
Menjadikan iren sebagai asisten tak lantas membuat aditya selalu berduaan dengan istrinya, karna nyatanya iren justru di sibukkan dengan pekerjaan asisten yang bertumpuk, terlebih iren baru mempelajari segalanya, tidak seperti roby yang bekerja dengan cepat karna sudah kompeten.
Ok! Jangan bandingkan roby dengan iren, itu tidaklah adil.
Aditya tidak bisa melakukan itu, karna membandingkan cara kerja roby dan iren, ia jadi sedikit kecewa, apalagi karna iren tidak selalu berada disisinya, rencananya jadi tak berjalan sesuai keinginanya, walau sudah menyibukkan diri, satu jam yang sudah berlalu itu terasa berabad-abad baginya.
Aditya melihat jam tanganya, waktu menunjukan pukul 2 siang, yang berarti hanya tinggal satu jam lagi sampai waktunya rapat tiba, dan itu artinya iren akan datang keruanganya untuk membantunya bersiap, hanya membayangkan iren ada di sisinya saja sudah membuat semangatnya yang hilang kembali membara.
Aditya menghitung mundur waktu, hitunganya sangat tepat, naya bangkit dari duduknya setelah aditya mencapai hitungan satu, aditya memperhatikan sang sekertaris yang pergi meninggalkan tempatnya, hendak menemui iren untuk mengingatkannya tentang rapat itu.
Aditya mulai mempersiapkan diri untuk menyambut iren, ia berpikir, ia harus terlihat keren saat iren masuk ke ruangannya, ia pun tidak melepas pandangan dari jendela ruangannya, menantikan pujaan hati yang sudah ia rindukan.
Sementara itu, naya mengetuk pintu ruangan roby, ia masuk setelah mendengar seruan dari dalam ruangan, naya terkejut melihat kursi yang kosong, ia yakin tadi ia mendengar suara iren, tapi iren tidak terlihat menduduki tempatnya.
Naya memperhatikan sekeliling ruangan mencari keberadaan iren, ia mendapati iren tengah duduk selonjoran di lantai, tepatnya di belakang meja sambil memangku laptop.
" sedang apa kau disana? " tanya naya heran
__ADS_1
" tentu saja bekerja, memangnya apa lagi? ada apa?" tanya iren dengan matanya yang tetap fokus pada layar laptopnya.
Naya mengatakan bahwa ia datang untuk mengingatkan iren agar membantu aditya bersiap untuk rapat, mendengar itu, iren pun bergegas bangkit lalu mengikuti naya berjalan sampai masuk ke ruangan aditya.
" permisi pak adit, mohon segera beriap untuk rapat" ucap naya ketika keduanya sudah berdiri di depan aditya
" oh... sudah waktunya ya! " ucap aditya yang tengah pura-pura sibuk membaca file
Aditya membuka satu persatu kancing kemejanya, lalu melepas kemeja itu dan melemparnya pada naya, iren langsung menundukan kepala setelah melihat adegan aditya membuka bajunya, melihat hal itu aditya pun langsung tersenyum lebar, ia mengingat ucapan roby tentang apa yang harus naya lakukan saat ia membuka pakaiannya.
" tak apa ren, ini bukan pertama kalinya beliau membuka baju, cobalah untuk terbiasa" bisik naya pelan
Melihat iren hanya diam naya pun merasa punya kesempatan untuk melayani aditya, seperti apa yang selalu roby lakukan, naya mengikuti langkah aditya yang berjalan menuju kamar mandi.
" oh jadi ternyata begini kelakuan suamiku di kantor, tidak hanya membuka baju di depan sekertarisnya, ia juga membiarkan naya ikut ke kamar mandi" gerutu iren dalam hati seraya mengekori naya.
Naya berhenti tepat di dekat pintu, sementara iren malah menerobos masuk kamar mandi, tentu saja hal itu membuat aditya senang bukan main.
__ADS_1
" cepat lepas celanamu" senyum aditya bertambah lebar setelah mendapat perintah dari sang istri.
Aditya merasa telah berhasil menggoda iren, membuat iren terpesona hingga menginginkan dirinya, saat melepaskan celananya ia sampai bertekad akan melakukan percintaan yang panas di dalam kamar mandi itu .
Iren merampas celana aditya dengan kasar lalu keluar dari kamar mandi sambil membanting pintu, hilang sudah mimpi aditya melihat kemarahan yang iren tunjukan, pada akhirnya aditya hanya bisa mengeluh pada angin.
Iren melempar celana aditya pada naya dan menyuruhnya pegi, lalu meninggalkan naya masuk ke ruang ganti.
Naya semakin tak mengerti dengan iren, pertama ia ikut masuk ke dalam kamar mandi, dan yang kedua, ia bersikap sama seperti roby saat memberikan celana aditya, melihat iren menjalankan tugasnya membuat naya kesal bukan main, ia telah kehilangan kesempatan untuk melayani aditya, naya lalu pergi meninggalkan ruangan ceo.
.
.
.
.
__ADS_1
Iren marah karna cemburu guys! 🥳😋