Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Jenazah


__ADS_3

Maya terus gelisah menantikan kabar tentang iren, karna sampai sore tiba, iren masih belum di temukan.


“ nenek sena pulang? “ seru arsena yang baru kembali dari sekolahnya


Maya menyambut cucunya dengan senyuman, ia juga mengecup pipi arsena dengan gemas, tapi arsena masih bisa merasakan kegundahan di hati neneknya itu.


“ ada apa nek? Amih di mana? “ tanya arsena, ia melihat ke seluruh tempat yang terjangkau oleh pandanganya, mencari keberadaan sang ibu.


“ sena! Amihmu pergi sejak pagi dan masih belum kembali” ucap maya


Ucapan itu terdengar oleh aditya yang pulang cepat hari ini, ia berseru dengan kesal “ Apa maksudnya pergi? Kenapa tidak ada yang memberi tahukan hal ini padaku ma? Kemana iren pergi? “


“ Sudahlah papi, jangan kesal begitu, aku juga kan baru di beritahu” ucap arsena menenangkan papinya


Belum sempat maya menjelaskan, roby dan orang-orang yang pergi mencari iren kembali pulang bersama seorang anggota kepolisian.


Dea terlihat berlari menuruni tangga, gadis itu bergegas keluar dari kamarnya setelah melihat mobil aditya memasuki pelataran rumah.


“ apa iren sudah ditemukan? “ tanya dea dengan nafas yang terengah-engah,


“Roby apa kau sudah menemukan iren?” tanya maya dengan nada suara yang menuntut.


Aditya semakin bingung mendengar pertanyaan itu, ia berpikir iren pergi ke mana sampai harus di cari seperti ini.


“ belum, tapi... Ada kabar buruk, pihak kepolisian laut menemukan bangkai mobil yang tercebur ke laut, yang menyetirnya adalah seorang wanita, wajahnya tidak bisa dikenali karna terkena pecahan kaca, polisi ini datang karna hal itu” ucap roby menjelaskan


“ Seperti apa yang tuan roby jelaskan tadi nyonya, mobil itu tercatat atas nama dea, dan pengemudi yang menjadi korban diduga adalah sebagai menantu nyonya, tapi kami masih harus memastikannya”


" tunggu dulu pak, iren itu tidak bisa menyetir kecuali mobil otomatis, apalagi setahuku mobil dea itu adalah mobil manual, jadi itu tidak mungkin iren" ucap aditya, ia tak ingin mempercayai penutiran polisi itu.

__ADS_1


" jadi begini tuan, pagi ini saya mengejar mobil itu karna dia menerobos lampu merah, saat itu dia juga mengatakan hal yang sama" ucap polisi itu.


Polisi itu meminta keluarga untuk mengikuti prosedur untuk membantu meng identifikasi jenzah, dan mereka pun bersedia untuk bekerja sama.


Aditya, dan maya mulai menitahkan air mata saat mendengar kabar bahwa polisi telah menyatakan mayat wanita itu adalah iren, arsena terus menangis sambil meraung memanggil amihnya.


Tepat pukul 20:30 zenazah iren tiba di rumah duka, suara tangis kesedihan pecah memenuhi mention itu, seluruh pekerja bahkan sudah berkumpul mengikuti tangisan berjamaah itu, mereka duduk bersama sambil membacakan doa menurut kepercayaan mereka masing-masing.


Anehnya, air mata arsena, aditya dan maya seolah tercekat, berhenti dan tak lagi mau keluar lagi, dan hal ini membuat semua orang tambah khawatir, ketiga orang itu pun pergi ke kamar mereka masing-masing, duduk di ranjang masing-masing sambil merenung.


“ Ada apa denganku? Apa benar kata orang-orang bahwa kasih sayangku pada iren hanyalah kepura-puraan, apa aku hanya menyayangi iren karna merasa bersalah sudah memanfaatkannya demi mendapat cucu, aku sedih mendengar berita kematian iren, tapi kenapa aku justru tidak bisa menangis setelah jenazah iren ada di hadapanku” itulah yang tengah maya pikirkan di kamarnya


“ Ada apa denganku? Aku sangat mencintai iren, aku sangat hafal setiap lekuk tubuh istriku, wajah itu, tubuh itu, semuanya begitu nyata, tapi kenapa hatiku merasa asing” itulah yang tengah aditya pikirkan di dalam kamarnya


“ apa yang terjadi padaku? Aku sayang sama amih, aku tidak pernah merasa kesal saat amih marah atau melarangku melakukan sesuatu, tapi kenapa aku merasa lega melihat tubuh amih sudah terbujur kaku, gawat! Sepertinya aku sudah jadi anak yang durhaka” itulah yang tengah arsena renungkan di dalam kamarnya


Ketiga orang itu merutuki dirinya sendiri, tidak ada yang bisa tidur, tidak ada yang mau makan apalagi melakukan aktivitas, mereka hanya terus memikirkan hal yang sama lagi dan lagi.


.


.


.


.


Dengan ini berarti aku udah up 4 bab ya!


Seperti yang sudah-sudah, setiap minggu up 4 bab untuk berterimakasih pada reader yang ga cuma baca, jangan lupa kasih like terus dan ❤ kalau kalian suka ceritanya.

__ADS_1


see you next time....👋


Salam dari author 💞


⠀ 。゚゚・。・゚゚。


゚。 。゚


゚・。・゚


︵ ︵


( ╲ / /


╲ ╲/ /


╲ ╲ /


╭ ͡ ╲ ╲


╭ ͡ ╲ ╲ ノ


╭ ͡ ╲ ╲ ╱


╲ ╲ ╱


╲ ╱


__ADS_1


__ADS_2