
Dea mengintip ke dalam kamar arsena saat anak itu tengah menyuntik iren, dan ketika arsena keluar dari kamar, dea langsung berlaga seolah ia baru hendak menghampiri.
“ hai jagoan! Di mana ibumu, aku akan mengajaknya untuk pergi terapi? “ ucap dea sambil tersenyum semanis madu
“ Amih baru saja tertidur tante, tante ikut saja denganku, kita bicara dengan papi” ucap arsena seraya menggenggam tangan dea
Dea hanya mengangguk, wanita itu menyempatkan untuk mengintip ke dalam kamar sebelum mengikuti langkah kaki arsena, ia ingin memastikan bahwa arsena tidak berbohong, dea tersenyum saat melihat iren yang memang terlihat berbaring dengan nyaman di atas kasur.
Dalam ruang kerja aditya, pria itu terlihat tengah membaca sebuah file, arsena menerobos masuk setelah mendapat ijin dari sang pemilik ruangan.
Arsena melepaskan genggaman tangannya dan berlari ke pangkuan aditya, pria itu sedikit terkejut dengan tindakan putranya yang tiba-tiba bersikap manja, namun di sisi hatinya yang lain ia merasa senang karna sang putra bersikap layaknya anak seumurannya, aditya pun menghadiahkan kecupan di pipi arsena.
“ papi aku harus kembali ke sekolah, ibu guru bilang aku harus mengikuti pelajaran sejarah” ucap arsena seraya menatap papinya
“ apa kau benar-benar harus pergi nak? Anak papi bukanya sangat pintar, kenapa ibu guru memintamu untuk mengikuti pelajaran itu?” tanya aditya penasaran
__ADS_1
“ itu karna pelajaran sejarah negara ini berbeda dengan pelajaran sejarah di indonesia” jawab arsena
“ begitukah.... Lalu “ aditya melirik dea sesaat, menanyakan maksud putranya membawa wanita itu masuk.
“ Papi obat yang seharusnya di berikan pada amih sudah habis, jadi aku berpikir bagaimana kalau kita biarkan tante dea mencoba membantu menyembuhkan amih” ucap arsena
“ Boleh... Sebelumnya kau bilang bahwa ada sebuah terapi yang bisa menyembuhkan iren kan! Terapi apa itu? “
“ terapi kejut aditya, hanya itu satu-satunya cara untuk membuat iren kembali menjadi normal, iren hanya harus melakukan terapi kejut sebanyak tujuh kali, ” ucap dea
“Terapi kejut? Terapi kejut itu apa papi?" tanya arsena, ia baru mendengar istilah itu.
" tunggu papi, jadi maksudnya terapi kejut itu adalah terapi kejut listrik" ucap arsena
" ia sayang! jika dalam bahasa indonesia kata itu artinya terapi kejut listrik" arsena mengangguk paham
__ADS_1
"Lupakan saja soal terapi itu, aku lebih baik menunggu iren pulih secara perlahan daripada melakukan hal itu, terapi itu begitu menyakitkan” ucap aditya
" kau yakin aditya? " tanya dea yang diangguki aditya
" meski itu satu-satunya cara agar iren bisa sembuh? " tanya dea lagi
" terapi itu bukan satu-satunya cara untuk mengobati iren, jika ada yang lebih mudah kenapa harus yang sulit dan menyakitkan" ucap aditya dengan yakin
“Meski begitu tolong izinkan aku tetap merawat iren, aditya” pinta dea
“ kau bisa membantu merawat iren jika kau memang benar-benar menginginkannya” ucap aditya
Dea tersenyum saat mendengar ucapan aditya, ia mengucapkan terima kasih seraya membungkuk hormat, seringai liciknya baru terlihat setelah ia keluar dari ruang kerja itu.
Aditya mendapat panggilan untuk pergi ke kantor, ia pergi bersama arsena, sekalian mengantar putranya untuk kembali ke sekolah, tak lama maya juga pamit pergi ke butik.
__ADS_1
Dea merasa bahwa ini adalah kesempatan terbaik untuk melancarkan aksinya, ia pun mengamati keadaan rumah itu dengan sesama, mencoba melihat apa yang bisa dea lakukan untuk menyingkirkan iren.
Ketika dea berada di garasi, ia melihat CCTV yang terhalang oleh ranting pohon, sebuah ide pun muncul di kepalanya.