Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Pertarungan


__ADS_3

“ Ampuni aku ria.... “


“Aku sudah memaafkan perbuatanmu padaku” ucap ria seraya membantu david berdiri.


David memeluk ria dengan sangat erat, ia seolah menumpahkan rasa rindu yang sangat amat berat pada rekanya itu, pria itu tersenyum saat ria membalas pelukan itu.


“cukup sudah kau berbuat kejahatan david, akhiri semuanya sampai di sini, serahkan dirimu aku mohon” ucap ria sendu


“ tidak bisa ria” ucap david seraya melepaskan pelukannya dengan kasar


“ aku mohon dengarkan aku david, serahkan dirimu, aku akan sering menemuimu, mengajakmu makan bersama, bercanda dan tertawa seperti dulu, kau tidak akan kesepian dan bila nanti kau sudah bebas, pintu rumahku akan selalu terbuka untukmu”


“ tidak ria! tidak! Jangan paksa aku” ucap david yang mulai menodongkan pistol ke arah ria


“Aku mohon david” ucap ria dengan wajah memelas

__ADS_1


“tidak ria! Untuk pertama kalinya aku merasakan cinta yang sesungguhnya, aku tidak bisa meninggalkan wanita yang benar-benar mencintaiku dan membiarkan dia hidup menderita dengan suaminya, jika aku masuk penjara, bagaimana dengan nasib cintaku? “ ucap david dengan sendu


“iren tidak mencintaimu david, semua itu hanya ilusimu saja” ucap ria meyakinkan


“ percuma saja kau menjelaskannya ria, pria itu tidak berniat untuk mengerti ataupun menyesali perbuatannya” seru maria, ia muncul dari belakang tubuh david dengan memegang pistol yang ia tadahkan ke arah pria itu.


David langsung berbalik seraya menembakkan pistolnya ke arah maria, namun sayang peluru di pistol itu sudah habis, dengan helaan nafas yang berat david melepas pistol itu, membiarkannya jatuh ke tanah.


Maria mencoba mendekati david saat raut wajah pria itu sudah terlihat pasrah, tapi siapa sangka, tatapannya berubah tajam saat maria sudah berada di depannya.


David berhasil menjatuhkan maria setelah mengeluarkan jurus pamungkasnya, ia berlari mengambil pistol milik maria, lalu menembakkannya ke tubuh maria yang saat itu sudah kehilangan tenaga untuk menghindar.


Setelah pertarungan yang sengit, david kembali melarikan diri, ria berusaha mengambil tindakan dengan menembak kaki david untuk menghentikannya, namun pria itu masih bisa berlari walau tertatih-tatih.


Ria mengarahkan pistol ke jantung david, namun rasa persaudaraan di hatinya terhadap david mencegahnya, membuatnya hanya bisa menembak lengan kanan david.

__ADS_1


Ria sangat kesal pada dirinya sendiri, kenapa? Kenapa hatinya masih saja begitu lemah, sama seperti dulu, daripada menangkap david, ria memilih untuk menyelamatkan rekanya yang terluka, padahal bagi seorang agen cbi, diharuskan untuk mengutamakan menangkap penjahat apa pun yang terjadi.


David pergi ke sebuah rumah kecil yang terhimpit dua bangunan di sebuah perumah megah, pria itu hendak memegang hendel pintu, namun pintu itu sudah di buka dari dalam.


“ ya ampun kak! Apa yang terjadi” seru dea dengan panik


“ nanti saja aku jelaskan, sedang apa kau di sini? “ ucap david, tatapan matanya benar-benar tidak bersahabat, begitu dingin dan penuh dengan kecurigaan.


Dea menarik david untuk masuk lalu mendudukkannya di kursi kayu yang reot, barang-barang di rumah itu memang kebanyakan sudah usang.


“ aku hanya bernostalgia dengan masa lalu, aku menginap di sini sejak kemarin” ucap dea seraya membawa satu koper alat medis.


“ awhh... “ david memekik kesakitan saat dea membersihkan luka di kakinya, karna kesal ia pun berkata “ suntikan penghilang rasa sakit dulu bodoh”


“ maaf kak! Aku pikir seorang agen cbi yang kuat seperti dirimu tidak akan merasakan rasa sakit”

__ADS_1


__ADS_2