Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Apa amih tidur di ranjang papi?


__ADS_3

Aresna beru saja selesai mandi dan hendak bersiap untuk pergi sekolah, langkahnya terhenti karna beberapa orang berbadan besar berdiri tegak menghadang dirinya.


" Kalian menghambat kegiatan pagiku" ucap araena seraya melipat tangan di dada


Ketiga pria berbadan besar itu saling melirik, mereka lalu mengangguk, saling memberi kode satu sama lain.


Lion mengangkat tubuh arsena ke atas tempat tidur, sementara dua rekan lainya membantu mempersiapkan keperluan arsena yang lain.


" tuan dev nampak sangat marah guru" ucap lion seraya membantu arsena memakai seragamnya.


" itu sudah pasti, tapi aku meminta paman datang bukan untuk membantu memakai baju sekolah" ucap arsena


" tolong jangan cegah kami melakukan ini guru, membantu guru merupakan kehormatan yang langka bagi kami" sahut denis


" denis benar guru" sahut sakay mendukung


Arsena membiarkan ketiga pria bertubuh besar itu untuk membantunya, toh ia tidak memerintah mereka, jadi hal itu tidak bisa dianggap sebagai sikap yang tidak sopan pada mereka yang notabenenya jauh lebih tua darinya.


Arsena melompat turun dari tempat tidur setelah memakai seragam lengkap, ia menunjuk sebingkai foto yang terletak di atas nakas lalu berkata


" Lihat dan perhatikan wanita dalam foto itu, itu adalah foto amihku, wanita yang sudah melahirkan aku ke dunia ini, namanya adalah irenia lake, paman lion sudah mengenalnya bukan! " lion mengangguk mengiakan


" Paman sekalian bisa memberikan informasi apapun pada david, karna paman-paman memang bekerja padanya, tapi tolong, jangan berikan informasi apapun yang terkait dengan amihku" ucap arsena tegas, ia meminta tolong bukan memerintah, tolong camkan satu hal itu.

__ADS_1


Lion mengangguk hormat pada arsena, begitupun dengan denis dan sakay, ketiga anggota black stain itu kini tengah berdiri sejajar di depan arsena, mereka siap untuk menerima perintah dari seorang anak yang mereka panggil guru.


" Paman-paman bisa terus bekerja untuk tuan david, lebih tepatnya paman sekalian harus tetap berada dalam anggota black stain, itu penting, baik bagiku, maupun paman sekalian yang perlu menafkahi keluarga, tapi tolong, pasang flashdisk ini di komputer setiap kali paman bekerja" masing-masing dari mereka menerima satu flashdisk dari arsena tanpa bertanya.


Arsena keluar dari kamar setelah menyelesaikan urusannya, jangan tanyakan ketiga anggota black stain itu, mereka datang dan pergi seperti jelangkung.


Ketika arsena menuruni tangga, ia melihat sang nenek tengah menegur seseorang melalui sambungan video call.


Maya: Kenapa kau bersikap ceroboh aditya, harusnya kau tidak menandatangani kontraknya, nama resort itu jadi semakin jatuh karna insiden pembunuhan yang terjadi, terlebih yang meninggal bukanlah orang biasa, sekarang bagaimana caranya menjelaskan pada para investor (kesal)


Aditya: Mah, aku Sudah menandatangani pengambil alihan resort saat kejadian itu terjadi, nasi sudah menjadi bubur, tapi bubur juga bukan tidak bisa dimakan kan! bubur juga terasa enak kalau kita bisa mengolahnya, begitupun dengan resort, aku yakin pada kemampuanku sendiri, dan aku pastikan, aku akan berusaha keras untuk membuat risort ini berkemban (meyakinkan)


Maya: Lalu bagaimana dengan para investor? Siapa yang akan membuat mereka mengerti?


Arsena duduk di pangkuan sang nenek, ia menyela pembicaraan dengan menanyakan hal pribadi


Arsena: papi! Apa amihku bersamamu?


Aditya: Iya sena! amih ada sama papi, tapi sekarang amihmu sedang tidur


Arsena: Apa amih tidur di ranjang papi?


Aditya: iya sayang!

__ADS_1


Maya menahan senyum mendengar tanya jawab putra dan juga cucunya, tapi kebahagiaan itu berubah menjadi kecemasan saat mendengar arsena kembali bicara.


Arsena: Papi jaga amihku dengan baik ya! Jangan biarkan amih terlalu dekat dengan agen CBI yang bernama david itu.


Aditya: Menangnya ada apa dengan tuan david?


maya: Apa kau ini anak kecil? Kenapa cucuku harus menjelaskannya padamu dulu? Kau turuti saja keinginannya, lagi pula itu bukan hal yang sulit, jaga dan bawa iren pulang dengan selamat


Maya mematikan sambungan video call setelah memberi perintah pada aditya, ia sangat penasaran tentang agen CBI yang bernama david itu, namun menurutnya, tidak mungkin untuk bertanya di depan putranya itu.


" nenek harus membantuku menyatukan amih dan papi" ucap arsena dengan tegas,


Maya mengangguk patuh, karna itu juga lah yang ia harapkan. Maya menggeser laptop di hadapannya, kemudian mendudukkan arsena di atas meja, lalu bertanya " jadi! Siapa david?


" David adalah pria yang tengah mengejar amih saat ini nek, dia itu seorang agen CBI yang tampan dan berkarisma, saingan terberat bagi papi, kita harus membuat rencana" ucap arsena menjelaskan


" kau sangat benar sayang, nenek akan pikirkan cara untuk membuat iren dan aditya bersama" ucap maya mendukung


" nyonya, bukankah besok malam ada acara besar, bagaimana jika nyonya memberi tahu dunia tentang hubungan tuan dan nyonya muda" Sahut eka yang tidak sengaja mendengar perbincangan majikanya itu, pria tua itu memang suka tiba-tiba muncul di belakang maya.


Maya dan arsena menatap serta saling melempar senyum, fix, mereka setuju dengan saran dari kepala asisten rumah tangganya itu.


" Bicarakan rencananya nanti saja, mobil tuan muda ars sudah siap, tuan muda ars akan terlambat jika tidak bergegas pergi sekarang" baru saja maya hendak bicara, namun eka telah lebih dulu bersua

__ADS_1


Arsena pun berpamitan pada sang nenek, ia berangkat sekolah dengan di antar oleh sopir.


__ADS_2