terguncang karenanya.


.


.


.


.


Kemanakah arsena pergi?

__ADS_1


__ADS_2