
Saat iren membuka mata di pagi hari, hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan aditya yang tengah terlelap.
Apa ini mimpi? pertanyaan itu muncul dalam benaknya.
Ya! ini pasti hanya mimpi, entah siapa yang tengah iren yakinkan.
Semalam aku kan tidur di sofa, iren masih ingat dengan jelas akan hal itu.
" amih... " panggil manja arsena seraya menyembul dari balik pintu.
Iren bangkit dengan cepat, suara arsena membuat iren tersadar bahwa dirinya tidur di atas kasur yang sama dengan aditya, iren tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi, yang jelas iren merasa bahwa aditya tidak boleh mengetahui tentang hal ini.
Arsena berlari menghampiri iren yang tengah turun dari tempat tidur, melihat papinya masih tidur anak itu pun bertanya pada ibunya " kenapa papi belum bangun amih?"
" papi mu kelelahan sayang, biarkan saja, sena mau mandi sama amih?" ucap iren seraya membelai lembut pipi sang putra
Arsena mengangguk dengan penuh semangat, iren pun membawa sang putra ke dalam kamar mandi, ia membantu arsena membuka pakaiannya, kecuali ****** ********, karna itu arsena bertanya " Amih kenapa aku harus memakai ****** *****? " dengan tingkah polosnya
" itu karna sena sekarang sudah besar, dalam tubuh sena ada satu bagian dari pria yang sangat tabu untuk diperlihatkan dan disentuh oleh perempuan, jadi sena harus menjaga baik-baik hal itu, mengerti sayang" ucap iren menjelaskan
Arsena menggeleng kemudian berkata " belum amih! apa semua laki-laki memilikinya? Atau hanya sena saja?"
Iren berusaha untuk tidak tertawa mendengar pertanyaan itu, ia berkata " semua laki-laki memiliki satu hal itu dan mereka juga menjaganya"
__ADS_1
" kenapa amih tidak membuka celana dan kaus buah dada?" tanya arsena ketika melihat iren masuk ke dalam bathup
" sayang, jika laki-laki memiliki sesuatu yang harus dijaga, begitu juga dengan wanita, bedanya wanita punya dua hal sementara pria hanya satu" jawab iren seraya mengangkat tubuh arsena ke dalam bathup
" itu tidak adil, kenapa hanya wanita yang punya dua" keluh arsena dengan wajah cemberut tak terima
" itu karna wanita menyusui sementara laki-laki tidak" jawab iren
" menyusui itu apa? "
" Amih pernah kasih tahu sena kan! Sebelum sena tumbuh gigi dan perut sena bisa mencerna makanan, sena makan dan minum dari mana? Sena masih ingat tidak? "
" Sena ingat amih, sena makan dan minum air susu dari buah dada amih kan! "
" Apa amih juga menyusui papi?"
Arsena banyak bertanya tentang apa yang tidak diketahuinya, dan terkadang pertanuaan anak itu membuat iren memutar otak, sejak awal iren memang menbatasi pengetahuan arsena tentang anatomi tubuh, karna selain ada pelajaran tentang *** di dalamnya, arsena juga masih terlalu kecil untuk mempelajari itu semua.
Sudah menjadi hal biasa waktu berendam dengan sang putra menjadi ajang tanya jawab, untung saja iren selalu punya cara untuk memenuhi keingin tahuan arsena yang besar dan terkadang berlebihan.
" Sudah cukup sayang, sudah dua puluh menit kita berendam, lekas bilas tubuhmu" titah iren pada sang putra
Iren bukanya tidak mau memandikan sang putra, namun ia memang sengaja mengajarkan kemandirian sejak dini, mandi bersama itu hanya sebatas berendan, saat membilas tubuh keduanya melakukan secara bergantian.
__ADS_1
" amih aku sudah selesai" ucap arsena setelah membilas tubuhnya dengan bersih.
Iren menyerahkan handuk untuk arsena, setelah arsena mengeringkan tubuhnya, iren memakaikan kimono mandi pada putranya lalu menyuruhnya keluar.
Arsena yang keluar lebih dulu tidak bisa duduk diam, ia merasa bosan. Melihat aditya masih terlelap, pikiran jahil anak itu tiba-tiba muncul, ia mengambil spidol dari meja kerja aditya, lalu mencoret-coret wajah papinya itu.
Iren yang baru selesai mandi melihat tingkah jahil putranya, ia pun menarik arsena turun dari ranjang untuk menghentikanya, ia lalu berkata " sena! Jahilnya sama amih aja, jangan sama yang lain, kau mengerti? "
Iren menasihati putranya dengan nada suara yang lembit, arsena menganggukkan kepala dengan patuh, tapi kejahilanya tidak berhenti sampai di sana saja, ucapan iren itu malah membuat arsena menarik handuk yang melingkar di tubuh iren.
" sena! " pekik iren kesal
Iren berteriak begitu kencang hingga membangunkan aditya, sementara yang di teriaki malah melarikan diri keluar dari kamar.
.
.
.
.
Ohhoo... Aditya.... Mimpi apa kau semalam sampai dapat rejeki nomplok di pagi hari,
__ADS_1
Hihihi ðŸ¤