
***
Sebelum masuk ke cerita, author mau kasih tahu dulu nich!
Di episode kali ini ada adegan kekerasannya, mohon kebijaksanaan para pembaca dalam menanggapinya ya! Author tahu readers semua orang yang pintar jadi tidak akan meniru prilaku tokoh yang tidak baik, karna itu author memberanikan diri untuk bikin adegan kekerasan.
Satu hal lagi, author baru ini menceritakan sebuah kekerasan jadi belum punya pengalaman, dan mungkin bikin pembaca malah jadi bingung, kalian bisa kasih saran di kolom komentar, mau protes juga boleh...
***👇👇👇
Iren tidak tahu bahwa laporan yang ia terima itu adalah sebuah jebakan dari david, wanita itu bergegas pergi ke resort untuk memeriksa keadaan tanpa mengetahui apapun.
Dan setelah ia tiba di lokasi, ia jadi kebingungan karna tidak ada siapapun di sana, resort itu tampak kosong dan bahkan pintunya pun tertutup dengan rapat.
" ini aneh! "
Iren mulai merasakan adanya keganjilan, firasat buruk yang telah hilang kembali melanda hatinya, iren melihat ke sekeliling, mana tahu ada seseorang di sana yang bisa iren tanyai, tapi ia tidak menjumpai siapapun.
" Cari siapa sayang? " tanya david yang tiba-tiba muncul dari belakang tubuh iren.
" david! " Bulu kuduk iren mendadak merinding saat menyebut nama itu.
David menarik tangan iren untuk mengikis jarak diantara mereka, kemudian ia berkata "aku tahu kau tidak mencintai suamimu, kau pasti sangat tersiksa hidup dengannya, dan aku juga tahu bahwa orang yang kau cintai itu aku, menikahlah denganku iren"
__ADS_1
Iren menoleh dengan cepat saat david hendak menciumnya, hal itu membuat david mendengus kesal, iren mencoba untuk pergi, namun tanganya di cengkram dengan kuat.
" lepaskan tanganku david, aku tidak mungkin menikah denganmu, kau salah jika berpikir aku mencintaimu, aku hanya menganggap mu sebagai teman" ucap iren, ia berusaha bicara dengan nada suara lembut, berharap agar david tidak marah.
Tapi setelah mendengar ucapan iren, david malah jadi sangat kesal dan tidak bisa mengendalikan emosinya, ia mendorong iren dengan kasar hingga membuat wanita itu jatuh terkapar di tanah, iren memekik kesakitan karna sikut dan telapak tanganya berdarah, tapi david malah tersenyum dengan bahagia.
" kau tahu apa konsekuensi menolak seorang david iren! " ucap david seraya berjongkok di depan iren yang kala itu hendak berdiri
" ke-ma-ti-an! " David mengeja kata itu dengan penuh penekanan.
" Cinta itu bukanlah sesuatu yang bisa kau paksa david, cinta itu masalah hati, cinta tidak bisa kau tukar apalagi di beli" ucap iren menjelaskan,
Iren yang menganggap cinta hanyalah perasaan yang membuat seseorang jadi gila, tidak pernah terpikir akan mengatakan sebuah kata romantis yang ia kutip dari sebuah novel yang ia baca.
" le paskan... aku david.... a ku mohon" Walau kesulitan bicara, iren berusaha memohon dengan susah payah.
'tidak bisa! Aku bisa mati jika terus seperti ini, aku masih ingin hidup untuk melihat putraku tumbuh dewasa' batin iren menjerit, ia berusaha memutar otak untuk bisa melepaskan diri, ia sadar betul bahwa kekuatan david bukan tandingannya,
Sebuah ide muncul, iren melepaskan tangan david lalu berusaha meraih tanah untuk ia rauk, iren kemudian melempar tanah yang ia genggam pada wajah david.
"ahhh.... "
David berteriak saat matanya kemasukan tanah, tangannya reflek melepaskan iren, pria itu lebih mementingkan untuk mengucek matanya yang terasa perih.
__ADS_1
Iren berusaha bangkit berdiri walau dirinya masih terbatuk-batuk dan sedikit kesulitan bernafas, ia memanfaatkan david yang tengah lengah untuk pergi melarikan diri.
Iren berlari begitu jauh, namun jalanan yang iren lalui nampak sepi, sejak tadi ia tidak menjumpai adanya mobil yang melintas di sana, tapi ia bisa bernafas lega karena david tak terlihat mengejarnya.
Iren berusaha meraih ponselnya di dalam tas dengan mata yang sigaga memperhatikan sekitar, ia hendak menghubungi aditya, namun niat itu ia tunda saat melihat sebuah mobil yang melaju ke arahnya, iren berniat untuk menghentikan mobil yang hendak melintas itu, tapi ternyata mobil itu mengincar dirinya.
Iren di tabrak sebelum sempat menghindar, tubuhnya sampai terpental jauh hingga tergelatak di atas aspal, darah keluar dari kepala, tangan dan juga kakinya, namun wanita itu masih diberi kesadaran.
Iren yang masih sadar bisa melihat david turun dari mobil itu, ia berusaha untuk bangkit saat melihat david bergegas mendekat ke arahnya, tapi gerakan iren kalah cepat, pria itu menendang perut iren layaknya menendang sebuah bola, tubuh iren sampai berpindah dan terlentang di tengah jalan.
" Cintanya aku bersimbah darah" ucap david seraya mendekati iren, ia duduk di dekat iren lalu mengangkat kepala wanita itu ke atas pangkuannya
" kenapa david? Kenapa kau melakukan ini padaku? Kau tidak mencitai ku david, karna cinta tidak pernah menyakiti seperti ini" iren masih bisa bicara dengan meninggikan suaranya setelah terbatuk dan memuntahkan darah.
" Aku tidak ingin melakukan ini iren, hatiku juga sakit melihatmu terluka seperti ini, kau lah yang telah memaksaku untuk melakukanya, iren dengar! Harusnya kau lupakan saja aditya " iren menggelengkan kepala
" Katakan bahwa kau mencintaiku iren, aku akan membawamu ke rumah sakit, dan kan ku pastikan kau akan baik-baik saja" ucap david, namun iren kembali menggelengkan kepalanya
David meraih tangan iren, meletakkan telapak tangan iren di dadanya, lalu berkata " Debar jantungku berdetak saat ku genggam tanganmu, kau memang bukan cinta pertamaku, tapi aku ingin, mulai hari ini, saat ini, kau hanya cintanya aku, jangan ada hati lain diantara kita iren, berjanjilah"
Iren perlahan tidak bisa lagi merespon ucapan david, penglihatanya mulai memudar, kesadarannya mulai melemah karna darahnya terus mengucur.
" Katakan kau mencintaiku iren, buka matamu dan katakan kau hanya mencintaiku... iren! buka matamu, kondisimu semakin parah, jika kau masih ingin hidup, kau harus bilang bahwa hanya aku pemilik hatimu, bahwa kau hanya mencintaiku, iren buka matamu dan katakan bahwa kau mencintai david, dan hanya david, barulah setelah itu aku akan menyelamatkanmu, iren....! katakan kau mencintaiku, katakan iren, buka matamu....
__ADS_1
David terus saja berteriak seperti orang gila, kecemasannya semakin besar saat iren telah benar-benar menutup mata.