Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Tanda tanya yang besar


__ADS_3

Suara ketukan pintu terdengar dan membuat maya jadi panik, khawatir orang yang tengah ada di depan pintu mendengar ucapannya.


Iren masuk dengan berpenampilan sebagai nia, maya menghela nafas kasar merasa lega karna ternyata bukan pelayan lain yang datang, tatapan tajam ia hunuskan setelahnya.


“ kau dari mana saja? Mama mencarimu sejak semalam, dan memangnya siapa teman yang ulang tahun sampai kau harus menginap di luar? ”


“ Tidak ada teman yang ulang tahun mah, itu hanya alasan agar aku bisa keluar tanpa dicurigai” ucap iren


Maya menarik iren, membawanya duduk bersama di tepi tempat tidur, kemudian berkata “ apa kau tahu apa yang terjadi iren? Aditya berniat membongkar kuburan palsumu, dia ingin memindahkannya ke indonesia, katanya itu kau yang minta”


“ iren tahu mah, iren tidak sengaja mendengar percakapan kalian, karna itulah iren semalam pergi untuk membereskannya”


“ mama tadinya mau bertanya apakah adi jadi memindahkan kuburanmu atau tidak? Tapi gara-gara melihat naya datang bersamanya, mama jadi lupa”


“ Adi membawa naya ke rumah ini mah? “ tanya iren terkejut


“ iya! Mama tidak tahu apakah suamimu masih waras atau tidak, dia membawa naya untuk tinggal di sini iren”


“ tapi kenapa ma? “ tanya iren bingung

__ADS_1


“ adi hanya mengatakan bahwa dia ingin memberikan apa yang naya inginkan, mama juga tidak mengerti apa maksudnya”


“ Jangan-jangan adi....


“ jangan berpikir macam-macam iren, aditya sudah berjanji pada mama bahwa dia tidak akan menikahi naya, untuk pertama kalinya mama tidak bisa mengerti putra mama, tapi mari kita percaya saja padanya” iren mengangguk sambil tersenyum, tapi rasa cemasnya tidak bisa ia sembunyikan


“ ada apa iren? Apa yang masih kau cemaskan?“ tanya maya, ia menangkap kegelisahan di mata iren


Iren menceritakan bahwa saat dirinya hendak kembali pagi ini, ia melihat naya mendatangi kantor catatan sipil, dan ia menduga naya berniat untuk menikah dengan aditya.


Namun maya menjelaskan bahwa meski pernikahan di negara ini terbilang mudah, tapi kenyataannya tidak semudah itu, meski sepasang kekasih bisa dinyatakan menikah hanya dengan menandatangani dokumen, tapi persetujuan dua keluarga juga di perlukan.


“ kau tenang saja iren, mama hanya akan menandatangani dokumen yang sudah mama baca, jangan membuat dirimu stress dengan begitu banyak pikiran iren, mama ada di sini untuk mendukungmu”


“ terima kasih ma, kalau begitu iren permisi”


“ kau mau ke mana? “


“ kembali bekerja mah”

__ADS_1


“ apa kau harus melakukan itu? ini kan sudah malam”


“ iren hanya akan membantu yang lain bekerja sebentar, lalu beristirahat ma”


“ apa kau benar-benar harus sampai begitu? Kau kan hanya pura-pura jadi pembantu iren”


“ ma....! “


“ Iya! Iya! Pergilah bekerja yang rajin sana”


Kedua wanita itu saling melempar senyum, dan iren pun keluar dari kamar nyonya maya.


Iren yang naik ke lantai dua untuk menemui arsena tidak sengaja melihat aditya, ia pun memutar tubuh dan kembali turun, tapi ia penasaran dengan apa yang tengah suaminya perhatikan, karna itu, iren pun mengintip keluar jendela yang sama di lantai yang berbeda.


Sepasang suami istri itu kini berdiri di tempat sejajar, lantai yang aditya pijak berada di atas kepala iren, dan keduanya sama-sama menatap ke halaman.


Mereka melihat arsena dan naya yang berada di sana, saat aditya tersenyum melihat ulah sang putra, iren justru mengeluhkan dirinya.


‘ Astaga... Bagaimana arsena bisa melakukan itu? Kau sudah gagal mendidik putramu iren' gumam iren dalam hati sambil menepuk jidatnya sendiri

__ADS_1


__ADS_2