
David membuka gorden kamar itu agar udara segar dari luar bisa masuk ke dalam, namun ia malah melihat pergerakan petugas keamanan yang tidak seperti biasanya, david tersenyum getir saat menyadari ada sesuatu, dia bukanlah orang bodoh yang bisa di tipu dengan begitu mudah.
David meninggalkan iren dan langsung pergi menuju ruang cctv, kedatanganya cukup mengejutkan kepala keamanan dan mereka yang bekerja untuk terus memantau cctv.
" ada penyusup? " tanya david yang diangguki oleh kepala keamanan
" Apa lion sudah dikabari? " tanya david lagi, mata pria itu ia fokuskan untuk mengenali penyusup itu
" iya tuan, pak lion meminta untuk membiarkan mereka masuk dulu baru nanti kita kepung" ucap kepala keamanan itu menjelaskan, ia terus memperhatikan david karna khawatir david akan mengetahui rencana lion sebenarnya
" Roby! "
Pergerakan roby tertangkap oleh mata tajam david, pria itu kemudian pergi dengan tergesa-gesa menuju kamar iren, ia mengangkat tubuh iren dan membawanya masuk ke dalam mobil, beruntung lion melihat kejadian itu.
" tuan dev anda mau ke mana? " tanya lion, ia sedikit panik melihat david hendak pergi
" aku harus membawa iren pergi dari sini" jawab david seraya menutup pintu mobil bagian belakangnya.
" tuan dev apa anda tidak bisa percaya saja pada kami? " tanya lion ia berusaha menghentikan david agar tidak meninggalkan markas.
" tidak bisa lion, yang kita hadapi bukanlah orang sembarangan, roby itu anak mafia, kita tidak boleh sampai bersinggungan dengannya.
" tapi tuan, anda tidak boleh pergi tanpa pengawalan " ucap lion, padahal sebenarnya ia takut jika david membawa iren dan tidak akan ada yang tahu dimana david akan menyembunyikan iren.
" kalau begitu kau ikut aku" seru david seraya melempar kunci mobil pada lion, lion tidak punya pilihan selain menuruti ucapan david, ia pun ikut masuk ke dalam mobil itu.
__ADS_1
" kita akan pergi ke mana tuan dev? " tanya lion seraya memasang sabuk pengaman
" Mansion aditya" ucap david
Lion membawa mobil itu keluar dari markas, ia berusaha terus mengirim sinyal pada arsena, kali ini lion tidak bisa membaca rencana david, dan hal itu cukup membuat pikirannya ketar-ketir.
Sementara itu, Roby dan maria sudah masuk ke dalam markas, keduanya sudah berdiri di hadapan denis dan juga sakay.
" dimana david menyekap iren? " tanya roby seraya menodongkan pistol ke kepala sakay, namun kemudian maria menyita pistol dari tangan suaminya itu, gerakannya begitu cepat sampai roby pun tak menyangka istrinya bisa segesit itu.
Maria menadahkan tangan meminta sesuatu, dan denis pun memberikan satu dus yang berisi flashdisk pada maria, ia dengan sengaja tidak melepaskan tanganya dan malah memegang tangan maria sambil tersenyum.
" Jangan lupa kan bayaran untukku nona maria, makan malam romantis di akhir pekan ini" ucap denis kemudian
" tenanglah roby"
Lagi-lagi maria mencegahnya untuk bertindak, roby kesal bukan main, tapi pria itu takut melawan sang istri, lebih takut lagi jika diusir keluar dari kamar dan tidak diberi jatah.
" baik tuan denis, jangan sampai terlambat" ucap maria, roby bisa tahu bahwa wanitanya itu tersenyum di balik cadarnya, dan hal itu membuatnya mengepalkan tangan dengan sekuat tenaga.
" ayo pergi roby! " seru maria kemudian
" tunggu maria, aku datang untuk membawa iren kembali" ucap roby
" aku tahu tapi iren tidak ada di sini" ucap maria dengan santainya
__ADS_1
" tapi kau bilang iren di sekap di markas ini kan! " ucap david memastikan bahwa ingatan dan pendengarannya tidak salah
" iya! tadinya iren memang ada di sini, tapi david sudah membawanya pergi" ucap maria menjelaskan
" kapan?" tanya roby
" 15 menit yang lalu" sahut sakay
.
.
.
.
Nah readers, apa ada diantara kalian ada yang bisa menebak apa yang david rencanakan?
Dan kenapa david pergi ke mansion aditya?
Komen di bawah ya jika kalian tahu jawabannya
dan nantikan terus ceritanya agar kalian bisa tahu apakah dugaan kalian benar atau tidak, mau di penasaran nin sendiri juga boleh, tapi jangan lupa like nya ya!
Jempol mana jempol!
__ADS_1